alexametrics
Rabu, 12 Agustus 2020
Rabu, 12 Agustus 2020

Berulah Lagi, Napi Asimilasi Bakal Lebih Lama Dipenjara

MATARAM-Program asimilasi di masa pandemi Covid-19 membuat para narapidana (napi) lebih cepat bebas. Kendati demikian, ada juga napi yang belum sadar. Mereka mengulangi perbuatannya lagi.

”Kalau ada yang melanggar, asimilasinya dicabut.  Dia akan menjalani lagi sisa pidananya,” kata Kadiv Pemasyarakatan Kemenkumham NTB Dwi Nastiti, Selasa (28/7).

Dwi Nastiti belum mengetahui pasti jumlah napi asimilasi yang kembali melakukan tindak pidana serupa. Tetapi, napi asimilasi yang melakukan tindakan pidana selama masa asimilaisi yang dijalankan, mereka harus dihukum berat. ”Sisa masa pidana dari kasus sebelumnya, nanti akan ditambah lagi dengan pidana dari kasus barunya,” ujarnya.

Tercatat,  ada 522 napi di 10 UPT Lapas di NTB. Rinciannya,  napi Lapas Mataram  155 orang, Lapas Sumbawa 113 orang, Lapas Dompu 43 orang, Lapas Selong 58 orang, Lapas Terbuka Lombok Tengah 27 orang, Lapas Anak Lomobk Tengah 25 orang, Lapas Perempuan Mataram 15 orang, Rutan Raba Bima 38 orang, dan Rutan Praya 48 orang.

Syarat untuk mendapatkan asimilasi sudah ditentukan berdasarkan Permenkumham Nomor 10 Tahun 2020 tentang Syarat Pemberian Asimilasi dan Hak Integrasi Dalam Rangka Pencegahan Penyebaran Virus Corona di Lingkungan Lapas.

”Di peraturan itu disebutkan syarat untuk mendapatkan program asimilasi. Yakni sudah menjalani masa dua pertiga masa pidana terhitung hingga 31 Desember 2020,” jelasnya.

Sedangkan napi  korupsi dan narkoba tidak mendapatkan program tersebut. Hal itu bertentangan dengan Peraturan Pemerintah  Nomor 99 Tahun 2012 tentang Syarat dan Tata Cara Pelaksanaan Hak Warga Binaan Pemasyarakatan. ”Sebenarnya tujuan dari program ini untuk mengurangi kepadatan lapas seiring pencegahan penyebaran virus korona,” terangnya.

Salah satu napi asimiliasi yang melakukan tindakan kembali yaitu Suhardi. Pemuda 19 tahun itu keluar dari penjara  Juni lalu.

Pemuda asal Tegal, Kelurahan Selagalas, Kecamatan Sandubaya, Mataram,  itu mencuri sepeda motor di empat TKP.  Pertama, di parkiran tempat wisata Taman Loang Baloq, Tanjung Karang, Sekarbela, Mataram pada 5 Juli lalu. Motor yang digondol Suzuki Satria FU.

Selanjutnya, di Desa Batumekar, Lingsar, Lombok Barat, Suhardi beraksi mencuri  sepeda motor Yamaha Mio yang kunci kontaknya tertinggal, pada 21 Juni. Di Desa Sembung, Narmada, Lombok Barat, Suhardi mencomot Yamaha Mio, 26 Juni lalu.

Terakhir, di Desa Giri Madya, Kecamatan Lingsar, Lombok Barat Suhardi mencuri sepeda motor, 18 Juli lalu. Dalam beraksi, Suhardi mengajak dua kawannya berinisial ZK dan MAS. Suhardi bekerja berdasarkan pesanan penadah.

Suhardi merupakan residivis yang sebelumnya mendapat vonis penjara satu tahun tiga bulan, Maret lalu. Suhardi sudah menjalani penahanan ditangkap pada November 2019 atas kasus pencurian sepeda motor di Lingkungan Butun Indah, Bertais, Sandubaya, Kota Mataram.

Bukan hanya Suhardi, napi asimilasi lainnya, Dicki Apriori. Sebelumnya mencuri burung, Mei lalu. Dia kembali ditangkap karena mencuri ponsel di Onor, Lingsar, Lombok Barat. Dicki sebelumnya dipenjara dengan vonis tujuh bulan penjara.  (arl/r2)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Lawan Korona di Lombok tengah Lockdown Dusun Tetap Jadi Pilihan

Pencegahan penularan covid-19 di Lombok Tengah terus dilakukan pemkab. “Harapannya, jangan ada lagi yang positif,” kata sekretaris gugus tugas Covid-19 Murdi pada Lombok Post, Senin (10/8).

Kabar Baik, Pemerintah Izinkan Pengiriman TKI ke Luar Negeri

Pemerintah telah membuka peluang kerja bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI) alias Tenaga Kerja Indonesia (TKI). Hanya saja, rekrutmen terbatas pada tenaga kerja terlatih sektor formal.

Tempat Hiburan di Lobar Tak Patuh Cegah Korona, Dewan : Segel Saja!

DPRD Lombok Barat (Lobar) memberi atensi penerapan protokol pencegahan covid. Terutama untuk tempat hiburan malam. ”Kami support penegak hukum dan pemerintah. Kalau ada yang membandel, segel saja,” kata Ketua Fraksi Demokrat DPRD Lobar Indra Jaya Usman, Senin (10/8).

Pasangan Makmur-Ahda Tersandera SK PKB

MATARAM--Bakal Pasangan Calon (Bapaslon) HL Makmur Said-H Badruttamam Ahda tersandera SK dukungan dari PKB. Tanpa PKB, pasangan ini kemungkinan besar tak bisa bertarung di Pilkada Kota Mataram.

FK Unram Prediksi Puncak Penularan Korona di NTB Bulan Ini

Peneliti dari Fakultas Kedokteran Universitas Mataram sempat memprediksi Bulan Agustus ini menjadi puncak pandemi Covid-19. Namun, trend Covid-19 justru perlahan menurun.

Bantu Siswa Belajar, Masjid Al-Falah Monjok Siapkan Internet Gratis

Inovasi Takmir Masjid Al-Falah Kelurahan Monjok patut ditiru. Terutama oleh takmir masjid di Kota Mataram. Karena, mereka menyiapkan internet gratis bagi siswa dan mahasiswa yang saat ini sedang menerapkan metode belajar dalam jaringan (daring).

Paling Sering Dibaca

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Cucu Bupati Pertama Loteng Siap Mengabdi untuk Lombok Tengah

Menjadi satu-satu sosok perempuan, Hj Lale Prayatni percaya diri maju menjadi calon bupati Lombok Tengah. Birokrat perempuan ini ingin membawa perubahan bagi Lombok Tengah ke arah lebih baik. ”Saya terpanggil untuk mengabdi di kampung halaman saya,” kata Hj Lale Prayatni, Minggu (9/8).

Digerebek Polisi, Doyok dan Tutik Gagal Nyabu di Karang Bagu

Terduga pengedar sabu berinisial H alias Doyok ditangkap tim khusus (Timsus) Ditresnarkoba Polda NTB. Dia diringkus bersama seorang perempuan berinisial HT alias Tutik, Jumat sore (7/8) lalu.

Lale Sileng Pilih Yusuf Saleh Sebagai Wakil di Pilbup Loteng

Lale Prayatni memutuskan untuk menggandeng HM Yusuf Saleh. “Ya,” kata Lale singkat saat dihubungi, Minggu (9/8).
Enable Notifications.    Ok No thanks