alexametrics
Jumat, 14 Mei 2021
Jumat, 14 Mei 2021

Longsor Proyek Senggigi; Perbaikan Jalan, Penegakan Hukum Jalan

MATARAM-Polda NTB bersama Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) IX Mataram turun ke lokasi longsornya proyek revitalisasi kawasan wisata Senggigi, Lombok Barat (Lobar), Rabu (28/4/2021). Mereka mengecek kondisi tebing yang longsor sehingga menyebabkan bagian proyek ambruk.

”Kita turun untuk melihat kondisi fisik, guna proses perbaikan pascalongsor,” kata Dirreskrimsus Polda NTB Kombes Pol I Gusti Putu Gede Ekawana Putra, Kamis (29/4/2021).

Ekawana mengatakan, BPJN IX Mataram sudah mengusulkan anggaran perbaikan jalan ke Ditjen Bina Marga Kementerian PUPR. Anggaran yang diusulkan bukan hanya untuk perbaikan, tetapi juga untuk penguatan fondasi dasar. ”Seluruh anggarannya  dari pusat. Tidak ada sharing anggaran dengan Pemkab Lobar,” terangnya.

Dia berharap, anggarannya bisa disetujui kementerian. Sehingga, perbaikan bisa lebih cepat. ”Ini kan jalan penghubung antar kabupaten/kota. Jadi harus segera diperbaiki untuk menunjang perekonomian masyarakat juga,” ujarnya.

Diketahui, proyek revitalisasi kawasan wisata Senggigi longsor di tiga titik. Pertama, longsor di kawasan Senggigi View atau atas Hotel Sheraton, Minggu (31/1/2021). Sepekan berikutnya kawasan longsor terjadi di kawasan dekat Kafe Alberto. Terakhir rest area di kawasan Hotel Pasifik yang longsor, Senin (22/2/2021) lalu.

Data LPSE Pemkab Lobar, total anggaran untuk lima titik  proyek revitalisasi kawasan wisata Senggigi Rp 9,8 miliar. Rinciannya penataan rest area kawasan Pasifik Rp 1,7 miliar; penataan di Kafe Alberto Rp 1,8 miliar; Hotel Sheraton atau Senggigi View Rp 2,6 miliar; Makam Batulayar Rp 2,6 miliar; dan Pura Batu Bolong Rp 1,2 miliar.

Terkait pengusutan pidana dalam kasus longsornya proyek revitalisasi ini, Ekawana menegaskan, pengusutan tetap berjalan. Saat ini pengusutan kasus dugaan pidana korupsi masih ditangani Polres Lombok Barat (Lobar). ”Masih berjalan. Kan masih proses penyelidikan. Perbaikan harus seiring berjalan dengan penegakan hukumnya,” jelasnya.

Dia belum mengetahui bagaimana perkembangan terakhir terkait penanganan kasus tersebut. Yang pasti, jika penyelidik sudah menganggap  proses penyelidikan sudah rampung, dia akan melakukan gelar perkara. ”Nanti saya hadir saat akan melakukan gelar perkara,” ujarnya.

Yang diusut, apakah perencanannya sudah sesuai atau tidak. Dari pekerjaannya itu apakah ada unsur perbuatan melawan hukum yang menyebabkan kerugian negara. ”Itu yang masih didalami,” kata dia. (arl/r1)

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks