alexametrics
Kamis, 1 Oktober 2020
Kamis, 1 Oktober 2020

Bungkus Rokok Jatuh, SH Kedapatan Bawa Sabu

MATARAM-Pria berinisial SH mengkonsumsi narkoba sejak tahun 90-an. Sekian lama menggunakan barang haram itu, baru kali ini berurusan dengan polisi.

Kapolres Mataram AKBP H Saiful Alam mengatakan, pelaku ditangkap setelah membeli sabu di Karang Bagu Cakranegara, Kamis (29/8) lalu. Sabu dibelinya dengan harga Rp 100 ribu. ”Sabu yang dibelinya itu ditaruh di bungkus rokok,” kata Saiful, kemarin (30/8).

Saat berjalan pulang, SH mampir membeli rokok di sebuah warung. Saat hendak membayar, bungkusan rokok yang berisi sabu itu jatuh di depan warung. ”Bungkusan rokok itu dipungut pemilik warung,” kata dia.

Saat dibuka, bungkusan rokok tersebut berisi sabu-sabu. Pemilik warung pun menghubungi Babinkamtibmas setempat. ”Warga yang menemukan bungkus rokok itu berkoordinasi dengan Babin,” jelasnya.

Selanjutnya, Babinkamtibmas meletakkan kembali bungkusan rokok tersebut. Dia ingin melihat siapa yang memiliki barang haram tersebut. ”Babin dan masyarakat terus memantau kondisi bungkusan rokok itu dari jauh,” bebernya.

Tak lama berselang, SH kembali ke warung tersebut. Lalu mengambil bungkus rokok itu. ”SH langsung ditangkap bersama masyarakat,” kata dia.

Selanjuntya, diserahkan ke Kanit narkoba Polres Mataram untuk diselidiki lebih lanjut. Berat sabu yang dibawanya 0,40 gram.

 SH mengakui, bahwa barang haram tersebut miliknya. ”Hasil tes urine, Dia (SH,Red) juga positif menggunakan narkoba,” bebernya.

SH mengatakan, baru kali ini ditangkap polisi. Dia telah menggunakan narkoba dua puluhan tahun. ”Pertama menggunakan karena ditawarin teman. Bahkan pernah ditipu. Isinya tawas,” kata SH.

Setiap pembelian, pria berprofesi tukang parkir itu hanya mengeluarkan uang Rp 100 ribu. Sabu itu Ia gunakan sendiri. “Sekali-kali patungan sama teman,” bebernya.

Dari perbuatannya, SH dikenakan pasal 112 dan atau pasal 127 ayat (1) Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Ancaman hukuman minimal empat tahun penjara. (arl/r2)  

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

BioSolar Non Subsidi, Solusi Kebutuhan Masyarakat Sumbawa

”Supaya mempermudah pelanggan membedakan jenis produk BBM yang dibeli,” terang Unit Manager Communication Relation & CSR Pertamina MOR V Rustam Aji melalui rilis yang diterima Lombok Post, Rabu (30/9/2020).

Banyak Manfaat, Petani di Mataram Justru Enggan Terima Kartu Tani

”Ketika daftar, dia berada di titik lahan A dengan luas sekian. Namun, ketika kartu ini keluar, dia sudah mutasi nyewa lahan lain dengan luas berbeda,” jelasnya, Selasa (29/9/2020).

Bisnis Hidroponik, Bantu Perekonomian Warga Kota saat Pandemi

”Mereka bisa jual sendiri, atau bisa juga bermitra dengan kami. Soal pasar, kami yang carikan,” katanya kepada Lombok Post, Rabu (30/9/2020).

Dilantik Lusa, Kontribusi Pemuda Muhammadiyah Kota Mataram Dinanti

"Kita mengambil tema meneguhkan semangat kepemudaan untuk Kota Mataram maju dan religius," kata Ketua PDPM Kota Mataram Iskandar.

Dompu Zona Merah, Simulasi KBM Tatap Muka Dua Sekolah Distop

Rinciannya, SMAN 1 dan 2 Kilo, SMAN 1 dan 3 Pekat, SMAN 1 Kempo, SMKN 1 Manggalewa, SMKN 2 Dompu, dan SMAN 1 Hu’u. Namun, hanya simulasi di SMKN 2 Dompu dan SMAN 1 Hu’u yang dihentikan. ”Pertimbangannya, karena sekolah itu ada di wilayah kota dan dekat kota, sebagai pusat penyebaran Covid-19,” jelasnya.

Cegah Penyakit Jantung di Masa Pandemi

dr. Yusra Pintaningrum, SpJP(K),FIHA,FAPSC,FAsCC

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Zona Hijau Korona di NTB Kian Berat

”Indikatornya lebih tajam lagi. Kemarin, yang dihitung hanya pasien positif (Covid-19) saja. Sekarang probable juga dihitung,” kata Kepala Dinas Kesehatan NTB dr Hj Nurhandini Eka Dewi, usai rapat evaluasi penanganan Covid-19, di kantor gubernur NTB, kemarin (28/9).

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Bantuan Presiden, Pedagang Kaki Lima Bakal Diberi Rp 2,4 Juta

Kucuran bantuan pemerintah dalam rangka stimulus ekonomi di tengah pandemi Covid-19 semakin beragam. Kemarin (19/8) sore di halaman tengah Istana Merdeka bersama sejumlah pedagang kecil, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memperkenalkan Bantuan Presiden (Banpres) Produktif.
Enable Notifications    Ok No thanks