LombokPost-Setiap hidangan yang disajikan di malam momen Imlek ini punya makna tersendiri.
Terdapat berbagai macam masakan biasanya wajib ada di setiap meja makan saat perayaan Imlek. Dan setiap makanan yang disajikan pun syarat akan makna dan doa.
Dilansir dari rukita.co, inilah maca-macam makanan yang tersaji saat Hari Raya Imlek.
Kue Keranjang
Kue keranjang memiliki tekstur yang lengket, berwarna cokelat, dan terasa manis. Dalam bahasa Kanton disebut sebagai Nian Gao, kue keranjang ini bahan dasarnya adalah beras ketan dan gula.
Baca Juga: Jelang Imlek, Ini Resep Hidangan Hari Raya Imlek, Mie Panjang Umur
Kue ini memiliki filosofinya sendiri. Menurut masyarakat China, memakan kue ini sebelum hidangan lainnya bisa membuat kehidupan di tahun yang baru penuh keberuntungan dan diwarnai rasa manis.
Selain itu, kue keranjang yang disusun meninggi juga berarti harapan akan kehidupan yang terus menanjak, diberikan kemakmuran, serta dilimpahkan rezeki.
Salad atau Yusheng
Yusheng adalah salad yang berisi sayuran seperti lobak dan wortel yang diiris tipis ditambah dengan potongan ikan tuna yang dibumbui minyak goreng, merica, dan minyak wijen.
Ada cara unik untuk menyantap makanan ini. Seluruh anggota keluarga harus secara bersama-sama mengaduknya dan mengangkat dengan sumpit setinggi-tingginya.
Filosofinya adalah semakin tinggi Yusheng terangkat, maka akan semakin banyak harapan dan cita-cita yang akan tercapai di tahun baru ini. Selain itu, karena makanan ini dihidangkan dan disantap bersama-sama, Yusheng juga menjadi simbol kebersamaan dan keakraban.
Mie Panjang Umur
Changshou atau lebih familiar dengan nama mie panjang umur, merupakan makanan khas Imlek yang wajib dihidangkan.
Saat Imlek juga disediakan dessert berupa manisan. Manisan ini akan dihidangkan di dalam kotak berbentuk segi delapan dan terdiri atas delapan jenis manisan.
Angka delapan ini menurut kepercayaan merupakan lambang kebahagiaan dan rezeki yang infinity, alias tidak putus-putus.
Delapan manisan yang dipilih juga punya filosofinya masing-masing.
Misalnya, kelapa kering yang merupakan simbol persatuan. Manisan lengkeng sebagai simbol keturunan. Leci yang menggambarkan keterikatan keluarga. Melon sebagai simbol kesehatan. Jeruk kumquat lambang kemakmuran. Kacang tanah simbol panjang umur. Serta semangka merah yang menggambarkan kebahagiaan.
Jeruk
Buah yang mudah ditemukan di mana-mana ini juga wajib dihidangkan saat perayaan Imlek. Dalam bahasa Mandarin, kata ‘jeruk’ mirip seperti kata ‘kemakmuran’.
Selain itu, warnanya yang seperti emas serta bentuknya yang bulat dipercaya dapat membawa keberuntungan dan rezeki. Apa pun jenis jeruknya, entah jeruk Mandarin, jeruk Medan, atau lemon, pastikan jeruk yang dipilih memiliki warna hampir menyerupai emas.
Ikan Kukus Utuh
Ikan utuh dari kepala sampai ekor. Dalam bahasa Mandarin, kata ‘ikan’ mirip seperti kata ‘kelebihan’.
Urutan makannya juga nggak boleh salah, karena ikan harus dimakan paling akhir dalam perayaan Imlek. Ini karena ikan menjadi simbol rezeki lebih di pengujung tahun.
Selain itu, ikan juga menjadi lambang keberuntungan yang nggak diduga-duga, lho. Sebaiknya ikan diolah dengan cara direbus atau dikukus sebelum dihidangkan.
Lapis Legit
Selain kue keranjang, lapis legit juga jadi kudapan wajib saat Imlek. Dengan bentuknya yang berlapis-lapis, diharapkan makanan manis dan legit ini bisa memberikan rezeki yang berlapis-lapis atau terus-menerus.
Rasanya yang manis juga menjadi doa untuk kehidupan manis pula di tahun yang akan dijalani.
Kuaci dan Kacang
Kuaci dan kacang juga biasa dijadikan cemilan saat perayaan Imlek.
Kuaci dan kacang disebut-sebut bisa memberikan kesuburan serta harapan agar yang memakannya segera mendapatkan keturunan. Serta mampu membawa banyak rasa bahagia dalam keluarga tersebut.
Soup Delapan Bahan
Selanjutnya adalah sup yang terbuat dari delapan bahan utama, yaitu ikan, udang, kerang kering, jamur hitam, abalone, jamur tungku, teripang, dan kacang ginkgo.
Berdasarkan kepercayaan Tionghoa, angka delapan ini menjadi simbol kesempurnaan, kesatuan, serta harapan akan keberuntungan yang tidak terputus.
Selain itu, Imlek biasanya dirayakan pada saat musim hujan atau musim dingin. Maka dari itu, hidangan sup ini diharapkan akan memberikan kehangatan bagi yang memakannya.
Gong Xi Fa Cai!***
Editor : Alfian Yusni