alexametrics
Jumat, 10 Juli 2020
Jumat, 10 Juli 2020

Tersangka Pemotong Dana PKH di Sumbawa Segera Diadili

SUMBAWA-Kasus dugaan penyimpangan penyaluran dana PKH untuk dua desa di Kecamatan Lape segera dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor Mataram.

Kasi Pidsus Kejari Sumbawa Reza Safetsila Yusa mengatakan, saat ini dakwaan kasus tersebut akan segera rampung. Setelah itu, tinggal dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor Mataram. “Dakwaannya segera dirampungkan oleh tim Jaksa Penuntut Umum (JPU),” ujar Reza, Senin (29/6).

Semua kelengkapan terkait pelimpahan sudah disiapkan. Pihaknya juga sudah membentuk tim JPU untuk menangani kasus tersebut. Sejauh ini, kata dia, tidak ada kendala dalam proses pemberkasannya. ’’Tersangka kasus tersebut berinisial SK masih ditahan,’’ jelasnya.

Diketahui, proses pendistribusian dana PKH di Desa Dete dan Lape, Kecamatan Lape diduga bermasalah. Penyaluran kepada penerima diduga diselewengkan. Menurut informasi, dugaan penyelewengan pendistribusian ini terjadi dalam kurun waktu 2017 hingga 2018.

Jumlah penerima PKH di Desa Dete sebanyak 222 kepala keluarga (KK). Sementara di Desa Lape jumlah penerimanya sebanyak 184 KK. Adapun besar dana yang diterima oleh penerima masing-masing sebesar Rp 1,89 juta pertahun. Dana ini langsung ditransfer ke rekening masing-masing penerima.

Dalam hal ini, kartu ATM masing-masing penerima dipegang oknum pendamping PKH untuk dua desa tersebut. Saat pencairan, diduga dana tersebut tidak diberikan secara keseluruhan kepada penerima. Namun, sebagian dananya ditransfer ke rekening pribadi oknum pendamping PKH itu.

Jumlah potongannya bervariasi, yakni berkisar Rp 800 ribu sampai Rp 2 juta. Berdasarkan hasil perhitungan BPKP, dalam kasus ini negara dirugikan sekitar Rp 600 juta.

Dalam kasus ini, Polres Sumbawa sudah menetapkan  seorang tersangka. Yakni mantan pendamping PKH untuk dua desa tersebut berinisial SK. Saat ini, SK juga sudah ditahan oleh Polres Sumbawa. (run/r8)

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Polres KSB Launching Transportasi Sehat

Polres Sumbawa Barat punya terobosan lain dalam mensukseskan Lomba Kampung Sehat

Kampus Belum Boleh Buka, Mahasiswa Belajar dari Rumah

Kemenag tidak tergesa-gesa mengizinkan perguruan tinggi keagamaan Islam (PTKI) membuka kuliah tatap muka. Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Kemenag Arskal Salim mengatakan kuliah tatap muka baru diizinkan saat semester genap tahun akademik 2020-2021 nanti.

Pecah Rekor, Sehari Penularan Korona Capai 2.567 Kasus

KASUS positif infeksi Covid-19 lagi-lagi mencetak rekor terbaru dengan pernambahan 2.567 orang pada periode 8 hingga 9 Juli 2020. Jumlah ini lebih dari 2 kali lipat rata-rata pertumbuhan kasus seribu orang per hari dalam dua minggu terakhir.

Akurasi Alat Rapid Test Buatan NTB Mampu Saingi Produk Impor

Indonesia akhirnya resmi melaunching alat rapid test inovasi dalam negeri. Diberi nama RI-GHA Covid-19, alat ini diklaim memiliki akurasi nyaris sempurna.

Menyoal Pengetahuan dalam Penanganan Covid-19 Menghadapi New Normal

KASUS covid-19 sudah lebih dari empat bulan berjalan sejak kasus pertama, tanda-tanda penurunan belum juga terlihat. Prediksi para ahli terancam gagal, usaha-usaha pemerintah melalui program stimulus ekonomi dan bantuan sosial lainnya belum mampu mengatasi dampak ekonomi dan sosial covid-19.

Cegah Korona, Pasar Burung Cakranegara Kekurangan Tempat Cuci Tangan

   Kalau protokol kesehatan sudah diberlakukan di hotel, restoran, pusat pertokoan dan perkantoran, tidak demikian dengan di pasar. Penerapan protokol kesehatan di pasar diakui Lurah Cakranegara Barat I Wayan Swira masih kedodoran

Paling Sering Dibaca

Jika Masih Tak Patuh, Seluruh Pasar di Mataram Bakal Ditutup Paksa

akil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah mengancam akan menutup pasar yang mengabaikan protokol kesehatan. Ancaman tersebut disampaikan Wagub saat menggelar inspeksi mendadak di Pasar Mandalika, kemarin (8/7). Dia mendapati langsung banyak pedagang dan pembeli tidak mengenakan masker.

Zona Merah Korona, Wagub NTB : Mana Pol PP Mataram, Kenapa Sembunyi?

Pemkot Mataram dinilai lemah dalam merespon dan menangani Covid-19. Wakil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah pun begitu geregetan. Meski zona merah dengan kasus positif dan kematian tiap hari, penerapan protokol kesehatan di ibu kota justru sangat longgar. Tak lagi ada pengawasan macam sedang tidak terjadi apa-apa.

Istri Model Suami Youtuber, Bantah Cari Sensasi “Mahar Sandal Jepit”

Pernikahan dengan mahar sandal jepit Iwan Firman Wahyudi dan Helmi Susanti bukan bermaksud mencari  sensasi di media sosial. Menurut mereka ikatan mereka tulus beralas kasih sayang.

Pilbup Loteng, Lale Prayatni Mulai Goyang Posisi Pathul Bahri

Lobi politik tersaji di DPP Partai Gerindra. Dari informasi yang dihimpun Lombok Post, diam-diam SK Gerindra dibidik Prayatni melalui ‘lorong’ Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Hashim Djojohadikusumo.

Turun dari Rinjani, Warga Lombok Tengah Tewas Jatuh ke Jurang

Pendakian di Gunung Rinjani kembali memakan korban jiwa. Sahli, 36 tahun, warga Desa Tampak Siring, Lombok Tengah meninggal setelah terjatuh ke jurang di kawasan Gunung Rinjani, Senin (6/7).
Enable Notifications.    Ok No thanks