alexametrics
Senin, 21 September 2020
Senin, 21 September 2020

Pokok Persoalan LCC Belum Tersentuh

MATARAM-Penanganan kasus dugaan korupsi Lombok City Center (LCC)  Lombok Barat (Lobar) belum menyentuh pada persoalan agunan asetnya. Meskipun, berdasarkan aturan tak diperbolehkan aset daerah diagunkan.

Diketahui, Perusda Lobar, PT Tripat menjalin kerjasama dengan PT Bliss. Mereka mengagunkan tanah yang berada di LCC  seluas 4,8 hektare ke Bank Sinarmas.

Kejati NTB Arif mengatakan, untuk bisa masuk pada persoalan itu cukup sulit. Karena, mereka mengagunkan berdasarkan kerjasama yang sudah disepakati. ”Kita tidak bisa masuk karena persoalan itu masuk pada ranah perdata,” kata Arif.

Terkecuali, unsur pada korupsi terpenuhi. Seperti, terdapat unsur kerugian negara. “Kita belum temukan adanya kerugian negara pada perjanjian itu,” ucapnya.

Tak hanya itu, penyidik bisa masuk apabila aset milik Pemda Lobar itu sudah lepas ke pihak ketiga atau mengatasnamakan hak milik. ”Setahu saya, saat ini tanah yang diagunkan itu masih mengatasnamakan Pemda Lobar,” bebernya.

Arif sepakat kalau perjanjian yang dibuat PT Tripat dengan PT Bliss bertentangan dengan undang-undang. Tetapi, semua itu dapat digugat pihak Pemda Lobar. ”Sekarang tergantung dari Pemkab Lobar apakah mau menggugat pihak PT Bliss atau tidak,” ungkapnya.

Sehingga, dua persoalan yang fokus diusut jaksa. Yakni, penggantian gedung kantor Dinas Pertanian yang saat  itu berdiri di atas lahan LCC. Serta penyertaan modalnya. “Saat ini, kita masih menunggu hasil perhitungan kerugian negara dari BPKP,” jelasnya.

Setelah itu, baru menetapkan nama tersangka. ”Kita periksa dua tiga saksi lagi baru kita tetapkan tersangka,” kata dia.

Sementara itu, Dosen Fakultas Hukum Universitas Mataram (Unram) Prof Zainal Asikin mengatakan, berdasarkan Undang-undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara tidak diperbolehkan aset negara diagunkan. Apabila perjanjian PT Tripat dengan PT Bliss terdapat klausul yang menyatakan aset daerah diagunkan. Berarti pernjanjian itu batal demi hukum. ”Karena bertentangan dengan Undang-undang,” kata Zainal Asikin.

Apabila batal demi hukum, tidak perlu digugat melalui pengadilan secara perdata. ”Sekarang tergantung pemkab. Mereka peka atau tidak terkait persoalan itu,” ungkapnya.

Menurutnya, jika dari perjanjiannya saja sudah salah maka pelaksanaannya juga salah. Persoalan itu, bisa masuk ranah korupsi. ”Apalagi kalau ada kerugian negaranya, bisa masuk ke ranah korupsi,” ujarnya.

Menurutnya, memungkinkan saja nanti pihak bank mengambil tanah.  Apabila pihak PT Tripat dan PT Bliss tidak mampu menyetorkan sisa kreditnya. “Itu yang berbahaya, aset LCC bisa lepas nanti,” pungkasnya. (arl/r2)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Penyuntikan Vaksin Korona Untuk Warga Dimulai Januari 2021

Pemerintah telah bekerja sama dengan Uni Emirat Arab dan mendapatkan vaksin untuk Covid-19 sebanyak 20 juta dosis. Rencananya, vaksin mulai didistribusikan pada Desember.

Kampung Sehat, Warga Desa Setanggor Semangat Gotong Royong

GAIRAH warga Desa Setanggor, Kecamatan Praya Barat sedang menggebu-gebu untuk mewujudkan lingkungan mereka yang bersih dan sehat. Karena itu, jangan heran manakala menemukan semangat gotong royong masyarakat di desa ini sangat tinggi.

Satu Gerakan, Warga Desa Kuripan Lawan Penyebaran Covid-19

Warga Desa Kuripan kian konsisten menerapkan protokol kesehatan. Apalagi setelah berhasil menyabet juara pertama untuk tingkat kabupaten di lomba Kampung Sehat. Sederet inovasi pun telah disiapkan Desa Kuripan.

Simulasi KBM Tatap Muka SMA Sederajat di NTB Pekan Kedua Dimulai

Simulasi KBM tatap muka untuk SMA sederajat di NTB memasuki pekan kedua. ”Sambil kami tetap memantau perkembangan penyebaran Pandemi Virus Korona,” kata Kepala Dinas Dikbud NTB H Aidy Furqan, pada Lombok Post, Minggu (20/9/2020).  

Mendikbud Pastikan Wacana Penghapusan Mapel Sejarah Hoaks

”Tidak ada sama sekali kebijakan regulasi atau perencanaan penghapusan mata pelajaran sejarah di kurikulum nasional,” tegas dia.

HARUM Goda Pemilih Millenial Lewat Lomba Film Pendek dan E-Sport

Bakal Calon Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana mencoba menggoda pemilih milenial. Caranya, dengan menggelar film pendek dan e-sport. "Orang yang menggeluti dunia film tidak banyak. Bagi sebagian orang ini ekslusif. Prosesnya panjang," kata Mohan Sabtu malam (19/9) lalu.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Film MOHAN, Ini Dia Official Teasernya

Rumah Produksi Warna tengah merampungkan pembuatan film MOHAN. Film bergenre drama remaja tersebut tengah memasuki fase shooting. Namun demikian sebagai bocoran Warna telah meluncurkan cuplikan Official Teaser nya.

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.
Enable Notifications    Ok No thanks