alexametrics
Rabu, 12 Agustus 2020
Rabu, 12 Agustus 2020

Jasad Perempuan Tergantung di Mataram, Polisi Periksa Pacar Korban

MATARAM—Penyidik Polresta Mataram masih mendalami penyebab gadis LNS, 23 tahun gantung diri. Pacar korban diperiksa polisi. ”Kita sudah periksa Rio (pacar korban),” kata Kasatreskrim Polresta Mataram AKP Kadek Adi Budi Astawa, Senin (27/7).

Dia dan korban terakhir bertemu Selasa (21/7) di rumah tempat LNS gantung diri, Jalan  Arafah II Nomor 4 BTN Royal, Jempong Baru, Sekarbela, Mataram. Sempat terjadi cekcok dengan korban. ”Kita tidak bisa memberitahukan penyebab pertengkaran mereka,” ujarnya.

Pada hari Selasa itu, Rio sempat berpesan ke korban untuk pergi ke Bali mengantarkan adiknya kuliah. Rio juga memberitahukan ke korban bahwa dirinya akan melanjutkan kuliah S2 di Jogjakarta. ”Tetapi, korban tak setuju. Dan tidak ingin ditinggal oleh Rio,” jelasnya.

Keesokan harinya, Rio pergi ke rumah orang tuanya di Janapria, Lombok Tengah (Loteng). Dia bersiap-siap untuk mengantarkan adiknya kuliah di Bali. ”Sesampainya di Bali, Rio sempat mengabarkan dirinya ke pacarnya ini (korban). Dia (Rio,Red) juga memberitahukan bakal langsung ke Jogja,” jelas Kadek Adi.

Tetapi, korban masih tidak terima dengan keputusan Rio. Pada Kamis malam  (23/7) Rio mencoba menghubungi korban. ”Tetapi, handphone korban tidak aktif,” ujarnya.

Begitu pun pada Jumat (24/7), handphone korban masih juga tidak aktif. Sehingga, Jumat malam Rio pun menghubungi temannya berinisial TN, 22 tahun. ”Rio meminta bantuan TN untuk mencari korban. Karena, sejak dua hari nomor handphone-nya tidak juga aktif,” kata Kadek Adi.

Keesokan harinya, TN berusaha mencari korban di kosnya. Jalan Irigasi, Kekalik Jaya, Ampenan. ”TN juga tidak menemui korban,” ujarnya.

Sekitar pukul  16.00 Wita, TN mencari korban ke rumah Rio. Terlihat sepeda motor korban sedang terparkir di halaman.

Lalu, TN masuk ke dalam mencari LNS. Rumah Rio yang sudah rusak pintunya didorong TN. ”Disitu korban ditemukan dalam kondisi tergantung dan TN menghubungi pihak kepolisian,” ungkapnya.

Kadek Adi mengatakan, sampai saat ini penyidik belum melakukan gelar perkara. Karena, belum mendapatkan hasil visum dari Rumah Sakit Bhayangkara. ”Kita belum terima. Masih menunggu ini,” ujarnya.

Penyidik sebenarnya berupaya untuk melakukan otopsi. Agar diketahui penyebab kematiannya. ”Tetapi, pihak keluarga menolak untuk dilakukan otopsi,” tutupnya.

Terpisah, Direktur Biro Konsultasi dan Bantuan Hukum (BKBH) Universitas Mataram (Unram) Joko Jumadi mengatakan, pihak kelurga telah memberikan kuasa untuk penanganan perkara LNS gantung diri. Setelah dipertimbangkan, keluarga bersedia melakukan proses otopsi. “Sudah kita tandatangani surat untuk proses otopsi,” kata Joko.

Langkah otopsi yang dilakukan untuk mengetahui lebih jelas penyebab kematian korban. Apakah memang karena murni gantung diri atau diperlakukan kasar. “Kami menduga korban ini diperlakukan kasar oleh pacarnya,” ungkapnya.

Karena, dari pengamatannya korban mengalami luka lecet dan lebam. “Saya tidak bisa paparkan lukanya itu. Nanti dokter yang menjelaskan,” kata dia. (arl/r2)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Lawan Korona di Lombok tengah Lockdown Dusun Tetap Jadi Pilihan

Pencegahan penularan covid-19 di Lombok Tengah terus dilakukan pemkab. “Harapannya, jangan ada lagi yang positif,” kata sekretaris gugus tugas Covid-19 Murdi pada Lombok Post, Senin (10/8).

Kabar Baik, Pemerintah Izinkan Pengiriman TKI ke Luar Negeri

Pemerintah telah membuka peluang kerja bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI) alias Tenaga Kerja Indonesia (TKI). Hanya saja, rekrutmen terbatas pada tenaga kerja terlatih sektor formal.

Tempat Hiburan di Lobar Tak Patuh Cegah Korona, Dewan : Segel Saja!

DPRD Lombok Barat (Lobar) memberi atensi penerapan protokol pencegahan covid. Terutama untuk tempat hiburan malam. ”Kami support penegak hukum dan pemerintah. Kalau ada yang membandel, segel saja,” kata Ketua Fraksi Demokrat DPRD Lobar Indra Jaya Usman, Senin (10/8).

Pasangan Makmur-Ahda Tersandera SK PKB

MATARAM--Bakal Pasangan Calon (Bapaslon) HL Makmur Said-H Badruttamam Ahda tersandera SK dukungan dari PKB. Tanpa PKB, pasangan ini kemungkinan besar tak bisa bertarung di Pilkada Kota Mataram.

FK Unram Prediksi Puncak Penularan Korona di NTB Bulan Ini

Peneliti dari Fakultas Kedokteran Universitas Mataram sempat memprediksi Bulan Agustus ini menjadi puncak pandemi Covid-19. Namun, trend Covid-19 justru perlahan menurun.

Bantu Siswa Belajar, Masjid Al-Falah Monjok Siapkan Internet Gratis

Inovasi Takmir Masjid Al-Falah Kelurahan Monjok patut ditiru. Terutama oleh takmir masjid di Kota Mataram. Karena, mereka menyiapkan internet gratis bagi siswa dan mahasiswa yang saat ini sedang menerapkan metode belajar dalam jaringan (daring).

Paling Sering Dibaca

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Cucu Bupati Pertama Loteng Siap Mengabdi untuk Lombok Tengah

Menjadi satu-satu sosok perempuan, Hj Lale Prayatni percaya diri maju menjadi calon bupati Lombok Tengah. Birokrat perempuan ini ingin membawa perubahan bagi Lombok Tengah ke arah lebih baik. ”Saya terpanggil untuk mengabdi di kampung halaman saya,” kata Hj Lale Prayatni, Minggu (9/8).

Digerebek Polisi, Doyok dan Tutik Gagal Nyabu di Karang Bagu

Terduga pengedar sabu berinisial H alias Doyok ditangkap tim khusus (Timsus) Ditresnarkoba Polda NTB. Dia diringkus bersama seorang perempuan berinisial HT alias Tutik, Jumat sore (7/8) lalu.

Lale Sileng Pilih Yusuf Saleh Sebagai Wakil di Pilbup Loteng

Lale Prayatni memutuskan untuk menggandeng HM Yusuf Saleh. “Ya,” kata Lale singkat saat dihubungi, Minggu (9/8).
Enable Notifications.    Ok No thanks