Selasa, 31 Januari 2023
Selasa, 31 Januari 2023

Penyidikan Tuntas, Mantan Ketua BPPD Loteng Dilimpahkan ke Jaksa

MATARAM-Mantan Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Lombok Tengah Ida Wahyuni yang menjadi tersangka kasus dugaan penggelapan mobil dilimpahkan ke jaksa penuntut umum (JPU). Itu setelah proses penyidikannya di Ditreskrimum Polda NTB tuntas.

“Ya, kasus penggelapan mobil sudah klir. Sudah dilakukan tahap dua,” kata Kabid Humas Polda NTB Kombespol Artanto, Senin (28/11).

JPU telah melanjutkan penahanan Ida Wahyuni yang dititip di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Mataram. “Masih ditahan sampai sekarang,” ujarnya.

Ida Wahyuni diduga telah menggelapkan sejumlah mobil milik pengusaha travel asal Bali. Modusnya menyodorkan kontrak kerja sama penyewaan mobil untuk menunjang event MotoGP Mandalika. “Korban percaya pada tersangka karena background-nya sebagai ketua BPPD Loteng, sehingga menyerahkan 18 unit mobil,” kata Artanto.

Baca Juga :  Polisi Imbau Unras Jangan Anarkis

Di dalam kontrak kerja sama, korban dijanjikan keuntungan hingga Rp 7 miliar. Namun janji itu tidak pernah direalisasikan. Karena merugi, korban meminta mobilnya dikembalikan. Namun tersangka hanya mengembalikan 14 unit mobil berbagai merek. “Setelah diusut, ternyata empat unit mobil yang lain sudah digadai tanpa sepengetahuan korban,” terang perwira menengah yang berpengalaman di bidang reserse ini.

Uang hasil menggadai empat mobil itu dinikmati sendiri oleh tersangka. Di antaranya untuk kebutuhan sehari-hari. “Mobil yang digadai itu dijadikan sebagai barang bukti. Sudah diserahkan ke JPU,” katanya.

Artanto menambahkan, Ida Wahyuni bukan saja terjerat kasus penggelapan mobil. Dia juga terjerat kasus penipuan penjualan tiket nonton MotoGP. Kini berkas kasus penipuan sudah dinyatakan lengkap atau P-21 oleh jaksa peneliti. Penyidik Ditreskrimum Polda NTB masih koordinasi dengan jaksa untuk proses tahap dua. “Penentuan jadwalnya (proses tahap dua, Red) masih diagendakan,” kata dia.

Baca Juga :  Polda NTB Tetapkan Fihir Jadi Tersangka Kasus Dugaan Pencemaran Nama Baik

Ida Wahyuni bakal dikenakan pasal berlapis, yakni Pasal 372 KUHP tentang Penggelapan dan Pasal 378 KUHP tentang Penipuan. “Berkasnya di-split. Karena materi kasusnya berbeda. Setelah divonis kasus penggelapan akan dilanjutkan dengan persidangan kasus penipuan,” kata Artanto. (arl/r1)

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications OK No thanks