alexametrics
Kamis, 6 Agustus 2020
Kamis, 6 Agustus 2020

Akhiri Pertikaian, Keluarga Sarankan Mahsun Minta Maaf dan Berdamai dengan Inaq Kalsum

Perseteruan antara ibu Mahsun dan ibunya Inaq Kalsum di ranggagata, Kecamatan Praya Barat Daya berlanjut. Konflik melebar setelah Inak Kalsum melawan dan melaporkan balik sang anak. Keluarga meminta Mahsun  mencium kaki ibunya dan  meminta maaf.

————————–

Masalah antara Mahsun dengan ibunya tidak hanya dirasakan mereka. Namun keluarga besar lainnya juga turut sedih dengan kejadian ini. Keluarga berharap masalah ini diselesaikan dengan cara baik-baik.

“Kami siap membuka pintu maaf bagi Mahsun,” kata Amaq Ramli, adik dari Kalsum di Dusun Buntage Desa Giri Sasak, Kecamatan Kuripan, Lombok Barat.

Maaf yang diberikan dengan catatan. Yakni bertobat dan tidak akan melakukan perbuatan yang sama dikemudian hari. Jika melanggar, maka pihaknya siap melakukan perlawanan keras.

Sedangkan, urusan warisan peninggalan Madahan, bapak dari Mahsun untuk sementara tetap menjadi tanggung jawab ibunya. “Bukan anak. Kecuali, ibunya sudah meninggal dunia, maka lain ceritanya,” papar Amaq Ramli.

Amaq Ramli menegaskan, tidak ada kepentingan apapun, menyangkut pertikaian keluarganya tersebut. Kecuali ingin melihat, mereka hidup berdamai, layaknya anak dan orang tua pada umumnya.

Apalagi, usia adiknya sudah beranjak di atas 50 tahun. Dia mengingatkan, Mahsun menghentikan langkah kakinya melaporkan ibunya dan dirinya ke polisi. Terlebih, masih ada tiga orang anak-anak yang perlu diperhatikan.

Bagi Amaq Ramli, bermusuhan dengan ibu kandung sama dengan bermusuhan dengan Allah SWT. Doa ibu dan kutukan ibu dipastikan langsung di dengar Allah. Jangan sampai azab Allah turun.

“Kalau saya ingat almarhumah ibu, saya merasa sedih melihat persoalan ini,” tambah Kadus Buntage Asrul Asmanulhakim.

Untuk itulah, pihaknya berharap peristiwa antara Mahsun dan Kalsum harus dijadikan pelajaran berharga bagi siapa pun anak-anak di luar sana. Jangan pernah melawan ibu. “Sejelek-jeleknya ibu, tetap ibu. Bukan orang lain,” tegasnya.

Dalam posisi ini, pihaknya membela Kalsum, bukan Mahsun.  Sebagai aparatur pemerintah desa, pihaknya memberikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Kasatreskrim Polres Loteng AKP Priyo Suhartono. Karena secara tegas menolak laporan Mahsun. Dia berharap, sikap yang sama bisa dijalankan polisi di Polda NTB, bahkan Mabes Polri.

“Ini anak kandung saya, bukan anak tiri. Tapi, tega sekali,” sesal Kalsum, dengan nada kesal.

Kalsum yang menggunakan jilbab hitam dan daster merah berbunga-bunga tersebut sudah kehabisan kesabaran. Kendati demikian, dia siap mendengarkan keluarga mana yang terbaik. “Saya keberatan dan saya tidak terima, kalau warisan bapaknya dikuasai. Saya ini masih hidup,” kesalnya.

Sementara itu, Mahsun tetap pada pendiriannya. Kemarin dia mendatangi Polda NTB untuk melaporkan ibunya. Namun dia berkilah, bukan ingin menjerumuskan ibunya ke penjara. Melainkan, meminta tolong kepolisian menggertak ibunya, agar kembali ke rumah sembari membawa sepeda motor yang dipermasalahkan.

“Apalagi sudah dua tahun berjalan, motor belum dibayar pajaknya,” ujar Mahsun.

Dia tetap keras. Sepeda motor wajib dikembalikan. “Kalau ibu saya sakit, ujung-ujungnya pasti anak yang dicari. Bukan keluarga,” pungkasnya. (DSS/r5/*)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Masuk Destinasi Wisata Terpopuler Asia 2020, Lombok Siap Mendunia

”Kalau masuk di ranking dunia artinya kita adalah destinasi yang memang layak untuk dikunjungi,” kata Ketua Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) NTB Awanadi Aswinabawa, Rabu (5/8/2020).

Buntut Penutupan Savana Propok, TNGR Perketat Pemeriksaan Pengunjung

”Dengan penutupan ini semua akan lihat, kalau berbuat begitu pasti akan ditutup,” kata Kepala Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) Dedy Asriady, Rabu (5/8/2020).

Kasus Sewa Lahan Desa Sesela, Penyidik Perdalam Keterangan Saksi

Berkas penyidikan kasus dugaan korupsi penyewaan lahan untuk pembangunan tower tahun 2018 masih dilengkapi. Sejumlah saksi diperiksa maraton untuk melengkapi berkas penyidikan. ”Yang sudah kita periksa baru Ketua RT dan ada juga dari BPD (Badan Permusyawaratan Desa),” kata Kajari Mataram Yusuf, Rabu (5/8).

Efek Pandemi, Omzet Penjual Perlengkapan Sekolah di Mataram Merosot

”Tak hanya buku paket dan buku tulis saja. Hampir seluruh jenis peralatan sekolah alami penurunan penjualan. Bahkan menjalar ke barang-barang peralatan kantor,” katanya.  

Totalitas dalam Melindungi Hak Pilih

SALAH satu asas penting dalam pelaksanaan pemilu/pemilihan adalah asas jujur. Kata jujur ini tidak hanya muncul sebagai asas penyelenggaraan pemilu/pemilihan, namun juga hadir sebagai prinsip dalam penyelenggaraannya. Setiap kata yang disebut berulang-ulang apalagi untuk dua fondasi yang penting (asas-prinsip) maka kata itu menunjukkan derajatnya yang tinggi.

Sanksi Tak Pakai Masker, Bayar Denda atau Bersihkan Toilet Pasar

Peraturan daerah (Perda) tentang Penanggulangan Penyakit Menular berlaku efektif bulan ini. Denda bagi aparatur sipil negara (ASN) yang melanggar lebih berat dibandingkan warga biasa.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Gawat, 300 Mata Air di NTB Menghilang

Perusakan lingkungan, khususnya hutan membuat NTB kehilangan hampir 300 mata air. ”Dari 700-an mata air sekarang tersisa 400 sekian titik mata air,” ungkap Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) NTB H Madani Mukarom, Seninn (3/8).

Tabrakan, Pengendara Terbakar di Sindu Cakranegara

Satlantas Polresta Mataram menelusuri penyebab kecelakaan sepeda motor yang terjadi di Jalan Gora, Sindu Cakranegara, Senin malam (3/8). Peristiwa itu menyebabkan pengendara, Gusti Gede Kumbang meninggal dunia dengan kondisi terbakar.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Ungkap Dugaan Pembunuhan LNS, Polres Mataram Periksa 13 Saksi

Penemuan jasad LNS, 23 tahun dalam posisi tergantung di dalam sebuah rumah di di perumahan BTN Royal, Jempong Baru, Sekarbela, Mataram menyisakan tanda tanya. Penyidik Polresta Mataram  memeriksa sejumlah saksi secara maraton.
Enable Notifications.    Ok No thanks