alexametrics
Sabtu, 19 September 2020
Sabtu, 19 September 2020

Masih Banyak Wisatawan Bandel

MATARAM-Wilayah dengan destinasi wisata membuka peluang terjadinya pelanggaran keimigrasian. Ini tak terlepas dari banyaknya aktivitas wisatawan asing. Potensi pelanggaran tersebut diantisipasi Kantor Imigrasi Mataram dengan pembentukan tim pengawasan orang asing (Pora).

Kepala Kantor Imigrasi Mataram Kurniadie mengatakan, setelah Kota Mataram, jajarannya membentuk tim Pora untuk Kabupaten Lombok Barat (Lobar). Melibatkan 10 kecamatan di Lobar.

”Sudah resmi kita kukuhkan,” kata Kurniadie, kemarin (26/3).

Lobar, seperti diketahui, merupakan salah satu kabupaten di NTB yang menjadi tujuan wisata. Di daerah yang terkenal dengan slogan Patut Patuh Patju ini, memiliki destinasi wisata andalan seperti Senggigi hingga Sekotong.

Adanya tim Pora di kecamatan, dinilai Kurniadie sebagai ujung tombak pengawasan. Kecamatan bisa melakukan koordinasi dengan organisasi pemerintah di bawahnya, yakni desa dan kelurahan, terkait orang asing yang tinggal di wilayahnya.

”Wilayah kita sangat luas. Kecamatan bisa jadi bagian mengetahui segala kegiatan (WNA),” sebut dia.

Kurniadie tak menepis besarnya potensi pelanggaran keimigrasian di wilayah dengan banyak destinasi wisata. Namun, pihaknya tetap menganggap seluruh wilayah berpotensi terjadi pelanggaran keimigrasian.

Pengawasan yang dilakukan Imigrasi Mataram bukan untuk menghambat kemajuan pariwisata. Sebaliknya, kata Kurniadie, pengawasan orang asing seiring sejalan dengan pembangunan wisata di daerah.

”Kita kan juga tidak ingin ada orang asing yang berkegiatan tidak sesuai dengan izin tinggalnya,” sebut dia.

Tim Pora akan bekerja sesuai dengan fungsinya. Menindak orang asing yang melakukan pelanggaran terkait izin tinggal. Jika orang asing berbuat tindak pidana, maka prosesnya diserahkan kepada aparat berwenang.

”Kewenangan mengenai tindak pidana bukan di kami. Tapi, kita tetap menerima laporan dan nanti menyerahkan ke penegak hukum, di situ letak sinerginya,” jelas Kurniadie.

Kadiv Keimigrasian Kemenkumham NTB Wilopo juga menyatakan hal serupa. Kata dia, penindakan orang asing tidak berpengaruh terhadap kunjungan wisatawan. Kerja Imigrasi bukan untuk mengganggu pariwisata, melainkan menegakkan kedaulatan negara.

”Potengi pelanggaran WNA lebih banyak terkait overstay dan pelanggaran izin tinggal,” pungkas dia.(dit/r2)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Proyek Pasar ACC Ampenan Terancam Molor

Pengerjaan konstruksi fisik Pasar ACC Ampenan masih dalam proses sanggah. Belajar dari pengalaman tahun lalu, Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Mataram tidak ingin gegabah mengerjakan proyek yang anggarannya dari Kementerian Perdagangan itu. “Kita tidak ingin kejadian seperti  tahun lalu di Pasar Cakarenagara. Molor,” kata Kepala Disdag Kota Mataram H Amran M Amin, kemarin (18/9).

Saat Pandemi, Anak 14 Tahun di Mataram Nikah Dini

Fenomena pernikahan usia anak masih terjadi di Kota Mataram. Seperti yang terjadi di Kelurahan Karang Baru pekan lalu. AA, perempuan usia 14 tahun juga memilih menikah dengan IW, 20 tahun warga kelurahan Selagalas. Keduanya enggan dipisahkan dengan alasan cinta.

Kasus Korona di Mataram Kembali Meningkat

Tren kasus Covid-19 dalam sepekan terakhir mengalami peningkatan. Terjadi penambahan kasus tiap hari. “Biasanya kasus baru positif satu, dua. Tapi tadi malam sepuluh orang yang positif,” kata Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Mataram I Nyoman Suwandiasa, kemarin (17/9).

TGB Minta Kasus Penusukan Syaikh Ali Jaber Diusut Tuntas

Mantan Gubernur NTB yang juga ulama TGB M Zainul Majdi menyinggung kasus penusukan terhadap salah satu ulama nasional Syaikh Ali Jaber. Menurutnya, di balik kasus penusukan ini, ada upaya untuk memecah belah umat dan bangsa Indonesia.

Kampung Sehat NTB Jadi Energi Baru Penanganan Covid-19

Program Kampung Sehat yang diinisiasi Polda NTB mendapat sambutan hangat dari masyarakat dan telah memberi dampak nyata pada upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Wakil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah pun tak sungkan memberikan apresiasi yang tinggi pada Polda NTB atas program inovatif ini.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Pemda di NTB Wajib Daftarkan Honorer Ikut BPJS Ketenagakerjaan

"Seluruh tenaga kerja di NTB, baik yang ada di lingkungan pemerintah atau pun swasta, baik sektor formal maupun informal wajib mendapatkan jaminan sosial ketenagakerjaan," tegas Wisma.
Enable Notifications    Ok No thanks