alexametrics
Rabu, 15 Juli 2020
Rabu, 15 Juli 2020

Sebelum Dilaporkan ke Polisi, Inaq Kalsum Mengaku Kerap Disakiti Anak dan Menantu

Rencana Mahsun yang  ingin melaporkan sang ibu, Inaq Kalsum ke Polda NTB  hati Inaq Kalsum kian teriris. Kalsum akhirnya angkat bicara kenapa dia nekat kabur dari rumah dengan membawa sepeda motor yang dibeli dari hasil penjualan warisan.

 

—————————–

 

Sore itu, Kalsum sedang duduk-duduk di gazebo rumahnya adiknya, Amaq Ramli. Tepatnya di Dusun Buntage, Desa Giri Sasak, Kecamatan Kuripan, Lombok Barat. Terlihat jelas kesedihan di raut wajahnya yang dibalut jilbab hitam.

Kalsum mengaku selama di rumah mendapatkan kekerasan fisik. Dipukul, ditempeleng hingga di tendang. Sampai pendengarannya mulai terganggu. “Itu alasan saya kabur dari rumah dan membawa motor. Saya tidak tahan disiksa,” keluh Kalsum didampingi Amaq Ramli.

Menurut Kalsum, kekerasan fisik yang diterimanya justru datang anak kesayangannya sendiri dan menantunya. Awalnya, keluarga ingin melaporkan dugaan kekerasan tersebut ke polisi. Tapi, Kalsum berpikir seribu kali. Dia menilai, tidak ada ibu di dunia ini, yang ingin melihat anak dan menantunya sengsara, apalagi sampai di penjara.

BACA JUGA : Anak Pidanakan Ibu Kandung, Polres Loteng : Laporan Kami Tolak!

Ditolak Polres Loteng, Mahsun Ingin Laporkan Ibu Kandung ke Polda NTB

Terlebih, masih ada tiga cucu yang harus diperhatikan. Atas dasar itulah, dia lebih memilih meninggalkan anak kesayangannya di Dusun Berobot, Desa Ranggagata, Kecamatan Praya Barat, Lombok Tengah. Sayangnya, sikapnya itu justru mendapat perlawanan keras dari anaknya.

Dengan wajah sendu dan mata berkaca-kaca, Kalsum merasa tidak dihargai sebagai seorang ibu. Sudah beberapa kali, dia dan adiknya Amaq Ramli harus berurusan dengan polisi. Seharusnya, diumur yang sudah beranjak 61 tahun ini, dia bisa beristirahat sembari memanjakan cucu.

Sayangnya, itu sebatas angan-angan semata. Itu karena anaknya keras ingin membawanya ke polisi bersama pamannya Amaq Ramli. “Saya sebagai pamannya, sekaligus orang tuanya, menyesali perbuatan Mahsun,” tambah Amaq Ramli.

Apalagi, dia ikut terseret dalam pertikaian dengan ibunya. Dia ikut dilaporkan ke polisi, atas dugaan ikut serta membantu melakukan penggelapan sepeda motor.

Laporan pertama, dilayangkan di Polsek Praya Barat Daya. Di tempat itu, cerita Amaq Ramli adu mulut terjadi, bahkan sempat adu fisik. Namun, dapat dilerai personel kepolisian.    “Saya masih sabar, saya masih melihat dia (Mahsun) sebagai anak saya,” ujarnya didampingi Kepala Dusun (Kadus) Buntage Asrul Asmanulhakim.

Hanya saja, kata dia, sabar itu ada batasannya. Jika Mahsun masih keras dengan ibunya, apalagi sampai main fisik, maka pihaknya dan keluarga besar di Desa Giri Sasak memastikan tidak tinggal diam. “Di dunia ini, tidak ada mantan ibu. Kalau mantan istri banyak,” sindir Kadus Buntage Asrul Asmanulhakim.

Jadi, sikap yang dilakukan Mahsun, harus dijadikan contoh bagi anak-anak lainnya. Sebagai seorang anak, wajib menghormati dan menghargai ibu. Wajib melindungi, wajib mencintai dan menyayangi ibu. Ibu di atas segala-galanya di dunia ini, tidak bisa tergantikan oleh apa pun dan siapa pun.

“Berapa kali, saya memediasi masalah ini. Tapi tidak ada titik temu,” sesal Asrul.

Dia berharap, sikap Mahsun yang ingin melaporkan ibunya kembali ke Polda NTB ditolak pihak kepolisian.

Sementara itu, Mahsun dikediamannya di Dusun Berobot menegaskan, tidak pernah melakukan tindakan fisik ke orang tuanya. Kecuali, adu mulut saja. Itu pun kebanyakan dari istrinya. “Saya berusaha melerai. Tapi, ujung-ujungnya saya disalahkan karena dianggap membela istri,” cerita dia. (DSS/r5)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Korona Tinggi, Pola Pencegahan Covid 19 di Mataram Perlu Dievaluasi

emkot Mataram memang bekerja. Mereka berupaya memutus mata rantai penularan virus Korona. Sayangnya, kerja para pemangku kebijakan di Pemkot Mataram itu tanpa inovasi.

Enam Bulan, 19 Kasus Kekerasan Terhadap Anak Terjadi di Mataram

Kasus kekerasan anak di Kota Mataram masih sering terjadi. Buktinya, hingga Juli  tercatat sudah terjadi 19 kasus. “Kebanyakan dari kasus ini perebutan hak asuh,” kata Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Mataram Hj Dewi Mardiana Ariany, Selasa (14/7).

Larangan Dicabut, PNS Sudah Boleh Lakukan Perjalanan Dinas

Kebijakan pembatasan perjalanan dinas aparatur sipil negara (ASN) resmi dicabut. Kini ASN dibolehkan ke luar kota. Namun, dengan syarat-syarat khusus.

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Di Mataram, Tanpa Masker Tak Boleh Masuk Pasar

Saat ini, sebagian besar masyarakat NTB memang sudah menggunakan masker. Tapi, banyak pula yang memakai masker hanya sampai dagu atau di leher. Sementara di Kota Mataram dan Lombok Barat yang merupakan dua daerah zona merah dengan kasus Covid-19 terparah, banyak pedagang dan pengunjung pasar yang masih bandel. Mereka ngelencer di pasar tanpa masker.

Sukseskan Kampung Sehat, Tiga Pilar di Loteng Kompak

Pemkab, Polres dan Kodim 1620/Lombok Tengah siap menyukseskan lomba kampung sehat. “Harapannya masyarakat mempunyai kemampuan dan kemandirian dalam penanganan covid-19,” papar Kapolres AKBP Esty Setyo Nugroho saat memimpin upacara tiga pilar di Bencingah Alun-Alun Tastura, Praya, Selasa (14/7/2020).

Paling Sering Dibaca

Usai Pemakaman, Kades Sigerongan Lobar dan Lima Warga Lainnya Reaktif

Aktivitas di Kantor Desa Sigerongan lumpuh. Menyusul hasil rapid test kepala desa dan sejumlah warganya reaktif. Selama 14 hari ke depan, pelayanan di kantor desa ditiadakan sementara.

Korona NTB Masih Parah, Sekolah Hanya Bisa Dibuka di Kota Bima

Ketentuannya, kegiatan di sekolah pada tahun ajaran baru hanya diperbolehkan untuk daerah zona hijau. Karena itu, manakala ada pemerintah daerah yang nekat membuka sekolah non zona hijau. pemerintah pusat memastikan akan memberi sanksi.

Beli Honda ADV150, Hemat Rp 5,7 Juta

Honda ADV150 merupakan skutik penjelajah jalanan canggih dengan desain bodi yang futuristik dan manly. Skutik ini dibekali mesin 150cc eSP yang menyuguhkan performa responsif.

Liburan di Sungai Dodokan Lobar, Bayar Rp 5 Ribu Wisata Sampai Puas

Orang kreatif bisa membuat peluangnya sendiri. Itulah yang dilakukan Siali, warga Desa Taman Ayu, Kecamatan Gerung. Ia membuat Sungai Dodokan jadi spot wisata baru di Lombok Barat (Lobar).

Ikuti Mataram, Lobar Berlakukan Jam Malam

erkembangan pandemi Covid-19 di Lombok Barat (Lobar) semakin mengkhawatirkan. Kasus positif yang mencapai 300 lebih, menjadi atensi penuh Polres Lobar dalam melakukan upaya pencegahan penularan.
Enable Notifications.    Ok No thanks