alexametrics
Selasa, 16 Agustus 2022
Selasa, 16 Agustus 2022

Mahasiswa Minta PN Mataram Jaga Kredibilitas Sidangkan Perkara Bandar Sabu

MATARAM-Sejumlah mahasiswa dari beberapa organisasi yang tergabung dalam Cipayung Plus berunjuk rasa di Pengadilan Negeri (PN) Mataram, Kamis (28/7). Mereka meminta majelis hakim PN Mataram menyidangkan perkara tindak pidana narkotika dengan terdakwa Ni Nyoman Juliandari alias Mandari, situ secara profesional.

“Perkara ini rentan terjadi ‘masuk angin’. Makanya kami ingin melihat (proses persidangan),” kata koordinator umum aksi demo M Amri Akbar.

Dia mengatakan, seluruh organisasi mahasiswa Cipayung Plus akan mengawal perkara itu hingga inkrah. Jangan sampai Mandari dan suaminya I Gede Bayu Pratama yang diduga memiliki akses kekuasaan dan uang dapat mencederai peradilan. “Kita harus bisa tegakkan supremasi hukum,” tegasnya.

Dalam aksinya, mereka meminta semua elemen masyarakat mengawal serius dan berkesinambungan perkara tersebut. Mendorong PN Mataram untuk berkomitmen menjaga kredibilitas dan integritasnya. “Memastikan tidak ada tindakan yang koruptif, gratifikasi, suap, dan tindakan tercela lainnya yang dapat mencederai marwah pengadilan,” kata dia.

Baca Juga :  Pelaku Pembunuhan di Karang Pule Segera Disidang

Amri mengatakan, narkoba merupakan musuh bersama. Setiap bandar narkoba harus dipidana seberat-beratnya. “Siapa pun bandar narkoba harus dipidana. Harus juga dimiskinkan,” tegasnya.

Diketahui, peran Mandari terungkap setelah polisi menangkap anak buahnya berinisial RANA alias Agung. Dari tangan Agung polisi menemukan sabu-sabu 1,9 gram dan uang Rp 16,9 juta.

Agung mengaku menerima barang itu dari GS alias Sandi. Polisi pun berhasil menangkap Sandi saat bersama Mandari dan beberapa orang anak buahnya di sebuah hotel di Lombok Tengah (Loteng). Dari pengakuan Sandi barang yang diedarkan Agung itu berasal dari Mandari.

Menurut penyidik Ditresnarkoba Polda NTB, Mandari bisa terseret dalam kasus tersebut diperkuat dengan hasil cellebrite (penyedotan percakapan di ponsel meski data sudah terhapus) dalam percakapan dalam WhatsApp group (WAG) bernama “Akatsuke Baru” dimana Mandari bertindak sebagai admin. Sehingga dalam kasus tindak pidana narkotikanya dijerat pasal 114 juncto pasal 132 Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Baca Juga :  Polda NTB Luncurkan Operasi Patuh Gatarin 2020

Sementara itu, Juru Bicara PN Mataram Kelik Trimargono mengatakan, pihaknya belum mengetahui secara pasti penanganan perkara tersebut. Karena yang menjadi ketua majelis hakimnya adalah Ketua PN Mataram Sri Sulastri. “Kalau mau melihat proses persidangan silakan. Ini sidang terbuka untuk umum,” kata Kelik.

Dia menegaskan PN Mataram akan menyidangkan perkara tersebut dengan profesional. Tetap menjunjung tinggi supremasi hukum dan asas keadilan. “Kami berkomitmen untuk itu,” kata Kelik.

Terpisah, Koordinator Penghubung Komisi Yudisial (KY) NTB Ridho Ardian Pratama mengatakan, pihaknya memantau persidangan perkara tersebut. Terlebih perkara itu menjadi perhatian publik. “Kami akan pantau apakah mekanismenya terbuka atau tertutup. Nanti kita infokan lagi,” kata Ridho.

Dia menyampaikan, KY menerima pengaduan terkait perkara itu sejak Rabu (27/7). “Kami sudah komunikasi intensif untuk memantau persidangan itu,” kata Ridho. (arl/r1)

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks
/