alexametrics
Kamis, 11 Agustus 2022
Kamis, 11 Agustus 2022

Kayu Sonokling Asal Bima Tujuan Sidoarjo Pakai Dokumen Palsu

MATARAM-Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) NTB menggagalkan penyelundupan kayu hasil illegal logging, Rabu (10/2) lalu. Rencananya, kayu sonokeling tersebut bakal diselundupkan ke Sidoarjo, Jawa Timur (Jatim).

Kepala Seksi Penegakan Hukum (Kasi Gakkum) DLHK NTB Astan Wirya menuturkan, terungkapnya penyelundupan kayu tersebut berawal dari laporan masyarakat. Kalau kayu hasil penebangan di hutan itu dikirim menggunakan dokumen palsu. ”Dokumen perizinan pengiriman kayu itu ditandatangani oleh pejabat yang sudah pensiun,” sebut Astan.

Dari informasi tersebut DLHK NTB terus mendalami. Pada Rabu (10/2/2021) lalu, tim dari DLHK NTB mendapatkan identitas truk yang mengangkut kayu tersebut.

Tim pun menunggu di jalan raya Pelabuhan Kayangan, Lombok Timur (Lotim). Truk Fuso yanag dikemudikan sopir berinisial AJ bernomor polisi N 8264 UI dihentikan. ”Setelah kami periksa, secara kasat mata tidak ditemukan memuat kayu,” jelasnya.

Baca Juga :  Pelaku Pembalakan Liar di Hutan Toffo Rompu Bima Dijebloskan ke Penjara

Saat diminta untuk membuka ternyata yang dimuat adalah sekam padi. Tetapi, setelah dicek, kayu yang dimuat berada di bawah tumpukan sekam tersebut. ”Ada 410 batang kayu sonokeling dengan volume 11,166 kubik,” jelasnya.

Sopir berinisial AJ mengaku kayu tersebut diangkut dari gudang UD KL yang beralamat di Asakota, Kota Bima. ”Perusahaan itu milik pria inisial HS,” sebut Astan.

Rencananya, kayu tersebut akan diantar ke CV CSG di Sidoarjo, Jatim. Dari hasil pemeriksaan, dokumen pengiriman kayu itu diduga dipalsukan.  ”Jadi, yang menandatangani orang yang sudah tidak lagi menjabat,” kata dia.

Astan mengatakan, pemilik gudang pengirim sudah dimintai keterangan. Namun, dia mengelak dikaitkan dengan pengiriman sonokeling tersebut. “Pengakuannya tidak pernah menerbitkan surat itu,” kata Astan.

Baca Juga :  Perambah Hutan Soromandi Dompu Ditangkap

Tim penyidik PPNS menelusuri asal kayu tersebut. Diduga dari kawasan hutan. “Kayunya dari kawasan Hutan Ampang Riwo, Madaprama, Dompu. Dibuatkan dokumen dikeluarkan dari Bima,” bebernya.

Penyidik masih terus mengembangkan kasus tersebut. Bakal mengklarifikasi terduga pemilik kayu dan perusahaan penerima kayu tersebut. ”Semua masih kita dalami,” pungkasnya. (arl/r1)

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks
/