alexametrics
Rabu, 15 Juli 2020
Rabu, 15 Juli 2020

Bangun Perumahan di Kuranji Labuapi PT Royal Property Digugat Warga

MATARAM– PT Royal Property digugat pemilik lahan. Penggugat menuding  telah terjadi wanprestasi terhadap pembelian tanah di wilayah Desa Kuranji Dalang, Labuapi, Lombok Barat.

”Kita melakukan gugatan ini setelah tidak menemukan titik temu setelah melakukan mediasi,” kata H Maknun selaku penasihat hukum pemilik lahan yang juga sebagai penggugat kepada Lombok Post, Minggu (28/6).

Ahli waris pemilik sertifikat tanah atas nama Amak Adinah telah melakukan perjanjian jual beli tanah seluas 11.338 meter persegi. Pada saat penandatanganan perjanjian jual beli tanah tersebut pihak PT Royal diwakili oleh tiga staf. ”Mereka datang ke rumah klien saya ini untuk menandatangani surat perjanjian dan pembayaran uang muka,” terangnya.

Pada saat itu disepakati harga tanah, dan sistem pembayarannya. Disepakati, PT Royal Property harga tanah per are Rp 33 juta. ”Jadi total harganya itu Rp 3,74 miliar,” ujarnya.

Pembayarannya dilakukan dengan lima tahap. Jangka waktu selama dua bulan. ”Tetapi, sampai saat ini, belum juga dibayar lunas oleh PT Royal,” kata Maknun.

Namun, dalam perjalanan waktu, PT Royal dianggap belum menepati janji pembayarannya. Mereka baru membayar hanya Rp 2,64 miliar. ”Ada 1.094.000.000 yang belum dibayar,” ungkapnya.

Tercatat, pihak PT Royal telah menyicil pembayarannya sebanyak enam kali. Yakni, pada tanggal 17 April 2018 sebanyak Rp 517.714.000; tanggal 27 Juli 2018 sebanyak Rp 567.814.000; tanggal 20 Oktober 2018 sebesar Rp 567.814.000; pada 31 Mei 2019 menyerahkan Rp 200 juta; tanggal 29 April 2019 dibayar Rp 540.329.000; dan terakhir tanggal 6 April 2020 dibayarkan Rp 253.170.000. ”PT Royal berjanji akan melunasi pembayaran tanah selama lima bulan. Tetapi, sampai sekarang belum juga dilunasi dan mereka sudah membangun rumah di areal tanah kami,” ujarnya.

Maknun mengatakan, gugatan sudah didaftarkan di PN Mataram. ”Hari Rabu pekan ini bakal sidang perdana,” bebernya.

Sementara itu, penasihat hukum PT Royal Property Ijrat Prayitno mengatakan,  semua lahan itu sudah klir. ”Semua sudah dibayar sesuai perjanjian,” kata Ijrat.

”Semua sudah tidak ada masalah,” bebernya.

Terkait dengan seluruh pernyataan dari orang tempat membeli lahan tersebut tidak seluruhnya benar. ”Tidak semuanya benar. Pihak perusahaan telah membayar lahan itu kok,” ungkapnya.

Terkait dengan gugatan yang diajukan, itu merupakan haknya. Namun semuanya harus dibuktikan di pengadilan. ”Kami sudah memiliki bukti-bukti juga,” klaimnya. (arl/r2)

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Lomba Kampung Sehat Bawa Berkah untuk Warga

Lomba kampung sehat di Lombok Tengah ternyata membawa keberkahan bagi warga. “Salah satunya, keberkahan perputaran ekonomi,” ujar Kapolsek Pringgarata AKP Suherdi, Senin (13/7).

Katanya Gak Boleh, Kok Ritel Modern di Lotim Makin Menjamur?

Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Lotim memberikan lampu hijau bagi para investor yang hendak berinvestasi. Termasuk kehadiran ritel modern yang oleh beberapa pihak dianggap membunuh pedagang kecil. “Lotim ini zona hijau untuk berinvestasi,” kata  Kepala DPMPTSP Muksin pada Lombok Post, Senin (13/7).

Yuk.. Beli Sayur Segar di Embung Bengkel, Praya : Bisa Petik Sendiri!

Petani dan Pemerintah Kelurahan Leneng, Kecamatan Praya Lombok Tengah, mencoba meniru budi daya sayur di Sembalun, Lombok Timur. Berikut ulasannya.

Sempat Bebas Korona, Lombok Utara “Merah” Lagi

Sempat zero case (nol kasus) positif Covid-19, pertahanan KLU dalam melawan virus Korona jebol lagi. Dari rilis yang dikeluarkan gugus tugas tertanggal 13 Juli, ada dua pasien positif yang tengah dirawat, dan satu orang meninggal dunia.

Polemik di Tanjung Bias, BPN Sarankan Pemdes Senteluk Gugat ke PTUN

Polemik sempadan Pantai Tanjung Bias yang belakangan diketahui memiliki sertifikat lahan milik pribadi belum menemui titik terang. Permintaan pemerintah desa agar Badan Pertanahan Nasional (BPN) Lombok Barat (Lobar) membatalkan sertifikat lahan tersebut belum bisa terpenuhi.

Warga Lobar Boleh Ikuti Pemakaman Pasien Korona, Ini Syaratnya

Kasus pemulangan paksa jenazah pasien Covid-19 kian marak. Yang terbaru kasus warga Desa Mekarsari yang memulangkan paksa jenazah pasien Covid-19 di RSUD Kota Mataram.

Paling Sering Dibaca

Usai Pemakaman, Kades Sigerongan Lobar dan Lima Warga Lainnya Reaktif

Aktivitas di Kantor Desa Sigerongan lumpuh. Menyusul hasil rapid test kepala desa dan sejumlah warganya reaktif. Selama 14 hari ke depan, pelayanan di kantor desa ditiadakan sementara.

Ikuti Mataram, Lobar Berlakukan Jam Malam

erkembangan pandemi Covid-19 di Lombok Barat (Lobar) semakin mengkhawatirkan. Kasus positif yang mencapai 300 lebih, menjadi atensi penuh Polres Lobar dalam melakukan upaya pencegahan penularan.

Liburan di Sungai Dodokan Lobar, Bayar Rp 5 Ribu Wisata Sampai Puas

Orang kreatif bisa membuat peluangnya sendiri. Itulah yang dilakukan Siali, warga Desa Taman Ayu, Kecamatan Gerung. Ia membuat Sungai Dodokan jadi spot wisata baru di Lombok Barat (Lobar).

Tertangkap, Buron Pembunuh Polisi di Sumbawa Ditembak

Pelarian RH alias Bim terhenti pada Minggu pagi kemarin. Tersangka kasus penganiayaan yang menewaskan Uji Siswanto, Kanit Reskrim Polsek Utan tertangkap.

Korona NTB Masih Parah, Sekolah Hanya Bisa Dibuka di Kota Bima

Ketentuannya, kegiatan di sekolah pada tahun ajaran baru hanya diperbolehkan untuk daerah zona hijau. Karena itu, manakala ada pemerintah daerah yang nekat membuka sekolah non zona hijau. pemerintah pusat memastikan akan memberi sanksi.
Enable Notifications.    Ok No thanks