alexametrics
Kamis, 1 Oktober 2020
Kamis, 1 Oktober 2020

Sedang Hamil, Penyebar Hoaks Kondisi Pasien Korona Lotim Tak Ditahan

MATARAM-Terduga penyebar hoaks virus korona berinisial EDA ditangkap polisi. Pemilik akun Ummy Dinna itu menulis kabar yang belum terklarifikasi  di akun facebooknya, Senin (23/3) lalu. ”Pelaku menulis dengan bunyi kalimat, Innalillahhiwainnailaihirojiun yang di aikmel positif korona barusan meninggal,” kata Kabid Humas Polda NTB Kombes Pol Artanto saat jumpa pers di Mapolda NTB, Kamis (26/3).

Ibu yang sedang hamil itu mendapatkan kabar wanita positif korona asal Aikmel Lombok Timur (Lotim) itu dari status temannya. Lalu, EDA menulis status di akun facebook-nya. ”Tujuannya untuk memberitahukan ke khalayak,” terangnya.

Namun, EDA tidak pernah melakukan pengecekan terhadap kebenaran berita tersebut. Padahal, berita tersebut hoaks. ”Orang yang dinyatakan positif korona itu masih hidup dan masih mendapatkan perawatan,” kata dia.

Status yang diposting itu membuat masyarakat semakin resah. Dari kejadian itu, tim cyber troops Polda NTB melacak keberadaan perempuan berusia 31 tahun tersebut. ”Kita lakukan pelacakan keberadaan,” terangnya.

Diketahui, rumah pelaku alamatnya di Kekeri, Gunung Sari, Lombok Barat (Lobar). Selanjutnya tim bergerak melakukan  penangkapan. ”Saat ditangkap, pelaku mengakui telah memposting kabar tersebut melalui akun facebook-nya,” ungkapnya.

Selanjutnya, tim memeriksa pelaku. Penyelidik langsung mendalami motif EDA memposting informasi seperti itu. ”Tim penyelidik sudah memeriksa pelaku dan masih melakukan pendalaman,” terangnya.

Kasubdit V Ditreskrimsus Polda NTB Kompol Yusuf Tauziri menambahkan, pelaku mem-posting itu hanya berniat untuk memberitahukan kepada khalayak. Tanpa dia mengecek kebenaran informasi yang didapat dari status seseorang yang tak dikenalnya tersebut. ”Dia ketik sendiri dengan sadar setelah mendapatkan berita itu dari akun facebook orang lain,” kata Yusuf.

Handphone milik pelaku sudah disita sebagai barang bukti. Handphone tersebut sudah terhubung dengan akun facebooknya. ”Kita sudah retas akun facebook-nya dan sudah kita take down,” bebernya.

Pelaku tidak ditahan. Karena, pelaku sedang hamil dan mengalami depresi. Takutnya, mengganggu kehamilannya. ”Kita hanya minta pelaku untuk wajib lapor saja,” ungkapnya.

Dari pengakuan keluarganya, pelaku pernah mengalami depresi dan pernah berobat di rumah sakit jiwa. Itu nantinya bakal dijadikan rujukan untuk tidak menahannya. ”Kita nanti koordinasi dengan psikiater, apakah pelaku mengalami gangguan jiwa atau tidak,” terangnya.

Sementara ini, pelaku dijerat dengan pasal 28 ayat 1 Undang-undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang  ITE. Acaman hukumannya maksimal dua tahun penjara. (arl/r2)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Sah! Gaji dan Tunjangan PPPK Sama dengan PNS

Penantian panjang honorer K2 yang lulus seleksi tes Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) 2019 lalu akhirnya usai sudah. Payung hukum terkait gaji dan tunjangan PPPK telah diterbitkan.

Antisipasi Penyebaran Covid Klaster Kampus!

KONDISI masyarakat pada era tatanan kehidupan baru (new normal) saat ini seolah-olah menggambarkan situasi masyarakat telah beradaptasi dengan tenangnya, kembalinya kehidupan normal saat ini kesadaran kita sebagai masyarakat dalam menghadapi pandemi covid-19 sedikit demi sedikit sudah mulai abai dalam menerapkan pola hidup sehat dalam upaya pencegahan dan memutus rantai penularan virus corona.

Penurunan Kasus Korona di NTB Ternyata Semu

Perubahan warna zona Covid-19 di NTB tidak menentu. Kabupaten Dompu yang sebelumnya digadang-gadang sebagai daerah percontohan kini malah masuk zona merah kasus penularan Covid-19.

Pemerintah Harus Turunkan Harga Tes Swab

TARIF uji usap atau tes swab dinilai masih terlalu mahal. Ketua DPR RI Puan Maharani pun meminta pemerintah mengendalikan tarif tes sebagai salah satu langkah pengendalian dan penanganan penyebaran Covid-19. Jumlah masyarakat yang melakukan tes mandiri akan meningkat ketika harganya lebih terjangkau.

Desa Sekotong Tengah Punya Taman Obat Keluarga

ADA budidaya tanaman obat di Desa Sekotong Tengah, Kecamatan Sekotong, Lombok Barat. Tanaman obat ini dibudidayakan oleh masyarakat setempat melalui Kelompok Taman Obat Keluarga Suren.

Desa Pesanggrahan Lotim, Tangguh Berkat Kawasan Rumah Pangan Lestari

Desa Pesanggrahan terpilih menjadi Kampung Sehat terbaik di Kecamatan Montong Gading. Desa ini punya Tim Gerak Cepat Pemantau Covid-19 yang sigap. Ekonomi masyarakat juga tetap terjaga meski pandemi melanda.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Bantuan Presiden, Pedagang Kaki Lima Bakal Diberi Rp 2,4 Juta

Kucuran bantuan pemerintah dalam rangka stimulus ekonomi di tengah pandemi Covid-19 semakin beragam. Kemarin (19/8) sore di halaman tengah Istana Merdeka bersama sejumlah pedagang kecil, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memperkenalkan Bantuan Presiden (Banpres) Produktif.
Enable Notifications    Ok No thanks