alexametrics
Selasa, 29 September 2020
Selasa, 29 September 2020

Rio Peragakan 35 Adegan Pembunuhan Mahasiswi Unram

MATARAM-Penyidik Satreskrim Polresta Mataram merekonstruksi pembunuhan Linda Novita Sari, kemarin (25/8). Rekonstruksi dilakukan di rumah Rio, Jalan Arofah II Nomor 04 Perumahan BTN Royal, Mataram.

Rekonstruksi disaksikan jaksa. Berlangsung selama tiga jam. Mulai pukul 10.00 Wita hingga pukul 13.00 Wita.

Kegiatan rekonstuksi terhadap pembunuhan mahasiswa Unram itu dilakukan secara tertutup. Pihak keluarga korban beserta penasihat hukumnya tak diizinkan  masuk ke dalam rumah untuk menyaksikan proses rekonstruksi. ”Kita mempertimbangkan tidak mengikutsertakan keluarga korban karena takut mengganggu kegiatan rekonstruksi,” kata Kasatreskrim Polresta Mataram AKP Kadek Adi Budi Astawa usai rekonstruksi.

Kegiatan rekonstruksi merupakan ranah penyidikan. Sehingga penyidik berhak tidak mengizinkan pihak keluarga korban. ”Kita hindari hal-hal yang mengganggu jalannya rekonstruksi. Sehingga, pihak keluarga diminta untuk melihat prosesnya dari luar rumah,” jelasnya.

Dia mejelaskan, ada sebanyak 35 adegan yang diperagakan dalam rekonstruksi. Mulai dari tersangka datang menggunakan sepeda motor, membuka pintu, memarkir kendaraan, masuk ke dalam kamar. ”Lalu korban datang ke rumah,” ujarnya.

Selanjutnya, terjadi cekcok. Korban mengancam tersangka menggunakan anak panah. Lalu masuk ke dalam kamar. ”Lalu tersangka mencekik korban. Adegan mencekiknya diperagakan di nomor 23,” bebernya.

Setelah itu, Rio keluar membeli tali. Tujuannya untuk menggantung korban agar pelaku itu ditemukan seakan-akan melakukan gantung diri. ”Kita peragakan proses menggantung itu menggunakan manekin. Karena tidak mungkin kita menggunakan manusia asli,” kata dia.

Saat menggantung korban, Rio melakukannya sendiri. Dia mengangkat korban yang lehernya sudah terikat dengan tali  ke sofa.

“Sudah sesuai dengan berita acara pemeriksaan,” terangnya.

Terpisah, Yan Mangandar, penasihat hukum keluarga korban dari Biro Konsultasi dan Bantuan Hukum (BKBH) Universitas Mataram (Unram) mengaku kecewa dengan proses rekonstruksi. Karena mereka tidak diizinkan masuk menyaksikan proses rekonstruksi,” kata dia.

Hal itu mengundang pertanyaan dari keluarga korban. ”Tumben saya mendampingi kasus pembunuhan dan rekonstruksinya tertutup,” protesnya.

Sebelumnya Yan pernah mendampingi keluarga korban atas meninggalnya Zainal Abidin di Lombok Timur. Zainal dipukul anggota polisi. “Proses rekonstruksinya terbuka. Satu per satu adegan diperlihatkan,” ungkapnya.

Tetapi, rekonstruksinya ini dilakukan secara tertutup.”Ini ada apa. Ini bakal memunculkan pertanyaan. Karena dari analisa kami ada yang mengganjal dengan kasus ini,” protes Yan.

Dia hanya ingin memastikan, apakah proses rekonstruksi  tersebut sudah sesuai dengan penyidikannya. Berdasarkan Surat Keputusan Kapolri Nomor Pol.Skep /1205/IX/2000 tentang Revisi Juklak dan Juknis Proses Penyidikan Tindak Pidana.

Aturan itu merupakan turunan dari Pasal 188 KUHAP terkait bukti petunjuk. “Proses rekonstruksi harus dilakukan terbuka,” ungkapnya.

”Kita akan meminta melakukan rekonstruksi ulang jika ada hal yang mengganjal,” kata dia.

Kakak korban, Mey Susanti mengaku kecewa dengan rekonstruksi tersebut. Seharusnya, rekonstruksi harus dilakukan secara terbuka. ”Saya ini juga anak purnawirawan. Mengetahui mengenai rekonstruksi. Pertanyaan kami, mengapa harus tertutup,” tanya dia.

Dia ingin melihat secar langsung, agar bisa melihat bagaimana cara pelaku membunuh adiknya. ”Karena menurut kami, Rio tidak mungkin melakukannya sendiri,” ujarnya.

Ketua RT di Perumahan BTN Royal Mataram L M Wahidin juga mengaku kecewa. Dia selaku aparat lingkungan setempat tak diberikan izin untuk masuk. ”Saya hanya ingin tahu, agar masyarakat yang bertanya dapat saya jelaskan apa persoalannya pada rekonstruksi itu,” kata Wahidin.

Dalam aturan, seharusnya rekonstruksi dilakukan secara terbuka.”Tidak tertutup seperti ini,” keluhnya.

Tetangga Rio, Ana Apriana mengaku pernah diperiksa penyidik terkait rekaman CCTV. Dia membenarkan kalau ada mahasiswanya yang datang pada hari Jumat (24/7). ”Ya, ada delapan orang mahasiswa saya datang ke rumah untuk konsultasi bimbingan skripsi,” kata Ana.

Tetapi, ada empat mahasiswanya yang dimintai keterangan oleh penyidik menjadi saksi. ”Termasuk saya juga,” kata dia.

Dari keterangan mahasiswanya, memang mereka berdiri didepan gerbang rumah Rio yang dalam keadaan tertutup. Tujuannya, untuk mencuci tangan sebelum masuk ke rumahnya. ”Persis di depan rumah Rio ada bong (tempat cuci tangan). Nah, mahasiswa saya ini  mencuci tangannya disitu,” jelasnya.

Pihaknya sudah diperlihatkan CCTV itu oleh penyidik. Keempat mahasiswanya juga mengakui bahwa dirinya yang lalu lalang di depan rumah Rio. ”Jadi dari rekaman CCTV itu seakan-akan keempat mahasiswa itu terlihat masuk ke rumah Rio. Padahal, dia masuk ke rumah saya. Hal itu wajar, karena CCTV-nya itu terlihat miring dan jauh dari rumah Rio,” ungkapnya.

Dia mengetahui adanya jenazah setelah melihat seorang perempuan menangis di depan gerbang rumah Rio. Itu pun dia mengetahui setelah suaminya keluar lalu menegur perempuan itu. ”Perempuan itu lalu memberitahu kalau ada temannya meninggal gantung diri di rumah Rio,” ujarnya.

Mendengar kabar itu, suaminya langsung menelepon ketua RT. “Cuman itu saja yang saya tahu,” ungkapnya.

Diketahui, Linda dan Rio telah menjalin hubungan asmara. Namun, dalam hubungannya, Linda hamil. Rio pun diminta bertanggung jawab. Namun Rio menolak.

Sehingga terjadi cekcok di rumah Rio.  Karena emosi Rio pun mencekik Linda hingga meninggal dunia.

Untuk menghilangkan jejak, Rio menggantung korban di ventilasi rumahnya. Pada Sabtu (25/7), jenazah Linda ditemukan dalam posisi tergantung di rumah tersebut. (arl/r2)

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Turunkan Angka Pernikahan Anak, Lobar Apresiasi Program Yes I Do

"Sudah pas Peran NGO melalui Program Yes I Do sangat bagus menekan tingkat pernikahan anak," kata Kepala DP2KBP3A Lobar Ramdan Hariyanto.

Tetap Tumbuh, Sektor Tambang Topang Ekonomi NTB di Masa Pandemi

Sektor pertambangan memang tak lepas dari fondasi ekonomi provinsi NTB. Di triwulan II 2020, sektor pertambangan dan penggalian yang tumbuh sebesar 47,78 persen mampu menahan laju penurunan ekonomi NTB. Pada triwulan II, ekonomi NTB kontraksi 1,4 persen, namun tanpa sektor pertambangan dan penggalian, kontraksi akan lebih dalam lagi hingga mencapai 7,97 persen.  

Taspen Lindungi JKK JKM Non ASN

PT Taspen kini memberikan jaminan dan perlindungan penuh terhadap pegawai non Aparatur Sipil Negara (ASN)

Nomor 4, Era BARU, Industri 4.0, Menang!

Aqi berkomitmen membuat lompatan besar membawa Kota Mataram lebih maju, nyaman, dan beradab. Ia yakin dengan dukungan semua pihak yang menginginkan ibu kota provinsi NTB bersinar terang. “Sebagai putra Mataram, saya ingin memberikan karya terbaik saya buat tanah kelahiran saya,” katanya dengan suara bertenaga.

UT Mataram Beri Beasiswa KIP-K dan CSR se-NTB

“Penerima beasiswa KIP-K mendapatkan bebas biaya kuliah, buku dan uang saku Rp 700 ribu per bulan yang dibayar di akhir semester,” terang Raden.

Dorong Industri Kreatif : HARUM Rancang Mataram Creative District

ebagai sebuah kota yang terus berkembang, Kota Mataram harus menangkap peluang ini sebagai salah satu penguat daya saing global di masa mendatang.  Bagaimana rencana pengembangan Industri Kreatif di Mataram di masa mendatang berikut petikan wawancara kami dengan H Mohan Roliskana calon wali kota Mataram.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Bantuan Presiden, Pedagang Kaki Lima Bakal Diberi Rp 2,4 Juta

Kucuran bantuan pemerintah dalam rangka stimulus ekonomi di tengah pandemi Covid-19 semakin beragam. Kemarin (19/8) sore di halaman tengah Istana Merdeka bersama sejumlah pedagang kecil, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memperkenalkan Bantuan Presiden (Banpres) Produktif.
Enable Notifications    Ok No thanks