alexametrics
Jumat, 10 Juli 2020
Jumat, 10 Juli 2020

Dugaan Pencabulan Bocah di Gontoran, Polisi Tunggu Hasil Visum

MATARAM—Terduga pelaku  tindak asusila berinisial LL, 40 tahun belum ditetapkan tersangka. Polisi masih menunggu hasil visum alat kelamin korban yang baru berusia delapan tahun itu.

”Kita sudah melakukan cek visum. Visum dilakukan di rumah sakit Bhayangkara,” kata Kasatreskrim Polresta Mataram AKP Kadek Adi Budi Astawa, kemarin (25/6).

Saat ini masih dalam proses pengecekan. Pihaknya masih menunggu hasilnya. ”Tunggu saja hasilnya,” ujarnya.

Dugaan awal memang ada dugaan tindakan asusila. Karena, alat kelamin korban yang masih duduk di bangku kelas dua sekolah dasar itu mengeluarkan darah. ”Tetapi itu kan perlu dibuktikan. Pembuktiaannya dari hasil medis. Biar diketahui apakah berdarahnya karena perbuatan terduga pelaku atau tidak,” ujarnya.

Setelah hasil visum keluar, penyidik akan melakukan gelar perkara.  Apakah LL akan ditetapkan menjadi tersangka atau tidak. ”Tunggu saja ya,” ujarnya.

Saat ini L masih ditahan di sel tahanan unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA). ”Kita sudah periksa terduga pelaku,” ujarnya.

Kasus ini sendiri terjadi di Lingkungan Gontoran Barat, Bertais, Sandubaya, Mataram. Hal ini berawal dari kecurigaan nenek  yang melihat kelamin korban berdarah, Selasa malam (23/6). Selanjutnya, pihak keluarga mempertanyakan.

Si korban pun dengan polos menjawab sudah disetubuhi L. Pihak keluarga langsung membawa terduga pelaku ke rumah korban untuk diinterogasi.

Namun, korban yang terus menuduh L membuat pihak keluarga korban percaya. Hal itu mengundang reaksi massa.

Masyarakat pun ingin menghakimi pelaku. Tetapi anggota kepolisian dengan sigap mengamaankan terduga pelaku agar masyarakat tidak main hakim sendiri.  (arl/r2)

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Kampus Belum Boleh Buka, Mahasiswa Belajar dari Rumah

Kemenag tidak tergesa-gesa mengizinkan perguruan tinggi keagamaan Islam (PTKI) membuka kuliah tatap muka. Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Kemenag Arskal Salim mengatakan kuliah tatap muka baru diizinkan saat semester genap tahun akademik 2020-2021 nanti.

Pecah Rekor, Sehari Penularan Korona Capai 2.567 Kasus

KASUS positif infeksi Covid-19 lagi-lagi mencetak rekor terbaru dengan pernambahan 2.567 orang pada periode 8 hingga 9 Juli 2020. Jumlah ini lebih dari 2 kali lipat rata-rata pertumbuhan kasus seribu orang per hari dalam dua minggu terakhir.

Akurasi Alat Rapid Test Buatan NTB Mampu Saingi Produk Impor

Indonesia akhirnya resmi melaunching alat rapid test inovasi dalam negeri. Diberi nama RI-GHA Covid-19, alat ini diklaim memiliki akurasi nyaris sempurna.

Menyoal Pengetahuan dalam Penanganan Covid-19 Menghadapi New Normal

KASUS covid-19 sudah lebih dari empat bulan berjalan sejak kasus pertama, tanda-tanda penurunan belum juga terlihat. Prediksi para ahli terancam gagal, usaha-usaha pemerintah melalui program stimulus ekonomi dan bantuan sosial lainnya belum mampu mengatasi dampak ekonomi dan sosial covid-19.

Cegah Korona, Pasar Burung Cakranegara Kekurangan Tempat Cuci Tangan

   Kalau protokol kesehatan sudah diberlakukan di hotel, restoran, pusat pertokoan dan perkantoran, tidak demikian dengan di pasar. Penerapan protokol kesehatan di pasar diakui Lurah Cakranegara Barat I Wayan Swira masih kedodoran

Anak Tak Lulus Zonasi, Orang Tua di Mataram Serbu Dikbud NTB

Protes keras dilayangkan ratusan orang tua calon siswa SMA di Mataram. Mereka mendatangi Dinas Dikbud NTB, meminta kepastian nasib anak mereka. ”Setiap tahun, jalur zonasi ini selalu bermasalah,” kata Suharman, salah satu orang tua, pada Lombok Post, Kamis (9/7/2020).

Paling Sering Dibaca

Jika Masih Tak Patuh, Seluruh Pasar di Mataram Bakal Ditutup Paksa

akil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah mengancam akan menutup pasar yang mengabaikan protokol kesehatan. Ancaman tersebut disampaikan Wagub saat menggelar inspeksi mendadak di Pasar Mandalika, kemarin (8/7). Dia mendapati langsung banyak pedagang dan pembeli tidak mengenakan masker.

Zona Merah Korona, Wagub NTB : Mana Pol PP Mataram, Kenapa Sembunyi?

Pemkot Mataram dinilai lemah dalam merespon dan menangani Covid-19. Wakil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah pun begitu geregetan. Meski zona merah dengan kasus positif dan kematian tiap hari, penerapan protokol kesehatan di ibu kota justru sangat longgar. Tak lagi ada pengawasan macam sedang tidak terjadi apa-apa.

Istri Model Suami Youtuber, Bantah Cari Sensasi “Mahar Sandal Jepit”

Pernikahan dengan mahar sandal jepit Iwan Firman Wahyudi dan Helmi Susanti bukan bermaksud mencari  sensasi di media sosial. Menurut mereka ikatan mereka tulus beralas kasih sayang.

Pilbup Loteng, Lale Prayatni Mulai Goyang Posisi Pathul Bahri

Lobi politik tersaji di DPP Partai Gerindra. Dari informasi yang dihimpun Lombok Post, diam-diam SK Gerindra dibidik Prayatni melalui ‘lorong’ Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Hashim Djojohadikusumo.

Turun dari Rinjani, Warga Lombok Tengah Tewas Jatuh ke Jurang

Pendakian di Gunung Rinjani kembali memakan korban jiwa. Sahli, 36 tahun, warga Desa Tampak Siring, Lombok Tengah meninggal setelah terjatuh ke jurang di kawasan Gunung Rinjani, Senin (6/7).
Enable Notifications.    Ok No thanks