alexametrics
Jumat, 10 Juli 2020
Jumat, 10 Juli 2020

PT Dineta Jaya Bantah Jual Produk Kedaluarsa

MATARAM-Perusahaan distributor makanan PT Dineta Jaya membantah menjual produk kedaluarsa. ”Kami tidak pernah memperjualbelikan barang kedaluarsa,” kata Penanggung Jawab PT Dineta Jaya Cabang Lombok Theresiatanty, Senin (29/6).

Menurutnya hingga kini ia tidak pernah menerima keluhan dari para pelanggan terkait adanya barang kedaluarsa yang sampai ke tangan konsumen.

”Kita ini bukan perusahaan pabrik. Kita ini hanya perusahaan distribusi makanan. Kita hanya penyalur,” terangnya.

BACA JUGA : Produk Kedaluarsa, Polisi Segel Gudang Makanan di Lobar

Ia tak menampik dalam inspeksi yang dialkukan polisi ditemukan sejumlah produk kedaluarsa. Namun ia mengaku telah memisahkan dengan barang yang masih laik edar dalam satu kawasan gudang. ”Yang kedaluarsa sudah dipisahkan di masing-masing palet,” ujarnya.

 

Menurutnya banyaknya barang kedaluarsa yang ditemukan polisi mengingat sejumlah produk yang ia jual berumur pendek. Ditambah lagi, masa pandemi Covid-19 membuat barang-barang itu tidak bisa terjual semua. ”Karena banyak yang tidak terjual sehingga masa konsumsinya habis,” jelasnya.

Selain itu masa pandemi membuat pihaknya belum sempat memisahkan barang-barang kedaluarsa secara menyeluruh. ”Ya, itu bentuk kelalaian pegawai kami. Karena masa pandemi ini membuat barang menumpuk,” ungkapnya.

Tanti juga menegaskan, terkait dengan dugaan jual beli freezer itu tidak benar. Freezer itu diberikan kepada custumer-nya yang menjual frozen food. ”Kita berikan gratis kepada para pelanggan. Khususnya yang menjual bahan makanan bell food,” tegasnya.

Sebelumnya, gudang produk makanan yang terletak di Dasan Geria, Lingsar, Lombok Barat (Lobar) itu digerebek Unit Tipidter Polresta Mataram, Jumat (26/6) lalu. Sejumlah produk makanan berbagai merek yang kedaluarsa disita polisi. (arl/r2)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

12 Karyawan Bank di Cilinaya Mataram Positif Korona

Di Kelurahan Cilinaya misalnya. Di sini tercatat ada 12 karyawan salah satu bank terpapar virus Korona. “Sebenarnya hanya satu. Namun setelah kita tracing, menjadi 12 orang yang positif,” kata Lurah Cilinaya I Gusti Agung Nugrahini, Kamis (9/7)

Di Kediri Lobar, Ibu Rumah Tangga Diduga Jual Narkoba

WM, 28 tahun, warga asal Kediri Selatan ditangkap Satres Narkoba Polres Lobar. Ia bersama kedua rekannya MA dan MU diduga menjadi penjual dan penyalahguna narkotika jenis sabu. Bahkan, WM alias Dewi ini diketahui sebagai penjual obat penenang tanpa izin pihak instansi kesehatan.

Pariwisata Lesu, Pengusaha Travel Lombok Bertahan lewat Promo

Agen travel perjalanan wisata terus berupaya bertahan dalam ketidakpastian Pandemi Korona. Sektor ini menjadi salah satu yang paling terdampak akibat turunnya kunjungan wisatawan. ”Kami upayakan tetap bangkit seiring dengan penerapan new normal yang sedang digaungkan,” kata Kukuh Laro, pemilik Duta Lombok Transport.

Berdayakan UMKM Lokal, Bappeda NTB Tunggu Pergub

Pergub Pemberdayaan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) hingga kini belum rampung. Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) NTB masih menunggu kelanjutan masukan dan revisi dari gubernur. ”Sampai hari ini (kemarin,Red) kita belum terima. Jika sudah ada, akan langsung kita jadikan landasan dalam memberdayakan UKM/IKM,” kata Kepala Bappeda NTB Amry Rakhman, saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (9/7/2020).

Investasi Triwulan II di NTB Turun, Pencapaian Pertambangan Tertinggi

Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) menyampaikan data realisasi investasi sementara periode triwulan II tahun 2020 hanya mencapai Rp 788 miliar. Jumlah ini menurun dari triwulan sebelumnya Rp 2,1 triliun.

Mencuri Buat Modal Judi, Moyes Diciduk Polisi

Baru enam bulan keluar  dari penjara MR alias Moyes kembali beraksi. ”Pelaku ini mencuri handphone di kawasan Jalan Transmigrasi, Pejanggik, Mataram,” kata Kapolsek Mataram AKP Rafles Girsang, kemarin (9/7).

Paling Sering Dibaca

Jika Masih Tak Patuh, Seluruh Pasar di Mataram Bakal Ditutup Paksa

akil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah mengancam akan menutup pasar yang mengabaikan protokol kesehatan. Ancaman tersebut disampaikan Wagub saat menggelar inspeksi mendadak di Pasar Mandalika, kemarin (8/7). Dia mendapati langsung banyak pedagang dan pembeli tidak mengenakan masker.

Zona Merah Korona, Wagub NTB : Mana Pol PP Mataram, Kenapa Sembunyi?

Pemkot Mataram dinilai lemah dalam merespon dan menangani Covid-19. Wakil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah pun begitu geregetan. Meski zona merah dengan kasus positif dan kematian tiap hari, penerapan protokol kesehatan di ibu kota justru sangat longgar. Tak lagi ada pengawasan macam sedang tidak terjadi apa-apa.

Istri Model Suami Youtuber, Bantah Cari Sensasi “Mahar Sandal Jepit”

Pernikahan dengan mahar sandal jepit Iwan Firman Wahyudi dan Helmi Susanti bukan bermaksud mencari  sensasi di media sosial. Menurut mereka ikatan mereka tulus beralas kasih sayang.

Pilbup Loteng, Lale Prayatni Mulai Goyang Posisi Pathul Bahri

Lobi politik tersaji di DPP Partai Gerindra. Dari informasi yang dihimpun Lombok Post, diam-diam SK Gerindra dibidik Prayatni melalui ‘lorong’ Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Hashim Djojohadikusumo.

Turun dari Rinjani, Warga Lombok Tengah Tewas Jatuh ke Jurang

Pendakian di Gunung Rinjani kembali memakan korban jiwa. Sahli, 36 tahun, warga Desa Tampak Siring, Lombok Tengah meninggal setelah terjatuh ke jurang di kawasan Gunung Rinjani, Senin (6/7).
Enable Notifications.    Ok No thanks