alexametrics
Jumat, 25 September 2020
Jumat, 25 September 2020

Polisi Blender 107,7 Gram Sabu

MATARAM-Polisi memusnahkan narkotika jenis sabu seberat 107,7 gram. Barang haram tersebut diperoleh dari dua terduga bandar dan kurir sabu, yang tertangkap awal Februari, yakni Supardi dan Diki.

Kasatresnarkoba Polres Mataram AKP Kadek Adi Budi Astawa mengatakan, pemusnahan barang bukti merupakan petunjuk dari jaksa untuk kelengkapan berkas perkara. Dari total 108,26 gram sabu, polisi memusnahkannya dengan cara diblender sebanyak 107,7 gram.

”Sisanya sudah disisihkan sebagai barang bukti untuk di persidangan,” kata Adi, kemarin (27/2).

Sabu dimusnahkan langsung kedua tersangka. Dengan disaksikan penasihat hukum, perwakilan kejaksaan, dan pihak dari Pengadilan Negeri (PN) Mataram.

Adi mengatakan, pihaknya masih berupaya menuntaskan kasus secepatnya. Penyidik telah melakukan proses tahap satu, yakni melimpahkan berkas kepada jaksa peneliti. ”Kalau dinyatakan lengkap, tersangka bisa kita limpahkan ke penuntut umum,” ujar dia.

Lebih lanjut, kata Adi, pelaku Supardi merupakan target operasi jajarannya. Dia diduga sebagai bandar narkotika jenis sabu untuk wilayah Lombok. Sebelum menangkap pelaku, tim berpura-pura memesan sabu sebanyak satu ons.

Pelaku menyambut tawaran itu dengan harga Rp 100 juta. Supardi lantas sepakat untuk bertemu dengan polisi yang menyamar sebagai pembeli. Pertemuan disepakati dilakukan di salah satu lesehan di Sayang-sayang, Kota Mataram.

Saat itu bukan pelaku sendiri yang datang ke lokasi. Tetapi, kurir yang lebih dulu datang dengan meminta uang tanda jadi. Setelah kurir pergi, sekitar pukul 12.30 Wita, Jumat (8/2), datang pelaku menggunakan motor.

”Pelaku mendatangi petugas dengan memperlihatkan barang bukti berupa dua poket berisi kristal bening diduga sabu,” ungkapnya.

Setelah memastikan isi plastik bening adalah sabu, petugas langsung meringkus pria yang sebelumnya pernah masuk penjara akibat kasus uang palsu. Penangkapan terhadap Supardi. ditindaklanjuti dengan menggeledah kediaman pelaku di Terara, Lotim.

Adapun Diki, tertangkap di di Jalan Gora, Lingkungan Sindu Timur, Kota Mataram. Diki didapati mengantongi sabu seberat 87,55 gram. ”Saya cuma disuruh antar saja,” kata Diki, kemarin.

Diki mengaku barang haram tersebut milik mertuanya yang kini mendekam di penjara. Untuk satu kali mengantar sabu, Diki mendapat upah Rp 150 ribu. ”Baru lima kali (antar). Dikasih Rp 150 ribu, cukup untuk beli susu anak saja,” ujar dia.(dit/r2)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

LPPOM MUI NTB Target Sertifikasi Halal 125 Usaha Rampung Tahun Ini

”Rinciannya, dari Dinas Perindustrian NTB dan pusat sebanyak 75 usaha, serta Dinas Koperasi Lombok Barat sebanyak 50 usaha,” katanya, kepada Lombok Post, Rabu (23/9/2020).

Solusi BDR Daring, Sekolah Diminta Maksimalkan Peran Guru BK

Jika terkendala akses dan jaringan internet, layanan dilaksanakan dengan pola guru kunjung atau home visit. ”Di sanalah mereka akan bertemu dengan siswa, orang tua, keluarga. Apa permasalahan yang dihadapi, kemudiann dibantu memecahkan masalah,” pungkas Sugeng.

Subsidi Kuota Internet, Daerah Blank Spot di NTB Pertanyakan Manfaat

”Kalau jangkauan towernya luas, tentu ini sangat menunjang sekaligus mendukung pemanfaatan kebijakan pusat,” tandasnya.

Anugerah Pewarta Astra 2020 Kembali Digelar

Astra mengajak setiap anak bangsa untuk menebar inspirasi dengan mengikuti Anugerah Pewarta Astra 2020. ”Di NTB sendiri kami membina warga Kelurahan Dasan Cermen yang merupakan wilayah Kampung Berseri Astra. Harapannya, masyarakat dapat menggambarkan dukungan Astra untuk mewujudkan masyarakat Indonesia yang lebih optimis demi kemajuan dan kesejahteraan bangsa,” ujar Gusti Ayu.

Pilwali Mataram, HARUM satu SALAM dua MUDA tiga BARU empat

Pengundian nomor Pasangan Calon (Paslon) Wali Kota Mataram dan Wakil Wali Kota Mataram berjalan di bawah protokol Pandemi Covid-19 dengan ketat, pukul 19.00 wita-selesai semalam.

Catat, Kampanye Undang Massa Bisa Dipidana

Seluruh calon kepala daerah yang akan berlaga dalam Pilkada serentak di tujuh kabupaten/kota di NTB telah ditetapkan, kemarin (23/6). Hari ini, para calon kepala daerah tersebut akan melakukan pengundian nomor urut. Kampanye akan dimulai pada 26 September. Seluruh kandidat harus hati-hati berkampanye di masa pandemi. Sebab, mengundang massa dalam kampanye bisa dikenakan pidana.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Tertular Korona di Luar Daerah, Bupati Lotim Sempat Drop

Bupati Lombok Timur HM Sukiman Azmy menjadi kepala daerah pertama di NTB yang positif terinfeksi Covid-19. Pemimpin Gumi Patuh Karya dua periode tersebut menjalani uji usap (swab) pada Senin (21/9) di RSUD dr Raden Soedjono Selong.
Enable Notifications    Ok No thanks