alexametrics
Minggu, 12 Juli 2020
Minggu, 12 Juli 2020

Kejati NTB Kedepankan Fungsi Pencegahan Pidana Korupsi

MATARAM-Kejati NTB memiliki cara lain untuk melawan korupsi. Korps Adhyaksa itu lebih banyak melakukan pencegahan daripada penindakan. ”Lebih baik mencegah daripada menindak,” kata Kajati NTB Nanang Sigit Yulianto, Jumat (26/6).

Pencegahan dilakukan melalui imbaun. Bahkan, bisa langsung turun memberikan teguran ke orang maupun instansi yang bersangkutan. ”Kalau masih bisa ditegur dan berubah serta tidak merugikan keuangan negara kan masih bisa diperbaiki,” ujarnya.

Menurutnya, melalui pencegahan dapat meminimalisasi kerugian negara yang timbul. Sehingga, pembangunan di NTB dapat berjalan maksimal. ”Sekarang tujuan kita mengawal pembangunan di NTB demi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat,” ungkapnya.

Nanang menekankan bagi mereka atau instansi lain yang sudah diimbau tetap ngotot melakukan korupsi, bukan berarti tidak ditindak. “Kita sudah kawal, diingatkan dan  diimbau supaya mengurungkan niat melakukan korupsi, tetapi masih ngeyel melakukannya, mau tidak mau harus ditindak,” ungkapnya. ”Kita sikat mereka,” tegas Nanang.

Nanang mengatakan, Kejati NTB tidak memiliki target khusus untuk penanganan korupsi. ”Yang pasti target kita sebanyak-banyaknya,” ucapnya.

Di pertengahan tahun ini, baru satu kasus yang ditingkatkan ke proses penyidikan oleh Kejati NTB. Yakni, pengelolaan dan pemeliharaan gedung asrama haji NTB tahun 2017. ”Ya, baru itu saja sudah naik dik (penyidikan),” terangnya.

Penanganan kasus berawal dari temuan Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) mengenai indikasi kerugian negara Rp1,2 miliar. tahapannya kini masih proses penghitungan kerugian negara. ”Segera kita tetapkan tersangka,” kata dia.

Yang lain masih proses penyelidikan. Itu tidak boleh diekspose selama masih penyelidikan. ”Nanti kalau sudah naik dik baru kita ekspose,” ungkapnya. (arl/r2)

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Dewan Mataram Sorot Kualitas Makanan untuk Pasien Korona

Pansus pengawasan covid DPRD Kota Mataram mengkritisi penanganan pasien di Wisma Nusantara (Wisnu). ”Pas kunjungan ke sana, kita tanyakan beberapa hal. Salah satunya soal makanan,” kata Ketua Pansus Abdurrachman,

Ke Praya Tak Pakai Masker, Siap-siap Dihukum Push Up

Menurunnya kesadaran warga menggunakan masker membuat jajaran Polres Lombok Tengah menggelar razia. “Kami sasar pasar-pasar dan pusat pertokoan di wilayah Praya,” kata Kasatnarkoba Polres Loteng Iptu Hizkia Siagian, Jumat (10/7).

JPS Gemilang III Segera Disalurkan, Mudah-mudahan Tepat Sasaran

antuan Jaring Pengaman Sosial (JPS) Gemilang tahap III segera disalurkan. Gubernur NTB H Zulkieflimansyah meminta penyaluran JPS yang terakhir ini dilakukan tanpa cela.

Pemerintah Janji Bantu UMKM NTB Terdampak Korona, Ini Syaratnya

encairan bantuan Rp 800 triliun bagi UMKM dan IKM masih menunggu petujuk pemerintah pusat. ”Kita tunggu petunjuk teknisnya dari kementerian koperasi UKM,” kata Kepala Dinas Koperasi dan UKM NTB Wirajaya Kusuma, Jumat (10/7

Kompak Lawan Korona, Kelurahan Cakra Timur Bertahan di Zona Hijau

Kelurahan Cakranegara Timur patut dicontoh. Saat keluarahan lain di Kota Mataram zona merah Covid-19, justru Cakra Timur berada pada zona hijau. Strategi para pemimpin di wilayah ini membuat virus Korona tak berani mendekat. Apa resepnya?

Berkurban di Masa Korona, Ini Fatwa MUI

Jumat (10/7) malam Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan fatwa terbaru bernomor 36/2020 tentang salat Idul Adha dan penyembelihan hewan kurban. MUI di antaranya meminta kegiatan penyembelihan tidak tekonsentrasi pada saat Idul Adha saja.

Paling Sering Dibaca

Diserang Penjahat, Perwira Polisi di Sumbawa Meninggal Dunia

IPDA Uji Siswanto, Kepala Unit (Kanit) Reskrim Polsek Utan, Sumbawa gugur dalam bertugas. Ayah tiga anak ini diserang oleh seorang terlapor berinisial RH alias Bim kasus pengancaman. Korban diserang, setelah mendamaikan warga dengan terduga pelaku.

Duka di Lombok Utara, Suami Tewas Tergantung, Istri Tergeletak di Ranjang

Warga Dusun Sumur Jiri, Desa Santong Mulia, Kecamatan Kayangan, Lombok Utara, geger. Pasangan suami istri (pasutri) berinisial S, 25 tahun dan R, 20 tahun ditemukan tewas di dalam rumahnya, Minggu malam (5/7).

12 Karyawan Bank di Cilinaya Mataram Positif Korona

Di Kelurahan Cilinaya misalnya. Di sini tercatat ada 12 karyawan salah satu bank terpapar virus Korona. “Sebenarnya hanya satu. Namun setelah kita tracing, menjadi 12 orang yang positif,” kata Lurah Cilinaya I Gusti Agung Nugrahini, Kamis (9/7)

Pakai Narkoba, Satu Anggota Polisi Ditangkap di Mataram

Tim Subdit II Ditresnarkoba Polda NTB menangkap jaringan narkoba di salah satu hotel di mataram dua pekan lalu. Sebanyak empat orang berinsial E, LA, AD, dan SL. “E adalah polisi aktif, LA dan AD pecatan polisi, SL warga sipil,” kata Dirresnarkoba Polda NTB Kombes Pol Helmi Kwarta Kusuma Putra Rauf, kemarin (10/7).

PKS Berpeluang Kocok Ulang Figur di Pilbup Lombok Tengah

Peta kekuatan politik Bakal Pasangan Calon (Bapaslon) di Lombok Tengah (Loteng) tampak berimbang. Ini terlihat dari hasil survei yang dilakukan PKS bekerja sama dengan Olat Maras Institute (OMI).
Enable Notifications.    Ok No thanks