alexametrics
Sabtu, 19 September 2020
Sabtu, 19 September 2020

Alhamdulillah, Di Tengah Keterbatasan NTB Dapat Bantuan 550 Unit APD Korona

MATARAM-Provinsi NTB mendapatkan bantuan 550 unit alat pelindung diri (APD) paramedis. Sebanyak 10 boks berisi 500 unit APD didistribusikan Danrem 162/WB Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani. ”Mari ikhtiar dan berdoa sehingga kita semua terhindar covid-19,” ujar Danrem Ahmad Rizal dalam acara menyerahkan bantuan di Hall Makorem, Selasa (24/3) lalu.

Sebanyak 10 boks APD itu merupakan bantuan BNPB yang didistribusikan TNI. Masing-masing boks berisi 50 unit APD. Delapan boks atau 400 unit APD diberikan kepada Dinas Kesehatan NTB, Brimob Polda NTB 30 unit, dan Denkesyah Mataram 70 unit. Secara terpisah, 50 unit APD lainnya diterima Dinas Kesehatan NTB dari Kementerian Kesehatan RI.

Danrem Ahmad Rizal menjelaskan, APD yang diberikan kepada Denkesyah Mataram akan dibagi kepada seluruh satuan kodim. ”Sehingga masing-masing satuan memiliki APD apabila ada yang terjangkit covid-19,” katanya.

Penanganan covid-19, menurut danrem, harus dilakukan secara bersama-sama dengan melibatkan semua pihak, baik TNI, Polri dan pemerintah daerah. ”Semuanya bersinergi melawan virus korona,” ujarnya.

TNI bersama Polri sendiri berperan melakukan sosialisasi preventif serentak di seluruh kabupaten/kota di NTB. ”Tekniknya penerangan keliling menggunakan pengeras suara dan pembagian selebaran berisi cara pencegahan covid-19,” jelasnya.

Selain itu, sebagai salah satu upaya meminimalisasi penyebaran virus korona di lingkuang kerja, Korem 162/WB melaksanakan penyemprotan kepada seluruh personel di pintu masuk makorem. ”Ini langkah konkret satuan untuk menghindari personel dari terjangkit virus korona,” kata Kepala Penerangan Korem 162/WB Mayor Inf Dahlan.

Sebelum masuk ruangan, anggota harus disemprot cairan disinfektan dan membersihkan tangan dari kuman. ”Ke depan akan dilakukan penyemprotan di seluruh ruangan satuan sehingga personel maupun tempat kerja bebas virus korona,” ujarnya.

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan NTB dr Hj Nurhandini Eka Dewi menjelaskan, bantuan APD yang diterimanya saat ini 450 unit. Selain bantuan yang didistribusikan Pangdam IX/Udayana, juga ada dari Kementerian Kesehatan 50 unit. ”Ini belum cukup,” katanya.

Karena itu, tidak semua rumah sakit menerima APD, namun bantuan itu akan dimaksimalkan. ”Kami yang akan atur distribusinya, kadang-kadang ada juga puskesmas yang butuh,” katanya.

Pemprov juga akan berupaya membeli, hanya saja APD sedang langka. Bahkan di Indonesia sudah habis, jika mau membeli harus pesan dari China. ”Bukan kita tidak punya uang, barang yang mau dibeli tidak ada di mana-mana,” tandasnya. (ili/r5)

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Proyek Pasar ACC Ampenan Terancam Molor

Pengerjaan konstruksi fisik Pasar ACC Ampenan masih dalam proses sanggah. Belajar dari pengalaman tahun lalu, Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Mataram tidak ingin gegabah mengerjakan proyek yang anggarannya dari Kementerian Perdagangan itu. “Kita tidak ingin kejadian seperti  tahun lalu di Pasar Cakarenagara. Molor,” kata Kepala Disdag Kota Mataram H Amran M Amin, kemarin (18/9).

Saat Pandemi, Anak 14 Tahun di Mataram Nikah Dini

Fenomena pernikahan usia anak masih terjadi di Kota Mataram. Seperti yang terjadi di Kelurahan Karang Baru pekan lalu. AA, perempuan usia 14 tahun juga memilih menikah dengan IW, 20 tahun warga kelurahan Selagalas. Keduanya enggan dipisahkan dengan alasan cinta.

Kasus Korona di Mataram Kembali Meningkat

Tren kasus Covid-19 dalam sepekan terakhir mengalami peningkatan. Terjadi penambahan kasus tiap hari. “Biasanya kasus baru positif satu, dua. Tapi tadi malam sepuluh orang yang positif,” kata Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Mataram I Nyoman Suwandiasa, kemarin (17/9).

TGB Minta Kasus Penusukan Syaikh Ali Jaber Diusut Tuntas

Mantan Gubernur NTB yang juga ulama TGB M Zainul Majdi menyinggung kasus penusukan terhadap salah satu ulama nasional Syaikh Ali Jaber. Menurutnya, di balik kasus penusukan ini, ada upaya untuk memecah belah umat dan bangsa Indonesia.

Kampung Sehat NTB Jadi Energi Baru Penanganan Covid-19

Program Kampung Sehat yang diinisiasi Polda NTB mendapat sambutan hangat dari masyarakat dan telah memberi dampak nyata pada upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Wakil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah pun tak sungkan memberikan apresiasi yang tinggi pada Polda NTB atas program inovatif ini.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Pemda di NTB Wajib Daftarkan Honorer Ikut BPJS Ketenagakerjaan

"Seluruh tenaga kerja di NTB, baik yang ada di lingkungan pemerintah atau pun swasta, baik sektor formal maupun informal wajib mendapatkan jaminan sosial ketenagakerjaan," tegas Wisma.

Hari Pertama Razia Masker di NTB, Pemda Kumpulkan Denda Rp 9,1 Juta

Sebanyak 170 orang tidak menggunakan masker terjaring razia di hari pertama penerapan sanksi denda bagi pelanggar protokol kesehatan di seluruh NTB, kemarin (14/9). Dari para pelanggar di semua titik operasi ini, Badan Pendapatan Daerah NTB pun mengumpulkan uang sebesar Rp 9,1 juta.
Enable Notifications    Ok No thanks