alexametrics
Rabu, 23 September 2020
Rabu, 23 September 2020

Dihukum Lebih Berat, Mantan Kadispar Lobar Siapkan Kasasi

MATARAM-Hakim tingkat banding memvonis Mantan Kepala Dinas Pariwisata (Kadispar) Lombok Barat (Lobar) Ispan Junaidi lebih berat. Sebelumnya, PN Tipikor Mataram memvonis Ispan dengan hukuman empat tahun penjara, malah bertambah menjadi lima tahun setelah jaksa melayangkan banding.

 

Sebelumnya, PN Tipikor Mataram divonis bersalah melanggar pasal 11 Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang perubahan atas Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Tindak Pidana Korupsi. Namun, hakim tingkat banding memvonis Ispan dengan Pasal 12e Undang-undang Tipikor.

 

Dengan divonis lebih berat, Ispan menyiapkan ancang-ancang untuk kasasi. “Kita siapkan untuk proses kasasi,” kata penasihat hukum Ispan Junaidi, Mujtahidin, Rabu (27/5).

Sejauh ini, dia belum menerima petikan putusan dari Pengadilan Tinggi. Jika sudah diterima, selanjutnya dipelajari untuk menyiapkan materi kasasi. “Kalau sekarang belum bisa kita beberkan materi kasasinya,” kata dia.

 

Mujtahidin kaget ketika mendengar putusan PT NTB. Karena, sampai putusan tersebut dikeluarkan di website SIPP PN Mataram, dia belum pernah menerima surat pemberitahuan penyerahan kontra banding ke PT NTB dari PN Mataram.

 

“Seharusnya saya menerima surat laporan itu. Tetapi, tidak pernah saya terima. Tiba-tiba saya mendengar putusan dari media,” bebernya.

 

Sedangkan Kasi Pidsus Kejari Mataram Wayan Suryawan belum menentukan apakah akan melayangkan kasasi atau tidak terkait putusan hakim banding. Karena, putusan tersebut belum sesuai dengan tuntutan jaksa penuntut umum (JPU). “Kita tuntut terdakwa tujuh tahun penjara dan denda Rp 500 juta subsider enam bulan kurungan,” kata Wayan.

 

Untuk menentukan Kasasi akan dikoordinasikan dengan pimpinan. “Saya tidak bisa menentukan sendiri,” jelasnya.

 

Terkait dengan terdakwa akan menyiapkan kasasi, Jaksa mempersilakan. Karena, itu merupakan haknya. “Kita tunggu saja apakah benar mereka akan mengajukan kasasi atau tidak,” kata dia.

 

Sebagai pengingat, Ispan terbukti menerima fee proyek pembangunan kawasan wisata di Pusuk Lestari. Dia tertangkap tangan menerima fee proyek pada November 2019 oleh tim Intel Kejari Mataram.

Dia menerima fee proyek sekitar Rp 75 juta dari kontraktor proyek CV Titian Jati. Perusahaan tersebut mendapatkan kontrak Rp 1,58 miliar untuk mengerjakan proyek wisata Pusuk Lestari. (arl/r2)

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Dorong Pertumbuhan Ekonomi, NTB Promosikan Peluang Investasi

Ini merupakan kegiatan yang diselenggarakan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Singapura, Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), dan Bank Indonesia. ”Pasti ujungnya juga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” kata Kepala Perwakilan BI NTB Heru Saptaji.

Efek Pandemi, Transaksi Valas di NTB Melorot 90 Hingga Persen

”Hingga kini pandemi telah memukul telak seluruh kegiatan usaha penukaran valuta asing (kupva) di money changer hingga 90 persen,” kata Darda Subarda, pemilik Money Changer PT Tri Putra Darma Valuta, kepada Lombok Post, Selasa (22/9/2020).

Silky Pudding Drink Lombok, Minuman Kekinian Satu-satunya di Lombok

Minuman ini hadir dengan delapan varian rasa, yakni Red Island, Choco Dream, Magical Blue, dan Beauty Sunset. Juga Baby Queen, Sweet Choco, Deep Purple dan terakhir ada Snlight Choco. “Harganya hanya Rp 13.000 per cup,” kata Ramadarima, pemilik Silky Pudding Drink Lombok.

Sumbawa Gelar Simulasi KBM Tatap Muka

”Masing-masing kecamatan, ada perwakilan atau piloting, minimal dua sekolah yang kami tunjuk,” kata Sahril.

Disdik Kota Mataram Berharap Bantuan Kuota Dimanfaatkan Maksimal

”Kami belum tahu persis, makanya kami akan tunggu petunjuk berikutnya,” ujarnya, pada Lombok Post, Selasa (22/9/2020).

Saatnya Kota Mataram Dipimpin Arsitek

“Tidak bisa kita mengharapkan perubahan, kalau masih memberikan kepemimpinan pada orang yang sama,” kata Ketua Partai Gelora NTB HL Fahrurrozi.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Dua Terduga Pengedar Ekstasi Tertangkap di Karang Kediri

Dua terduga pengedar ekstasi berinsial PAW alias Patrick, 28 tahun, dan AZP alias Agli, 25 tahun, dibekuk tim Satnarkoba Polresta Mataram, Kamis (17/9) malam. ”Kita tangkap mereka di Lingkungan Karang Kediri, Cakranegara,” kata Kasatnarkoba Polresta Mataram AKP Elyas Ericson, kemarin (18/9).

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...
Enable Notifications    Ok No thanks