alexametrics
Rabu, 23 September 2020
Rabu, 23 September 2020

Hakim Banding Mulai Periksa Memori Kasasi Kasus LCC Lobar

MATARAM-Perkara korupsi pengelolaan Lombok City Center (LCC) memasuki babak baru. Memori banding terdakwa L Azril Sopandi dan Jaksa Penuntut Umum (JPU) mulai diperiksa majelis hakim Pengadilan Tinggi (PT) NTB.

Memori banding terdakwa dan jaksa penuntut umum sudah masuk pekan lalu. Dari data SIPP PN Mataram, perkara banding tercatat pada nomor 8/PID.TPK/2020/PT Mtr.

Pada upaya hukum tersebut  I Gede Komang Ady Natha ditujunjuk sebagai ketua majelis hakim didampingi hakim anggota Miniardi dan Sarwoko.

Juru Bicara Kejati NTB Dedi Irawan mengatakan, jaksa penuntut umum telah selesai menyusun kontra memorinya. Sudah diserahkan ke PN Tipikor Mataram. ”Tinggal menunggu seperti apa hasil bandingnya,” kata Dedi.

Dedi enggan membeberkan isi kontra memorinya. Karena, tidak bisa dibeberkan ke media. ”Kalau isinya tidak bisa kita jelaskan,” kelitnya.

Yang pasti, substansi kontra memorinya meyakinkan hakim di tingkat banding terdakwa terbukti bersalah. Sesuai dengan dakwaan jaksa penuntut umum. ”Paling isinya tak jauh dari dakwaan itu,” ujarnya.

Penasihat hukum Azril Sopandi, Ina Maulina berharap, hakim bisa mempertimbangkan memori banding yang diajukan. Menurutnya, hukuman yang diputuskan cukup memberatkan kliennya. ”Saya berharap, hukumannya bisa lebih ringan,” kata Ina.

Sebelumnya, Azril divonis hakim PN Tipikor selama lima tahun penjara. Selain itu, dia dibebankan membayar denda Rp 200 juta subsider empat bulan kurungan. Juga dibebankan membayar kerugian negara Rp 891,2 juta subsider dua tahun penjara.

Substansi memori bandingnya mengenai tidak masuknya pleidoi (nota pembelaan) kliennya dalam pertimbangan majelis hakim. Salah satunya mengenai penandatanganan surat piutang yang ditandatangani Azril terhadap pembayaran penggantian gedung Dinas Pertanian di atas lahan LCC. ”Bukti surat piutang itu hanya berbentuk fotocopy. Tidak berstempel basah,” jelasnya.

Ditambah lagi, pembuktian terkait penandatanganan surat piutang tersebut belum kuat. Karena, pihak dari PT Bliss, Isabel Tanihaha tidak dihadirkan di persidangan. ”Hanya dibacakan BAP-nya saja,” kata dia.

Menurutnya, penandatanganan surat piutang yang mengatasnamakan Azril tak masuk dalam konteks pidana. Melainkan persoalan perdata. ”Ini kan masalah uang PT Bliss dengan PT Tripat,”  ungkapnya.

Dia berharap, beberapa substansi memori kasasi Azril bisa dipertimbangkan. Supaya memberikan keringanan bagi kliennya. ”Mudahan saja bisa lebih ringan,” harapnya. (arl/r2)

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Gali Terowongan, Napi Narkoba asal China Kabur dari Lapas Tangerang

KAPOLRES Metro Tangerang Kota Kombes Pol Sugeng Hariyanto mengungkapkan, pihaknya menemukan beberapa barang bukti berupa linggis, pahat, obeng dan lainnya yang digunakan terpidana mati kasus narkoba asal Tiongkok tersebut. Pihaknya telah melakukan pemeriksaan terhadap empat orang pegawai dan satu orang sipil.

Desa Mantang Masuk Nominasi Juara Lomba Kampung Sehat

Desa Mantang menjadi salah satu desa yang masuk nominasi juara pada Lomba Kampung Sehat di Lombok Tengah. Total ada 10 desa terbaik dari 139 desa dan kelurahan yang mengikuti lomba dari Gumi Tatas Tuhu Trasna.

Jasa Raharja NTB turut Berpartisipasi Meriahkan Hut Lantas Ke-65

Sebagai bentuk koordinasi dan memperkokoh sinergi Kepala Cabang Jasa Raharja (JR) NTB bersama jajaran, Selasa (22/9) turut serta memeriahkan puncak HUT Lalu Lintas Bhayangkara Ke-65.

Sejak Pandemi, Omzet Pedagang Pasar Tradisional Turun 40 persen

”Penurunan omzet juga diikuti penurunan kapasitas pedagang di pasar sebesar 40 persen,” katanya saat ditemui di ruang kerja, Senin (21/9/2020).

Manfaatkan Simulasi KBM Tatap Muka untuk Pembiasaan Pola Hidup Sehat

”Kita lihat mana yang belum pakai masker sekaligus kita kampanye 3M itu, bersama guru-guru yang lain,” jelas Winarna.

Menag Positif Korona, UIN Mataram Langsung Instruksikan Pegawai WFH

”Pegawai UIN Mataram semaksimal mungkin, agar bekerja dari rumah menyelesaikan tugas masing-masing,” tegas dia.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Dua Terduga Pengedar Ekstasi Tertangkap di Karang Kediri

Dua terduga pengedar ekstasi berinsial PAW alias Patrick, 28 tahun, dan AZP alias Agli, 25 tahun, dibekuk tim Satnarkoba Polresta Mataram, Kamis (17/9) malam. ”Kita tangkap mereka di Lingkungan Karang Kediri, Cakranegara,” kata Kasatnarkoba Polresta Mataram AKP Elyas Ericson, kemarin (18/9).

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...
Enable Notifications    Ok No thanks