alexametrics
Jumat, 10 Juli 2020
Jumat, 10 Juli 2020

Berkas Penyelundupan Narkoba ke Lapas Mataram Dikirim ke Jaksa

MATARAM-Penyidik Satnarkoba Polresta Mataram melengkapi berkas tersangka penyelundup narkoba ke dalam Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Mataram. ”Sudah kita kirim berkas penyidikannya ke Kejaksaan,” kata Kasatnarkoba Polresta Mataram AKP Elyas Ericson saat ditemui di ruangannya, Kamis (25/6).

Yang baru dikirim hanya dua berkas tersangka. Yakni, berkas tersangka berinisial  A dan S.

”Tersangka S yang membawa narkoba dari luar ke dalam Lapas. Sedangkan, tersangka S yang mengambil narkoba dari dalam lapas berinisial A,” jelasnya.

Pengiriman berkas itu hanya sifatnya koordinasi dengan jaksa peneliti. Apakah unsur pasal yang disangkakan terhadap mereka memenuhi unsur atau tidak.

”Sekarang kan masih dalam pemeriksaan berkasnya oleh jaksa,” ujarnya.

Jika ada petunjuk lain, tentunya penyidik akan melengkapinya. Entah itu penambahan pemeriksaan saksi atau yang lain. ”Kita masih tunggu seperti apa petunjuk jaksa,” jelasnya.

Pada kasus tersebut, dua tersangka itu dijerat pasal 112 junto pasal 132, dan juncto pasal 127 Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. ”Pada pasal 132 itu menyebutkan unsur pemufakatan jahatnya,” terangnya.

Napi yang ikut ditangkap tangkap belum ditetapkan menjadi tersangka. Dia ditetapkan menjadi tersangka tergantung pada hasil koordinasi dengan jaksa. ”Jika  jaksa setuju tersangka S dan A  dikenakan pasal 132, dia tinggal memasukkan napi yang menjadi terduga penyelundup narkoba ke dalam maupun ke luar lapas sebagai tersangka,” ungkapnya.

Karena, penerapan pasal 132 tidak bisa berdiri sendiri. Yang namanya pemufakatan jahat pasti ada kelompoknya. ”Pasal 132 ini yang kita gunakan nanti untuk menjerat para napi,” ujarnya.

Pembuktiannya nanti dapat dilihat dari komunikasi melalui handphone-nya. ”Nanti tinggal kita buktikan dari chat mereka di HP,” terangnya.

Saat ini, para napi yang turut diamankan pada saat operasi penangkapan itu sudah dikembalikan ke Lapas Mataram.  ”Tidak ditahan disini para napi,” ungkapnya.

Diketahui, sejauh ini penyidik baru menetapkan para pengirim inisial S dan pengambil narkoba berinisial A ke dalam lapas sebagai tersangka. Napi yang memesan dan mengeluarkan narkoba dari dalam Lapas bakal ditetapkan sebagai tersangka setelah ada petunjuk jaksa. ”Kalau napi kan gampang kita tahan. Karena, mereka saat ini ditahan di Lapas.  Dia tidak kemana-kemana,” ujarnya.

Awalnya tim meringkus dua pelaku berinsial S seorang tamping dan kurir berinisial A di areal parkir Lapas Mataram. Dari hasil penggeledahan, ditemukan sabu seberat Rp 6,80 gram.

Dari hasil interogasi ternyata barang itu didapatkan dari dalam Lapas. Pemiliknya seorang Napi berinisial G. Dari pengakuan G barang itu didapatkan dari Napi lain berinisial H. Di saat yang bersamaan, tim juga membekuk seorang berinisial S. Dia diamankan di area parkir Lapas. Dari tangan S kita amankan sebanyak 0,94 gram.

Dari pengakuannya, S mengaku barang haram tersebut merupakan pesanan seseorang dari dalam Lapas. Yakni, seorang napi berinisial AZ. (arl/r2)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Mataram Bisa Tiru Depok, Tak Pakai Masker Denda Rp 200 Ribu

Pemkot Mataram merespons kritikan Wakil Gubernur NTB. Kemarin, tim gabungan yang terdiri dari Satpol PP, TNI, dan Polri melakukan penertiban di pagi buta. Sasarannya, para pedagang di Pasar Kebon Roek, Ampenan.

Kuliah ke Luar Daerah, Warga Mataram Harus Bebas Korona

Warga Kota Mataram yang kuliah di luar daerah cukup banyak. Kemarin kata dia, sekitar 50 mahasiswa mengajukan permintaan melakukan rapid test. Dari jumlah tersebut tidak ada yang hasilnya reaktif.

12 Karyawan Bank di Cilinaya Mataram Positif Korona

Di Kelurahan Cilinaya misalnya. Di sini tercatat ada 12 karyawan salah satu bank terpapar virus Korona. “Sebenarnya hanya satu. Namun setelah kita tracing, menjadi 12 orang yang positif,” kata Lurah Cilinaya I Gusti Agung Nugrahini, Kamis (9/7)

Di Kediri Lobar, Ibu Rumah Tangga Diduga Jual Narkoba

WM, 28 tahun, warga asal Kediri Selatan ditangkap Satres Narkoba Polres Lobar. Ia bersama kedua rekannya MA dan MU diduga menjadi penjual dan penyalahguna narkotika jenis sabu. Bahkan, WM alias Dewi ini diketahui sebagai penjual obat penenang tanpa izin pihak instansi kesehatan.

Pariwisata Lesu, Pengusaha Travel Lombok Bertahan lewat Promo

Agen travel perjalanan wisata terus berupaya bertahan dalam ketidakpastian Pandemi Korona. Sektor ini menjadi salah satu yang paling terdampak akibat turunnya kunjungan wisatawan. ”Kami upayakan tetap bangkit seiring dengan penerapan new normal yang sedang digaungkan,” kata Kukuh Laro, pemilik Duta Lombok Transport.

Berdayakan UMKM Lokal, Bappeda NTB Tunggu Pergub

Pergub Pemberdayaan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) hingga kini belum rampung. Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) NTB masih menunggu kelanjutan masukan dan revisi dari gubernur. ”Sampai hari ini (kemarin,Red) kita belum terima. Jika sudah ada, akan langsung kita jadikan landasan dalam memberdayakan UKM/IKM,” kata Kepala Bappeda NTB Amry Rakhman, saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (9/7/2020).

Paling Sering Dibaca

Jika Masih Tak Patuh, Seluruh Pasar di Mataram Bakal Ditutup Paksa

akil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah mengancam akan menutup pasar yang mengabaikan protokol kesehatan. Ancaman tersebut disampaikan Wagub saat menggelar inspeksi mendadak di Pasar Mandalika, kemarin (8/7). Dia mendapati langsung banyak pedagang dan pembeli tidak mengenakan masker.

Zona Merah Korona, Wagub NTB : Mana Pol PP Mataram, Kenapa Sembunyi?

Pemkot Mataram dinilai lemah dalam merespon dan menangani Covid-19. Wakil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah pun begitu geregetan. Meski zona merah dengan kasus positif dan kematian tiap hari, penerapan protokol kesehatan di ibu kota justru sangat longgar. Tak lagi ada pengawasan macam sedang tidak terjadi apa-apa.

Istri Model Suami Youtuber, Bantah Cari Sensasi “Mahar Sandal Jepit”

Pernikahan dengan mahar sandal jepit Iwan Firman Wahyudi dan Helmi Susanti bukan bermaksud mencari  sensasi di media sosial. Menurut mereka ikatan mereka tulus beralas kasih sayang.

Pilbup Loteng, Lale Prayatni Mulai Goyang Posisi Pathul Bahri

Lobi politik tersaji di DPP Partai Gerindra. Dari informasi yang dihimpun Lombok Post, diam-diam SK Gerindra dibidik Prayatni melalui ‘lorong’ Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Hashim Djojohadikusumo.

Turun dari Rinjani, Warga Lombok Tengah Tewas Jatuh ke Jurang

Pendakian di Gunung Rinjani kembali memakan korban jiwa. Sahli, 36 tahun, warga Desa Tampak Siring, Lombok Tengah meninggal setelah terjatuh ke jurang di kawasan Gunung Rinjani, Senin (6/7).
Enable Notifications.    Ok No thanks