alexametrics
Sabtu, 8 Agustus 2020
Sabtu, 8 Agustus 2020

Mahasiswi Unram Tewas Tergantung, Keluarga Cium ada Pengaburan Fakta

MATARAM-Misteri kematian mahasiswi magisteral Unram berinisial  LNS, 23 tahun belum terpecahkan. Keluarga membantah korban gantung diri dalam keadaan hamil. ”Kita tegas membantah kalau korban tidak dalam kondisi hamil,” kata Yan Mangandar, penasihat hukum keluarga LNS, Rabu  (29/7).

Keyakinan keluarga muncul karena lima hari sebelum keluar dari  rumah orang tuanya, LNS baru pulang mendaki gunung. ”Tidak masuk akal kalau orang sedang hamil bisa naik gunung,” jelasnya.

Tak hanya itu, orang tua korban juga mengetahui kalau LNS pernah menyuruh keponakannya membelikan pembalut. ”Kalau  orang hamil tidak mungkin kan membeli pembalut,” ujarnya.

Yan mengatakan kesan negatif yang muncul dari korban yang menggantung diri dalam keadaan hamil. Isu berhebus korban bunuh diri karena tidak ada yang bertanggungjawab atas  kehamilannya. ”Kesaan itu harus diluruskan. Saya tegaskan, keluarga yakin LNS tidak dalam kondisi hamil,” tegasnya.

Terkait dengan keterangan Rio ke Penyidik yang sebelumnya menerangkan akan pergi S2 ke Jogjakarta itu bohong. Karena, Rio belum lulus S1. ”Logikanya mana mungkin melakukan S2, S1-nya saja belum selesai,” ujarnya.

Jadi, opini yang terbangun seakan-akan LNS tidak mau ditinggal Rio. ”Itu pembohongan,” ungkapnya.

Untuk itu, Yan terus mendorong pihak kepolisian untuk mempercepat proses otopsi. Agar, penyebab kematian korban semakin jelas. ”Sehingga tidak memunculkan isu negatif terhadap korban,” kata Yan.

Semakin cepat dilakukan otopsi, maka semakin cepat ditemukan petunjuk-petunjuk lain dalam pengungkapan penyebab kematian korban. ”Kalau semakin lama kan semakin sulit ditemukan,” keluhnya.

Yan mengaku sudah melakukan gelar barang bukti hasil temuan dari keluarga dan  tim di Biro Konsultasi dan Bantuan Hukum (BKBH) Universitas Mataram. Dari pihak keluarga menerangkan ditemukan adanya kerusakan fisik dibagian tubuh yang lain. ”Bukan saja dileher, tetapi juga dibagian lain badannya. Seperti, di ketiak kiri dan kanan, dada atas, dan bagian perut ditemukan luka memar dan luka lecet,” jelasnya.

Selain itu, tim juga melihat dari karakter korban. LNS memiliki karakter pendiam dan mandiri. ”Jadi kami rasa sekecewa apapun dia. Tidak mungkin mengambil jalur bunuh diri,” ungkapnya.

Apalagi, LNS dibesarkan dari keluarga yang tidak kekurangan. LNS adalah seorang anak purnawirawan AKBP dan kakaknya selalu memperhatikannya. ”Tak hanya itu, korban juga orang yang pintar dan berprestasi. Sehari sebelum ditemukan meninggal, LNS sudah diterima lulus di Magister Fakultas Hukum Unram,” bebernya.

Untuk itu, Yan terus mendorong kepolisian segera mengungkap kasus tersebut. “Dugaan kami korban ini dibunuh,” kata dia.

Sementara itu, Kasatreskrim Polresta Mataram AKP Kadek Adi Budi Astawa mengatakan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan dokter Rumah Sakit Bhayangkara. Dokter yang ditunjuk dari Rumah Sakit Unram untuk proses otopsi. ”Kita tinggal menunggu jadwal saja,” kata Kadek Adi.

Terkait dugaan adanya kekerasan, perlu didalami lagi. Kadek Adi mengakui bahwa dirinya sudah menerima hasil visum. ”Tetapi, kan bukan saya yang bisa memberikan keterangan soal hasil visumnya. Harus pihak dokter yang memberikan penjelasan,” ucapnya. (arl)

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Warga Kompak, Desa Kebon Ayu Gerung Pertahankan Zona Bebas Korona

Desa Kebon Ayu menjadi salah satu peserta lomba kampung sehat mewakili Kecamatan Gerung Lombok Barat bersama dua desa lainnya. Desa ini menjadi salah satu desa yang bebas dari wabah virus Covid-19. Apa rahasianya?

Di Kota Bima, Penilaian Kampung Sehat Dimulai dari Kecamatan Raba

LOMBA Kampung Sehat Nurut Tatanan Baru Polda NTB mulai memasuki babak penilaian di Kota Bima. Penilaian dilaksanakan di Kelurahan Rabadompu Barat, Kecamatan Raba, Kota Bima.

Pilbup Sumbawa Barat, Petahana Berpeluang Lawan Kotak Kosong

Partai NasDem memutuskan mengusung HW Musyafirin-Fud Syaifudin di Kabuapten Sumbawa Barat (KSB). “Ke petahana,” kata Sekretaris Wilayah DPW Partai NasDem NTB Multazam, Jumat  (7/8).

Kenaikan Konsumsi dan Ulah Spekulan Sebabkan Elpiji Langka di Mataram

”Beberapa lokasi di sekitar Mataram yang mengeluh kelangkaan elpiji, bisa jadi disebabkan permintaan dan kebutuhan masyarakat setempat meningkat signifikan,” kata Section Head Communication Pertamina MOR V Ahad Rahedi

Pemerataan Mutu Pendidikan, SMA di NTB Rintis Program Sister School

”Jangan sekolah itu merasa maju sendiri, tetapi harus bisa berbagi dan memiliki imbas kepada sekolah lain,” jelas Kepala Bidang Pembinaan SMA Dinas Dikbud NTB H Muhammad Fauzan pada Lombok Post

Efek BDR Dikeluhkan Wali Murid, Disdik Kota Mataram Janji Cari Solusi

”Dana bos itu tidak mungkin akan cukup membelikan keperluan kuota internet anak-anak. Kasian nanti sekolahnya tidak bisa bayar listrik, air hingga guru honor,” kata Kepala Disdik Kota Mataram H Lalu Fatwir Uzali

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Peredaran Gelap Tramadol di Gomong Mataram, Lima Orang Ditangkap

Tim Satnarkoba Polresta Mataram menggerebek rumah pengedar obat-obatan daftar G di Gomong, Mataram, Rabu (5/8). Sebanyak lima orang ditangkap. ”Dua pembeli, satu perempuan sebagai  penyedia, dan dua penjual,” kata Kasatnarkoba Polresta Mataram AKP Elyas Ericson usai penggerebekan.

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

VIDEO : Otopsi Kunci Pengungkapan dugaan Pembunuhan LNS

Polresta Mataram berupaya memecahkan misteri penyebab kematian gadis berinisial LNS. Kuburan perempua yang ditemukan tergantung di salah satu perumahan di Jampung, Mataram ini diotopsi, Senin (3/8).
Enable Notifications.    Ok No thanks