alexametrics
Kamis, 6 Agustus 2020
Kamis, 6 Agustus 2020

Kasus Kopi Tambora 2006, MA Bebaskan Mantan Kadis Perkebunan Bima

MATARAM-Terdakwa kasus dugaan korupsi Heru Priyanto bisa bernapas lega. Mahkamah Agung (MA) menyatakan Mantan Kadis Perkebunan Kabupaten Bima itu tidak bersalah. ”MA menguatkan putusan pengadilan negeri tingkat pertama,” kata Juru Bicara PN Tipikor Mataram Fathur Rauzi, Minggu (26/4).

Pada putusan tingkat pertama, Heru yang terjerat kasus pengamanan hasil Kopi Tambora Tahun 2006 itu dinyatakan bebas. Karena, majelis hakim berpendapat terdakwa tidak menikmati uang hasil korupsi. ”Kita sudah mendengar keterangan saksi-saksi dan bukti lainnya,” ungkapnya.

Putusan kasasi itu menguatkan uang titipan pengganti kerugian negara yang diberikan Heru harus dikembalikan oleh jaksa penuntut umum (JPU).”Jumlah uang yang dikembalikan JPU Rp 40 juta,” ucapnya.

Sebelumnya, JPU menuntut Heru dengan pidana satu tahun enam bulan penjara. Serta denda Rp 50 juta subsider tiga bulan kurungan.

Berdasarkan fakta yang terungkap di persidangan, bermula  dari jual beli kopi Tambora sebanyak 25 ton pada Juli 2016. Jual beli itu sudah dimasukkan dalam surat perjanjian yang ditandatangani pengusaha Hariadi dan terdakwa Heru. Pada perjanjian itu terdapat klausul uang muka yang harus diserahkan Rp 31 juta.

Heru selanjutnya, menyetorkan uang muka tersebut ke kas daerah melalui bendahara Abidin Muhammad.

Karena pengembalian itu sudah dibuktikan sehingga hakim menimbang Heru tidak terbukti menyuruh atau turut sertaa melakukan tindak pidana korupsi bersama ketua pelaksana kegiatan, Syafrudin Idris dan Kepala Kebun Suparno.

Diketahui, Pengamanan produksi kopi tambora tahun 2006 seluas 500 hektare dibiayai APBD Kabupaten Bima sebesar Rp192 juta. Pengelolaan senilai Rp 525 juta namun yang dilaporkan hanya Rp 378 juta. Dari hasil perhitungan BPKP Perwakilan NTB terdapat selisih Rp 147 juta sebagai kerugian negara.  (arl/r2)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Buntut Penutupan Savana Propok, TNGR Perketat Pemeriksaan Pengunjung

”Dengan penutupan ini semua akan lihat, kalau berbuat begitu pasti akan ditutup,” kata Kepala Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) Dedy Asriady, Rabu (5/8/2020).

Kasus Sewa Lahan Desa Sesela, Penyidik Perdalam Keterangan Saksi

Berkas penyidikan kasus dugaan korupsi penyewaan lahan untuk pembangunan tower tahun 2018 masih dilengkapi. Sejumlah saksi diperiksa maraton untuk melengkapi berkas penyidikan. ”Yang sudah kita periksa baru Ketua RT dan ada juga dari BPD (Badan Permusyawaratan Desa),” kata Kajari Mataram Yusuf, Rabu (5/8).

Efek Pandemi, Omzet Penjual Perlengkapan Sekolah di Mataram Merosot

”Tak hanya buku paket dan buku tulis saja. Hampir seluruh jenis peralatan sekolah alami penurunan penjualan. Bahkan menjalar ke barang-barang peralatan kantor,” katanya.  

Totalitas dalam Melindungi Hak Pilih

SALAH satu asas penting dalam pelaksanaan pemilu/pemilihan adalah asas jujur. Kata jujur ini tidak hanya muncul sebagai asas penyelenggaraan pemilu/pemilihan, namun juga hadir sebagai prinsip dalam penyelenggaraannya. Setiap kata yang disebut berulang-ulang apalagi untuk dua fondasi yang penting (asas-prinsip) maka kata itu menunjukkan derajatnya yang tinggi.

Sanksi Tak Pakai Masker, Bayar Denda atau Bersihkan Toilet Pasar

Peraturan daerah (Perda) tentang Penanggulangan Penyakit Menular berlaku efektif bulan ini. Denda bagi aparatur sipil negara (ASN) yang melanggar lebih berat dibandingkan warga biasa.

Pertama Sejak 1998, Ekonomi RI Kembali Minus, Resesi Sudah Dekat

Usai dua dekade berlalu, kini sejarah kelam pertumbuhan ekonomi minus kembali terulang. Badan Pusat Statistik (BPS) kemarin (5/8) melaporkan pertumbuhan ekonomi RI kuartal II 2020 tercatat -5,32 persen.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Gawat, 300 Mata Air di NTB Menghilang

Perusakan lingkungan, khususnya hutan membuat NTB kehilangan hampir 300 mata air. ”Dari 700-an mata air sekarang tersisa 400 sekian titik mata air,” ungkap Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) NTB H Madani Mukarom, Seninn (3/8).

Tabrakan, Pengendara Terbakar di Sindu Cakranegara

Satlantas Polresta Mataram menelusuri penyebab kecelakaan sepeda motor yang terjadi di Jalan Gora, Sindu Cakranegara, Senin malam (3/8). Peristiwa itu menyebabkan pengendara, Gusti Gede Kumbang meninggal dunia dengan kondisi terbakar.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Ungkap Dugaan Pembunuhan LNS, Polres Mataram Periksa 13 Saksi

Penemuan jasad LNS, 23 tahun dalam posisi tergantung di dalam sebuah rumah di di perumahan BTN Royal, Jempong Baru, Sekarbela, Mataram menyisakan tanda tanya. Penyidik Polresta Mataram  memeriksa sejumlah saksi secara maraton.
Enable Notifications.    Ok No thanks