alexametrics
Kamis, 6 Agustus 2020
Kamis, 6 Agustus 2020

Bebas dari Penjara, Opik Kembali Bobol Sejumlah Toko di Mataram

MATARAM-terduga pelaku  pembobolan toko berinisial MT alias Opik dibekuk Tim Resmob Satreskrim Polresta Mataram, Selasa (28/4). Pemuda 22 tahun itu dibekuk di sekitar rumahnya di Jempong Baru, Sekarbela, Mataram. “Pelaku ini merupakan residivis kambuhan dan sudah dua kali masuk penjara dengan kasus yang sama,” kata Kasatreskrim Polresta Mataram AKP Kadek Adi Budi Astawa, kemarin (29/4).

Setelah keluar dari penjara, Opik sudah beraksi di beberapa tempat. Selama penetapan darurat penanganan Covid-19, dia telah beraksi di beberapa toko. ”Seperti, toko distro, Indomaret, Alfamart, toko sembako, dan apotek,” jelasnya.

Dari hasil interogasi di lapangan, terakhir Opik membobol toko Indomaret yang berada di jalan Hos Cokroaminoto cemara; toko sembako Timur Laut di Jalan Sriwijaya, Mataram; Apotek Wijaya Harta di kawasan Rembiga; dan di Alfamart di Jalan Lingkar Pagutan. ”Kita langsung praktikkan cara pelaku membobol toko usai ditangkap,” kata dia.

Opik tak bekerja sendiri. Dia mengaku beraksi bersama empat orang rekannya. Salah satunya disebut bernama Abos. ”Kalau Abos Sudah kami tangkap,” ungkapnya.

Sedangkan saat beraksi membobol beberapa toko itu, Opik bekerja bersama pria berinisial UL dan ER. ”Kita masih mengejar pelaku lain,” terangnya.

Kerugian seluruh korban belum terhitung. Di Apotek Wijaya Harta saja kerugiannya mencapai Rp 20 juta. Pembobolan Distro kerugiannya Rp 25 juta. “Yang pasti, karena TKP-nya cukup banyak kerugian korban mencapai puluhan juta,” ujarnya.

Dari keterangan Opik saat mempraktikan cara membobol toko, dia hanya membobol menggunakan obeng. ”Yang di Indomaret ini (kawasan Cemara) tidak berhasil saya masuk,” ujarnya.

Dia berhasil masuk di ke dalam toko sembako Timur Laut. Disitu dia mengambil beberapa bal rokok. ”Rokok itu sudah saya jual,” ujarnya.

Sedangkan di Apotek Wijaya Harta, dia berhasil meraup uang Rp 20 juta. “Uang itu sudah habis digunakan pak,” kata dia sambil memperlihatkan cara masuk ke dalam toko.

Dari perbuatannya, Opik dijerat pasal 363 KUHP. Ancaman hukuman maksimal tujuh tahun penjara. (arl/r2)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Partai Berkarya Terbelah, SK Dukungan di NTB Terancam Sia-sia

Goncangan politik hebat terjadi di tengah perburuan Surat Keputusan (SK) partai oleh para Bakal Calon Kepala Daerah (Bacakada). Goncangan itu muncul dari Partai Berkarya. Partai Berkarya versi Muhdi Pr ternyata yang direstui Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham).

Gak Pakai Masker, PNS Bakal Didenda Rp 200 Ribu

Aturan wajib menggunakan masker diberlakukan di Kota Bima. Pemerintah Kota (Pemkot) Bima menegaskan sanksi bagi pelanggar akan mengikuti aturan yang telah ditetapkan Pemerintah Provinsi (Pemrov) NTB.

Tiga Dokter dan Delapan Perawat RSUD Dompu Diisolasi

Sebanyak 11 orang Tenaga Kesehatan (Nakes) RSUD Dompu yang sempat kontak dengan HM, pasien positif Covid-19 meninggal dunia menjalani isolasi. Masing-masing tiga dokter dan delapan perawat.

Lamaran Ditolak, Dosen di Bima Tikam Pacar Hingga Tewas

Naas menimpa  Intan Mulyati, 25 tahun warga Kelurahan Kumbe, Kecamatan Rasanae Timur, Kota Bima. Dia merenggang nyawa ditangan pacarnya sendiri Arif Satriadi, 31 tahun, yang merupakan seorang dosen di salah satu perguruan tinggi swasta di Kota Bima, Rabu (5/8).

Kasus Pengadaan ABBM Poltekes Mataram Segera Naik Penyidikan

Penyelidikan dugaan korupsi pengadaan alat bantu belajar mengajar (ABBM) Poltekkes Mataram tahun 2016 segera rampung. “Progres cukup bagus. Sebentar lagi naik penyidikan,” kata Kasubdit III Ditreskrimsus Polda NTB Kompol Haris Dinzah, Rabu (5/8).

Peredaran Gelap Tramadol di Gomong Mataram, Lima Orang Ditangkap

Tim Satnarkoba Polresta Mataram menggerebek rumah pengedar obat-obatan daftar G di Gomong, Mataram, Rabu (5/8). Sebanyak lima orang ditangkap. ”Dua pembeli, satu perempuan sebagai  penyedia, dan dua penjual,” kata Kasatnarkoba Polresta Mataram AKP Elyas Ericson usai penggerebekan.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Gawat, 300 Mata Air di NTB Menghilang

Perusakan lingkungan, khususnya hutan membuat NTB kehilangan hampir 300 mata air. ”Dari 700-an mata air sekarang tersisa 400 sekian titik mata air,” ungkap Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) NTB H Madani Mukarom, Seninn (3/8).

Tabrakan, Pengendara Terbakar di Sindu Cakranegara

Satlantas Polresta Mataram menelusuri penyebab kecelakaan sepeda motor yang terjadi di Jalan Gora, Sindu Cakranegara, Senin malam (3/8). Peristiwa itu menyebabkan pengendara, Gusti Gede Kumbang meninggal dunia dengan kondisi terbakar.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Viral Pengunjung “Disko” Pendakian Savana Propok Rinjani Ditutup

Pengelola bukit Savana Propok, Pokdarwis Desa Bebidas, Kecamatan Wanasaba menindaklanjuti video joget para pendaki yang viral di media sosial. “Untuk mengevaluasi hal tersebut, kami akan menutup bukit mulai 8 Agustus,”  kata Ketua Pokdarwis Bebidas Chandra Susanto pada Lombok Post, kemarin (4/8).
Enable Notifications.    Ok No thanks