alexametrics
Jumat, 25 September 2020
Jumat, 25 September 2020

Dikira Tidur, Papuk Ahmad Meninggal di Emparan Toko Cakranegara

MATARAM-Papuk Ahmad, 70 tahun ditemukan meninggal di emperan salah satu toko, di Jalan Pejanggik, Cakranegara, kemarin (28/8). Dia ditemukan seorang pengendara sekitar pukul 07.00 Wita. ”Pertama kali diketahui meninggal oleh seseorang yang mengendarai mobil kijang,” kata Mustaman saksi mata.

Pengendara mobil  itu memang sering memberikan nasi ke Papuk Ahmad setiap pagi. Saat akan dibangunkan oleh pengendara itu, Papuk Ahmad tidak merespon. ”Saya bantu juga untuk membangunkan. Saya tepuk pantatnya agar bangun. Tetapi, tak bangun-bangun,” ujarnya.

Papuk Ahmad mulai tidur di depan toko itu, sejak tiga minggu lalu. Papuk Ahmad sering nongkrong bersamanya di pinggir jalan. ”Saya pernah menawarkannya ngopi. Tetapi, dia menolak. Alasannya kurang sehat,” bebernya.

Mustaman tak mengetahui pasti alamat Papuk Ahmad. Yang pasti, di sering “nongkrong” di wilayah Cakra dan tidur di emperan toko. ”Setahu saya, Pak Ahmad ini alamatnya dari Lombok Tengah. Tetapi, saya tidak tahu alamat pastinya,” jelasnya.

Setelah diketahui, Papuk Ahmad meninggal, Mustaman menghubungi polisi. Tak berselang lama, datang polisi mengevakuasi korban dan melakukan olah TKP.

Kabagops Polresta Mataram Kompol Taufik mengatakan, anggota mendapatkan informasi dari masyarakat sekitar pukul 07.00 Wita. Tim langsung ke TKP. ”Kita temukan Papuk itu dalam keadaan meninggal. Saat saya pegang kondisi tubuhnya cukup dingin,” jelasnya.

Papuk tersebut memang sering tidur di emperan toko. Belum diketahui keluarganya. “Papuk ini tidak memiliki identitas lengkap, sehingga kesulitan mencari pihak keluarga,” bebernya.

Penyebab meninggalnya belum diketahui. Untuk mengevakuasinya, anggota berkoordinasi dengan tim medis dari Rumah Sakit Bhayangkara Polda NTB. ”Kita koordinasi dengan tim satgas Covid-19,” ujarnya.

Langkah itu untuk mengantisipasi adanya Covid-19. Belum dipastikan apakah korban terpapar Covid-19 atau tidak. ”Tunggu hasil  pemeriksaan dari tim medis,” jelasnya.

Dia mengimbau kepada masyarakat yang merasa mengenal dan mengetahui alamat korban silakan untuk melaporkan ke polisi. ”Dari informasi masyarakat, Papuk Ahmad ini berasal dari Lombok Tengah (Loteng). Tetapi, belum diketahui persis alamatnya,” pungkasnya. (arl/r2)

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Catat, Kampanye Undang Massa Bisa Dipidana

Seluruh calon kepala daerah yang akan berlaga dalam Pilkada serentak di tujuh kabupaten/kota di NTB telah ditetapkan, kemarin (23/6). Hari ini, para calon kepala daerah tersebut akan melakukan pengundian nomor urut. Kampanye akan dimulai pada 26 September. Seluruh kandidat harus hati-hati berkampanye di masa pandemi. Sebab, mengundang massa dalam kampanye bisa dikenakan pidana.

Dua Sopir Bupati Lotim pun Positif Tertular Covid-19

PELACAKAN kontak erat Bupati Lombok Timur HM Sukiman Azmy yang positif terinfeksi Covid-19 masih terus dilakukan. Hingga kemarin, dari kontak erat yang telah menjalani uji usap atau swab, dua orang sopir Bupati Sukiman telah dipastikan positif Covid-19.

Dua Jempol untuk Penanggulangan Covid-19 Desa Bentek Lombok Utara

Desa Bentek meraih juara satu Kampung Sehat di Kecamatan Gangga, Lombok Utara. Berada di pintu masuk Kecamatan Gangga, desa ini memang dua jempol. Bidang kesehatannya oke. Bidang ekonominya mantap. Sementara bidang ketahanan pangannya juga menuai decak kagum. Pokoknya top!

Disdag Kota Mataram Gelar Pasar Rakyat, Warga Antusias

”Kami berterima kasih pada pihak Disdag karena kebutuhan rumah tangga bisa diakomodir sekaligus di sini dengan harga terjangkau,”  kara Nasrullah, lurah Pagutan Barat.

Dapodik Versi Terbaru Buat Bingung, Dikbud NTB Latih Operator Sekolah

Kami rancang untuk yang pulau Lombok dulu,” kata Kepala Seksi  GTK SMK Bidang Pembinaan Ketenagaan Dinas Dikbud NTB Mu'azam, Rabu (23/9/2020).

SMK di NTB Mulai Persiapan Ikuti LKS Tingkat Nasional

”Siswa yang ikut, sedang menjalani training center (TC),” kata Kepala SMKN 3 Mataram Ruju Rahmad, Rabu (23/9/2020).

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Sutradara Trish Pradana, Angkat Kisah Mohan ke Layar Lebar

Sutradara Trish Pradana tak henti melahirkan karya. Di tengah Pandemi Korona ini ia kembali ke balik layar menuntaskan film baru bertajuk "Mohan". Ini merupakan film yang diangkat dari kisah hidup Wakil Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana sewaktu remaja.
Enable Notifications    Ok No thanks