alexametrics
Sabtu, 28 Mei 2022
Sabtu, 28 Mei 2022

Minta Uang, Janjikan Lulus CPNS, Oknum Jaksa di Mataram Dilaporkan Menipu

MATARAM-Seorang oknum jaksa berinisial EP dilaporkan ke polisi. Dia diduga telah melakukan penipuan dengan modus menjadi calo penerimaan calon pegawai negeri sipil  (CPNS) tahun 2020.

Laporan polisi dilayangkan warga Kuripan, Lombok Barat, berinisial EM yang mengaku sebagai korban. EM kenal dengan EP lewat perantara oknum jaksa lain berinisial J. Awalnya, J memberi tahu memiliki kenalan yang bisa meluluskan dirinya menjadi CPNS di Kemenkumham.

“Saya dijanjikan bisa lulus sama J,” tutur EM, Senin (27/12).

Tetapi, EM diminta menyerahkan mahar. Nilainya ratusan juta rupiah. “Saya diminta menyerahkan uang Rp 160 juta,” ungkapnya.

Karena dijamin lulus, EM pun bersedia menyerahkan uang. Dia tambah yakin karena J seorang jaksa dan memiliki kenalan orang dari Kemenkumham.

Keesokan harinya, EM diarahkan bertemu dengan EP. Oknum jaksa J yang mengatur tempat pertemuan, yakni di rumah dinasnya. “Saat pertemuan itu saya diminta membawa uang,” tutur EM.

Baca Juga :  Sudah Tiga Kali Dibui, Ali Kembali Curi Motor

Menurut EM, semua uang yang diserahkan disertai bukti kuitansi dan foto. Kuitansi itu ditandatangani di atas materai Rp 6.000. “Semua uang itu saya serahkan di rumah dinas jaksa J. Tepatnya di berugak,” kata dia.

Tetapi setelah mengikuti tes di Kemenkumham ternyata EM tidak lulus. Dia gagal pada tes pertama.

Selanjutnya EM menghubungi EP menanyakan kenapa dirinya tidak lulus. “Tetapi jaksa EP malah menenangkan saya. Katanya masih diurus di pusat,” bebernya.

EM tetap mempertanyakan janji EP. “Tapi sampai saat ini tidak ada kejelasan,” kata EM sambil menangis.

Dia lantas meminta uang yang sudah diserahkan ke EP dikembalikan. Namun, sampai saat ini tidak bisa kembali. “Sampai saya mediasi di kantor Kejati NTB. Tetapi tidak bisa juga dikembalikan,” ujarnya.

Baca Juga :  Cegah Korona HMR Ajak Warga Mataram Bentuk Pengawasan Swadaya di Setiap Lingkungan

EP mencoba mengulur waktu dengan memberikan sertifikat sebagai jaminan pengembalian uang. Tetapi setelah saya cek, sertifikat yang diberikan atas nama orang lain. “Lokasi tanah itu ada di Lombok Timur,” bebernya.

Karena dianggap tidak memiliki iktikad baik mengembalikan uangnya, EM pun membawa kasus tersebut ke ranah hukum. Dia sudah melaporkan ke Polresta Mataram.

Terpisah, Kasatreskrim Polresta Mataram Kompol Kadek Adi Budi Astawa membenarkan adanya laporan itu. Saat ini, kasus tersebut masih diselidiki. “Masih kita dalami,” kata Kadek Adi.

Penyelidik sudah memeriksa pelapor dan oknum jaksa J yang menjadi penghubung EM dengan terlapor. “Sifatnya klarifikasi. (Oknum) jaksa yang menjadi penghubung itu kita periksa Kamis (23/12) pekan lalu,” ujarnya.

Kini, pihaknya sudah mempersiapkan pemanggilan oknum jaksa EP selaku terlapor. Jadwal pemanggilannya pekan ini. (arl/r1)

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks
/