alexametrics
Rabu, 30 September 2020
Rabu, 30 September 2020

Otak “Bajing Loncat” Komplotan Pencuri di Truk-truk Ekspedisi Lombok Ditembak

MATARAM-Pelarian otak pelaku pencurian spesialis barang di truk ekspedisi (bajing loncat) berinisial Z alias Jung terhenti. Pria berusia 25 tahun itu ditangkap di wilayah Petemon, Pagutan, Mataram, akhir pekan lalu. “Kita sudah tiga minggu mengejar pelaku,” kata Kapolsek Cakranegara AKP Zaky Maghfur, Rabu (27/5).

Saat akan ditangkap, pria yang berdomisili di Dasan Cermen, Mataram itu berusaha melarikan diri. Bahkan, berupaya melawan petugas. “Sehingga tim melakukan penindakan tegas dan terukur,” ungkapnya.

Dari hasil penyelidikan, Jung merupakan otak pelaku. Modus mereka mengambil barang ekspedisi seperti para pelaku bajing loncat. “Mereka mengambil barang-barang ekspedisi yang masih diangkut di truk atau fuso,” bebernya.

Untuk beraksi, Jung dibantu empat rekannya. Berinisial S, B, A, dan S. “Keempat pelaku sudah kita tangkap semuanya,” ujarnya.

Mereka sudah beraksi di delapan tempat. Hampir seluruh ekspedisi di Mataram sudah dibobolnya. “Mereka bisa dengan mudah membobol truk pengangkut barang ekspedisi karena sebelumnya mereka pernah bekerja sebagai sopir ekspedisi,” bebernya.

Mereka biasanya beraksi dini hari. Mereka memanfaatkan para supir truk pengantar barang ekspedisi lelah dan beristirahat. “Saat sopir truk mengantuk dan ketiduran, mereka membongkar barang yang ada di truk,” ujarnya.

Hanya hitungan menit, barang yang terbungkus menggunakan terpal raib. “Mereka membagi tugas saat beraksi. Ada sebagai pengambil barang dan pengantar barang,” kata Zaky.

Dari seluruh TKP tempatnya beraksi, tim baru menemukan barang bukti berupa 4 buah Dispenser, 1 dus saringan got, 1 dus paku seng, 1 dus palu modem, 2 dus sepatu proyek, 24 dus magic com, 10 dus kompor rinnai. “Barang bukti itu untuk satu TKP saja. Tempatnya di UD Mitra Trasindo,” bebernya.

Dari kejadian tersebut korban mengalami kerugian sebesar Rp 16,9 juta.”Kita masih kembangkan untuk pencarian barang bukti lainnya,” kata dia.

Tak hanya itu, mereka juga mecuri pesanan paket Alat Pelindung Diri (APD) milik Rumah Sakit Narmada Awet Muda. Mereka mengambil APD untuk penanganan Covid-19 itu di PT Budi Mulia Ekspedisi. “APD pesanan rumah sakit itu diambilnya sebanyak dua karung,” ujarnya.

Dari keterangan pelaku, APD itu sebagian dibagikan dan dijual ke seseorang di Babakan. “Kuta masih mencari APD itu apakah masih utuh atau tidak,” bebernya.

Dari perbuatannya, komplotan bajing loncat itu dijerat pasal 363 KUHP. Ancaman hukumannya maksimal tujuh tahun penjara. (arl/r2)

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

World Tourism Day, Pembangunan Harmoni Manusia dan Alam

PERUBAHAN arah pembangunan menuju pembangunan berkelanjutan saat ini menjadi tema utama dan agenda universal, termasuk dalam pembangunan disektor kepariwisataan. Pembangunan berkelanjutan yang dimaksud yakni menyeimbangkan dan mengintegrasikan antara pertumbuhan ekonomi, sosial dan lingkungan untuk kelangsungan hidup manusia dan bumi (Resolusi Majlis Umum PBB, 2015).

PLN Diskon 75 Persen Tambah Daya Hingga 3 Oktober

PLN NTB terus mendukung upaya pemulihan ekonomi di masa pandemi. Khususnya bagi pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah dan juga Industri Kecil Menengah. Salah satunya dengan memberikan keringanan Biaya Penyambungan Tambah Daya untuk memberdayakan dan menumbuhkan kegiatan perekonomian UMKM/IKM.

Zona Hijau Korona di NTB Kian Berat

”Indikatornya lebih tajam lagi. Kemarin, yang dihitung hanya pasien positif (Covid-19) saja. Sekarang probable juga dihitung,” kata Kepala Dinas Kesehatan NTB dr Hj Nurhandini Eka Dewi, usai rapat evaluasi penanganan Covid-19, di kantor gubernur NTB, kemarin (28/9).

Masih Banyak Masyarakat Yakin Tak Tertular Korona

KESADARAN dan pemahaman masyarakat pada bahaya Covid-19 masih rendah. Hal itu tercermin dari survei Perilaku Masyarakat di Masa Pandemi yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS).

Omnibus Law Disahkan, Buruh Ancam Mogok Nasional

Pembahasan RUU Cipta Kerja atau Omnibus Law di DPR yang sudah rampung menimbulkan tanda tanya besar di kalangan pekerja. Sebab, pekerja akan paling terdampak dengan pasal-pasalnya. Salah satunya soal pemberian pesangon.

Optimisme Najmul – Suardi di Tengah Pandemi

Bencana gempa bumi 2018 dan pandemi Covid-19 membawa ujian berat bagi pariwisata di Kabupaten Lombok Utara (KLU). Tetapi semangat tidak boleh padam, masa-masa pandemi harus dilalui dengan penuh keteguhan dan ikhtiar yang kokoh.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Bantuan Presiden, Pedagang Kaki Lima Bakal Diberi Rp 2,4 Juta

Kucuran bantuan pemerintah dalam rangka stimulus ekonomi di tengah pandemi Covid-19 semakin beragam. Kemarin (19/8) sore di halaman tengah Istana Merdeka bersama sejumlah pedagang kecil, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memperkenalkan Bantuan Presiden (Banpres) Produktif.
Enable Notifications    Ok No thanks