alexametrics
Minggu, 12 Juli 2020
Minggu, 12 Juli 2020

Baru Keluar Bui, Warga Menjeli Lingsar Nyopet Lagi

MATARAM-Pelaku pencurian berinisial DA alias Dicky, 21 tahun belum juga kapok masuk bui. Beberapa hari keluar dari penjara, warga Menjeli, Lingsar, Lombok Barat (Lobar) itu kembali beraksi.

“Pelaku ini baru seminggu keluar dari penjara karena program asimilasi dia kembali melakukan aksi jambret,” kata Kapolsek Lingsar AKP Dewi Komalasari, Kamis (25/6).

Dicky melakukan tindakan jambret di wilayah Dusun Onor, Lingsar, Lobar. Dia beraksi bersama rekannya berinisial ST alias Agus, 28 tahun. “Mereka menjambret handphone milik korban yang sedang dimainkan saat berkendara,” terangnya.

Modusnya, kedua pelaku menunggu mangsa di pinggir jalan yang dalam keadaan sepi. Ketika korban melintas, pelaku lalu membuntutinya. “Ketika sepi, pelaku langsung mengambil HP (handphone) korban,” jelasnya.

Terungkapnya aksi pelaku berawal dari pelacakan HP milik korban. Setelah ditelusuri ternyata HP itu berada di salah seseorang. “HP itu dijual ke seseorang dengan harga Rp 200 ribu,” jelasnya.

Setelah dikembangkan, sepanjang dia baru bebas dari penjara, DA sudah beraksi di dua  TKP lainnya. Yakni, di Sayang-sayang, wilayah Cakranegara.

Mereka mendapatkan tiga HP dari aksinya. Semua HP itu sudah dijual dengan harga bervariasi. “Dari tiga HP itu mereka mendapatkan uang Rp 900 ribu,” ungkapnya.

Uang tersebut sudah habis dipergunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. “Uang itu juga digunakan untuk membeli miras,” ujarnya.

Dari perbuatannya, pelaku dijerat pasal 365 KUHP. Ancaman hukumannya tujuh tahun penjara.

Dicky mengaku, sebelumnya dia dipenjara lantaran kasus pencurian burung. Dia divonis 1,2 tahun penjara. “Saya dibebaskan pada program asimilasi,” kata Dicky.

Dia kembali melakukan tindakan pencurian karena tidak memiliki pekerjaan. “Terpaksa saya melakukan itu (jambret), karena nganggur. Tidak ada uang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari,” pungkasnya. (arl/r2)

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Ke Praya Tak Pakai Masker, Siap-siap Dihukum Push Up

Menurunnya kesadaran warga menggunakan masker membuat jajaran Polres Lombok Tengah menggelar razia. “Kami sasar pasar-pasar dan pusat pertokoan di wilayah Praya,” kata Kasatnarkoba Polres Loteng Iptu Hizkia Siagian, Jumat (10/7).

JPS Gemilang III Segera Disalurkan, Mudah-mudahan Tepat Sasaran

antuan Jaring Pengaman Sosial (JPS) Gemilang tahap III segera disalurkan. Gubernur NTB H Zulkieflimansyah meminta penyaluran JPS yang terakhir ini dilakukan tanpa cela.

Pemerintah Janji Bantu UMKM NTB Terdampak Korona, Ini Syaratnya

encairan bantuan Rp 800 triliun bagi UMKM dan IKM masih menunggu petujuk pemerintah pusat. ”Kita tunggu petunjuk teknisnya dari kementerian koperasi UKM,” kata Kepala Dinas Koperasi dan UKM NTB Wirajaya Kusuma, Jumat (10/7

Kompak Lawan Korona, Kelurahan Cakra Timur Bertahan di Zona Hijau

Kelurahan Cakranegara Timur patut dicontoh. Saat keluarahan lain di Kota Mataram zona merah Covid-19, justru Cakra Timur berada pada zona hijau. Strategi para pemimpin di wilayah ini membuat virus Korona tak berani mendekat. Apa resepnya?

Berkurban di Masa Korona, Ini Fatwa MUI

Jumat (10/7) malam Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan fatwa terbaru bernomor 36/2020 tentang salat Idul Adha dan penyembelihan hewan kurban. MUI di antaranya meminta kegiatan penyembelihan tidak tekonsentrasi pada saat Idul Adha saja.

Batal Berangkat, 16 Jamaah NTB Tarik Ongkos Haji

Karena ibadah haji ditiadakan, 16 orang jamaah calon haji (JCH) asal NTB menarik ongkos haji yang telah dilunasi. ”Masing-masing lima orang dari Mataram, Lombok Barat, Sumbawa, dan satu orang dari Bima,” kata Kepala Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag NTB H Ali Fikri, Jumat (10/7).

Paling Sering Dibaca

Diserang Penjahat, Perwira Polisi di Sumbawa Meninggal Dunia

IPDA Uji Siswanto, Kepala Unit (Kanit) Reskrim Polsek Utan, Sumbawa gugur dalam bertugas. Ayah tiga anak ini diserang oleh seorang terlapor berinisial RH alias Bim kasus pengancaman. Korban diserang, setelah mendamaikan warga dengan terduga pelaku.

Duka di Lombok Utara, Suami Tewas Tergantung, Istri Tergeletak di Ranjang

Warga Dusun Sumur Jiri, Desa Santong Mulia, Kecamatan Kayangan, Lombok Utara, geger. Pasangan suami istri (pasutri) berinisial S, 25 tahun dan R, 20 tahun ditemukan tewas di dalam rumahnya, Minggu malam (5/7).

12 Karyawan Bank di Cilinaya Mataram Positif Korona

Di Kelurahan Cilinaya misalnya. Di sini tercatat ada 12 karyawan salah satu bank terpapar virus Korona. “Sebenarnya hanya satu. Namun setelah kita tracing, menjadi 12 orang yang positif,” kata Lurah Cilinaya I Gusti Agung Nugrahini, Kamis (9/7)

Pakai Narkoba, Satu Anggota Polisi Ditangkap di Mataram

Tim Subdit II Ditresnarkoba Polda NTB menangkap jaringan narkoba di salah satu hotel di mataram dua pekan lalu. Sebanyak empat orang berinsial E, LA, AD, dan SL. “E adalah polisi aktif, LA dan AD pecatan polisi, SL warga sipil,” kata Dirresnarkoba Polda NTB Kombes Pol Helmi Kwarta Kusuma Putra Rauf, kemarin (10/7).

PKS Berpeluang Kocok Ulang Figur di Pilbup Lombok Tengah

Peta kekuatan politik Bakal Pasangan Calon (Bapaslon) di Lombok Tengah (Loteng) tampak berimbang. Ini terlihat dari hasil survei yang dilakukan PKS bekerja sama dengan Olat Maras Institute (OMI).
Enable Notifications.    Ok No thanks