alexametrics
Selasa, 11 Agustus 2020
Selasa, 11 Agustus 2020

Polisi Tembak Terduga Pengedar Narkoba di Jempong Timur

MATARAM-Tersangka pengedar sabu berinisial S tertangkap basah sedang bertransaksi narkoba, Senin malam (27/4). Lokasinya di sekitar Jalan Gajah Mada Jempong Timur, Sekarbela, Mataram.

Lombok Post mengikuti aksi polisi yang tengah membuntuti pelaku. Terlihat dari kejauhan, S asyik memencet handphone-nya di salah satu pertokoan di Jempong. Sepertinya, dia sedang menunggu rekannya.

Tak lama berselang, pria yang berasal dari Jerowaru, Lombok Timur (Lotim) tersebut dihampiri seseorang pria mengenakan baju putih. Sekilas transaksi terjadi. Pria berbaju putih ini belakangan diketahui berinisial IR. Ia  menyerahkan uang ke  S.

Tak ingin kehilangangan momentum Polisi yang telah bersiaga menyergap. Keduanya kabur, sehingga, terjadi aksi kejar-kejaran antara petugas dan kedua pelaku terjadi. ”Dorr, dorr, dorr,” letusan peluru menyalak ke udara memperingati kedua pelaku.

”Jangan lari, jangan lari,” teriak polisi. Tetapi, masih saja tak diindahkan.

IR terlebih dahulu ditangkap. Sedangkan S masih dikejar. S yang berhasil dibekuk setelah diketahui bersembunyi di semak-semak. Ia tertangkap dan ditembak di kaki.

“Kami mengambil tindakan kepolisian dengan memberikan timah panas ke kaki kanan pelaku,” kata Kasatnarkoba Polresta Mataram AKP Elyas Ericson usai memimpin operasi penangkapannya, kemarin (28/4).

Selanjutnya, dia dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda NTB.  Untuk mendapatkan perawatan.

IR masih belum mau mengakui perbuatannya. Alasannya, S hanya meminjam uang kepadanya. ”Tetapi, setelah kita periksa handphone-nya, mereka saling chat untuk meminta barang,” jelasnya.

S ini merupakan penyuplai barang dari Lombok Tengah (Loteng) ke Mataram. Namun, dia masih tutup mulut dari siapa dia mendapatkan barang haram tersebut. ”Pelaku S belum jujur dari siapa mendapatkan barang,” bebernya.

Tetapi, tim masih melakukan pengembangan. ”Kita masih terus mengupayakan untuk menemukan pelaku,” ungkapnya. (ar/r2)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Kapal Tenggelam di Tarakan, Satu Polisi Asal Lombok Tengah Meninggal

Kabar duka datang dari Ditpolairud Polda NTB. Satu anggotanya yang sedang bawah kendali operasi (BKO) di Ditpolairud Polda Kalimantan Utara (Kaltara) meninggal dunia.

Penjualan Mobil Toyota di NTB Masih Stagnan, Avanza Paling Diminati

”Dibanding saat kondisi normal, penjualan mobil baru pulih di angka 40-50 persennya saja. Kondisi ini bisa dibilang masih jauh dari situasi penjualan saat normal dulu,” kata Kepala Cabang Krida Toyota NTB Samsuri Prawiro Hakki, kepada Lombok Post, Senin (10/8/2020).

Data Kemiskinan NTB Belepotan, Verifikasi dan Validasi Sangat Lambat

Verifikasi dan validasi data kemiskinan atau data terpadu kesejahteraan sosial (DTSK) di NTB rupanya masih lambat. Hingga kemarin, baru lima daerah yang melaporkan hasil verifikasi dan validasi DTSK tersebut. Dari lima daerah itu, progres tiga daerah belum sampai 50 persen.

Kurikulum Darurat, Materi Belajar Siswa Dipangkas Hingga 70 Persen

LAMA DINANTI, Kurikulum darurat secara resmi telah diluncurkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Pada kurikulum ini, banyak materi yang dipangkas bahkan lebih dari separo.

Lale Sileng, Figur Pemimpin Perempuan Kaya Pengalaman Birokrasi

Kenyang pengalaman di dunia birokrasi, Hj Lale Prayatni punya modal mumpuni untuk memimpin daerah. Urusan mengelola birokrasi, anggaran, hingga perencanaan dan pelaksanaan pembangunan, sudah lekat dengan kesehariannya. ”Sudah khatam saya soal itu,” kata Prayatni.

Harga Emas Naik, Aktivitas Pegadaian di Mataram Ikut Melonjak

Kondisi ini membuat jumlah penggadai yang mendatangi PT Pegadaian (Persero) terus bertambah. ”Dalam sehari, cabang atau unit besar yang ada di Mataram, biasa melayani lebih dari 50 orang nasabah. Kalau unit kecil sekitar 30-40 saja,” kata Suciati Triastuti, Asisten Manager Pegadaian Kota Mataram kepada Lombok Post, Senin (10/8/2020).

Paling Sering Dibaca

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Cucu Bupati Pertama Loteng Siap Mengabdi untuk Lombok Tengah

Menjadi satu-satu sosok perempuan, Hj Lale Prayatni percaya diri maju menjadi calon bupati Lombok Tengah. Birokrat perempuan ini ingin membawa perubahan bagi Lombok Tengah ke arah lebih baik. ”Saya terpanggil untuk mengabdi di kampung halaman saya,” kata Hj Lale Prayatni, Minggu (9/8).

Digerebek Polisi, Doyok dan Tutik Gagal Nyabu di Karang Bagu

Terduga pengedar sabu berinisial H alias Doyok ditangkap tim khusus (Timsus) Ditresnarkoba Polda NTB. Dia diringkus bersama seorang perempuan berinisial HT alias Tutik, Jumat sore (7/8) lalu.

Lale Sileng Pilih Yusuf Saleh Sebagai Wakil di Pilbup Loteng

Lale Prayatni memutuskan untuk menggandeng HM Yusuf Saleh. “Ya,” kata Lale singkat saat dihubungi, Minggu (9/8).
Enable Notifications.    Ok No thanks