alexametrics
Sabtu, 19 September 2020
Sabtu, 19 September 2020

TKI Disiksa dan Tak Digaji, Polda NTB Ringkus Dua Calo TKI

MATARAM-Dua tekong (calo TKI,Red) berinsial HR dan J dibekuk tim Subdit IV Ditreskrimum Polda NTB. Mereka ditangkap setelah korban berinsial N melaporkan dugaan kasus tindak pidana perdagangan orang (TPPO). ”Perempuan berinsial N tak pernah digaji dan disiksa majikannya,” kata Kasubdit IV Ditreskrimum Polda NTB AKBP Ni Made Pujawati, Sabtu (28/3).

HR dan J membagi tugas untuk merekrut Pekerja Migran Indonesia (PMI). HR bertindak sebagai perekrut, sedangkan J sebagai penghubung dengan penampung di Jakarta. ”Setiap pengiriman PMI, mereka mendapatkan uang Rp 12 juta dari penampung di Jakarta berinisial S. Saat ini masih dalam pengejaran,” jelasnya.

HR dan N masih satu kampung di Parampuan, Lombok Barat (Lobar). HR merayu N  agar bekerja ke Arab Saudi via messenger pada 2018 silam. ”Korban N diiming-imingi uang tip Rp 7 juta. Juga gaji tinggi,” bebernya.

Tak hanya itu, N juga dijanjikan jalan lebih cepat. Mendengar janji dan iming-iming itu, N bersedia berangkat. “HR dan J membawa N untuk melakukan medical check up kesehatan di salah satu klinik di Cakranegara,” terangnya.

Korban N tidak membuat paspor. Karena dia memiliki paspor dan masih berlaku hingga Oktober 2019. ”Sehingga hanya melalui check up saja,” ungkapnya.

Pada saat melakukan cek kesehatan, N tidak mengeluarkan sedikitpun. Semua dibayar oleh J sebesar Rp 1,4 juta.”Pada saat itu juga, N diberikan uang Tip Rp 5 juta. Uang tip yang diterimanya itu tidak sesuai dengan janji awal,” kata Pujawati.

Setelah semua syarat administrasi lengkap, N diberangkatkan ke Jakarta oleh J. Setibanya di Jakarta, J diberikan oleh S uang tunai Rp 12 juta. ”Uang itu sebagai pengganti biaya check up dan upah perekrutan yang dilakukan oleh J,” jelasnya.

Dari uang tersebut, J mendapatkan upah Rp 3,4 juta. Sedangkan HR mendapatkan upah Rp 2 juta. ”Sisanya itu digunakan untuk mengganti biaya tes kesehatan dan memberikan uang tip Rp 5 juta kepada korban,” bebernya.

Di Jakarta, N hanya menginap sehari selanjutnya diberangkatkan ke luar negeri. Tetapi, N tidak diberangkatkan ke Arab Saudi melainkan diberangkatkan ke Qatar. ”Di Qatar korban hanya bekerja selama delapan bulan. Tanpa pernah digaji,” bebernya.

Setelah itu, majikan N mengirimnya ke Kota Aydin, Turki. Selama dua bulan bekerja, N juga tidak pernah mendapatkan gaji. ”Bahkan N disiksa,” ungkapnya.

Sehingga, N melarikan diri dan melaporkan permasalahannya ke polisi Turki. Selanjutnya, pihak kepolisian mengabarkan  ke KBRI. ”Dari situ, korban bisa bernafas lega dan dipulangkan ke Indonesia,” kata dia.

Akibat perbuatannya, kini HR dan J harus mendekam di dalam penjara. Dia dijerat pasal 6 atau pasal 10 Undang-undang Nomor 21 Tahun 2007 tentang Tindak Pidana Perdagangan Orang. (arl/r2)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Proyek Pasar ACC Ampenan Terancam Molor

Pengerjaan konstruksi fisik Pasar ACC Ampenan masih dalam proses sanggah. Belajar dari pengalaman tahun lalu, Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Mataram tidak ingin gegabah mengerjakan proyek yang anggarannya dari Kementerian Perdagangan itu. “Kita tidak ingin kejadian seperti  tahun lalu di Pasar Cakarenagara. Molor,” kata Kepala Disdag Kota Mataram H Amran M Amin, kemarin (18/9).

Saat Pandemi, Anak 14 Tahun di Mataram Nikah Dini

Fenomena pernikahan usia anak masih terjadi di Kota Mataram. Seperti yang terjadi di Kelurahan Karang Baru pekan lalu. AA, perempuan usia 14 tahun juga memilih menikah dengan IW, 20 tahun warga kelurahan Selagalas. Keduanya enggan dipisahkan dengan alasan cinta.

Kasus Korona di Mataram Kembali Meningkat

Tren kasus Covid-19 dalam sepekan terakhir mengalami peningkatan. Terjadi penambahan kasus tiap hari. “Biasanya kasus baru positif satu, dua. Tapi tadi malam sepuluh orang yang positif,” kata Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Mataram I Nyoman Suwandiasa, kemarin (17/9).

TGB Minta Kasus Penusukan Syaikh Ali Jaber Diusut Tuntas

Mantan Gubernur NTB yang juga ulama TGB M Zainul Majdi menyinggung kasus penusukan terhadap salah satu ulama nasional Syaikh Ali Jaber. Menurutnya, di balik kasus penusukan ini, ada upaya untuk memecah belah umat dan bangsa Indonesia.

Kampung Sehat NTB Jadi Energi Baru Penanganan Covid-19

Program Kampung Sehat yang diinisiasi Polda NTB mendapat sambutan hangat dari masyarakat dan telah memberi dampak nyata pada upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Wakil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah pun tak sungkan memberikan apresiasi yang tinggi pada Polda NTB atas program inovatif ini.

Paling Sering Dibaca

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Hari Pertama Razia Masker di NTB, Pemda Kumpulkan Denda Rp 9,1 Juta

Sebanyak 170 orang tidak menggunakan masker terjaring razia di hari pertama penerapan sanksi denda bagi pelanggar protokol kesehatan di seluruh NTB, kemarin (14/9). Dari para pelanggar di semua titik operasi ini, Badan Pendapatan Daerah NTB pun mengumpulkan uang sebesar Rp 9,1 juta.

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.
Enable Notifications    Ok No thanks