alexametrics
Rabu, 4 Agustus 2021
Rabu, 4 Agustus 2021

Bebas dari Penjara, Opik Kembali Bobol Sejumlah Toko di Mataram

MATARAM-terduga pelaku  pembobolan toko berinisial MT alias Opik dibekuk Tim Resmob Satreskrim Polresta Mataram, Selasa (28/4). Pemuda 22 tahun itu dibekuk di sekitar rumahnya di Jempong Baru, Sekarbela, Mataram. “Pelaku ini merupakan residivis kambuhan dan sudah dua kali masuk penjara dengan kasus yang sama,” kata Kasatreskrim Polresta Mataram AKP Kadek Adi Budi Astawa, kemarin (29/4).

Setelah keluar dari penjara, Opik sudah beraksi di beberapa tempat. Selama penetapan darurat penanganan Covid-19, dia telah beraksi di beberapa toko. ”Seperti, toko distro, Indomaret, Alfamart, toko sembako, dan apotek,” jelasnya.

Dari hasil interogasi di lapangan, terakhir Opik membobol toko Indomaret yang berada di jalan Hos Cokroaminoto cemara; toko sembako Timur Laut di Jalan Sriwijaya, Mataram; Apotek Wijaya Harta di kawasan Rembiga; dan di Alfamart di Jalan Lingkar Pagutan. ”Kita langsung praktikkan cara pelaku membobol toko usai ditangkap,” kata dia.

Opik tak bekerja sendiri. Dia mengaku beraksi bersama empat orang rekannya. Salah satunya disebut bernama Abos. ”Kalau Abos Sudah kami tangkap,” ungkapnya.

Sedangkan saat beraksi membobol beberapa toko itu, Opik bekerja bersama pria berinisial UL dan ER. ”Kita masih mengejar pelaku lain,” terangnya.

Kerugian seluruh korban belum terhitung. Di Apotek Wijaya Harta saja kerugiannya mencapai Rp 20 juta. Pembobolan Distro kerugiannya Rp 25 juta. “Yang pasti, karena TKP-nya cukup banyak kerugian korban mencapai puluhan juta,” ujarnya.

Dari keterangan Opik saat mempraktikan cara membobol toko, dia hanya membobol menggunakan obeng. ”Yang di Indomaret ini (kawasan Cemara) tidak berhasil saya masuk,” ujarnya.

Dia berhasil masuk di ke dalam toko sembako Timur Laut. Disitu dia mengambil beberapa bal rokok. ”Rokok itu sudah saya jual,” ujarnya.

Sedangkan di Apotek Wijaya Harta, dia berhasil meraup uang Rp 20 juta. “Uang itu sudah habis digunakan pak,” kata dia sambil memperlihatkan cara masuk ke dalam toko.

Dari perbuatannya, Opik dijerat pasal 363 KUHP. Ancaman hukuman maksimal tujuh tahun penjara. (arl/r2)

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks