alexametrics
Sabtu, 25 Juni 2022
Sabtu, 25 Juni 2022

Kaliadem, Jajanan Jadul Khas Lombok yang Tetap Bertahan Hingga Kini

Kue kaliadem menjadi menjadi makanan wajib saat ada begawe (pesta) suku Sasak di Lombok. Jajanan khas ini juga menjadi camilan yang pas saat santai.

 

ALI ROJAI, Mataram

 

RUSLAH namanya. Perempuan asal Lingkungan Mas Mutiara, Sekarbela, Kota Mataram cukup kreatif. Ditangannya, kue kaliadem khas Lombok yang biasanya dijumpai saat begawe suku Sasak diperkenalkan lebih luas.Tak tanggung-tanggung kue berbentuk angka delapan sudah dibawa ke Australia.

“Ada teman-teman yang bawa kue kaliadem ke Australia sebagai oleh-oleh,” terang perempuan berjilbab ini.

Peresmian Taman Loang Baloq (TLB) Senin (31/1) lalu dimanfaatkan Ruslah menjajakan jajanan tradisional ini. Kue yang kental dengan gula aren cukup laris. Sejumlah pengunjung membeli kue yang kemasannya cukup menarik ini. Kemasan 170 gram dibanderol dengan harga Rp 15 ribu.

“Kue kaliadem buatan saya ini beda rasanya dengan yang lain. Bisa kok dicoba,” kata Ruslah menawarkan.

Rasa kue kaliadem buatan Ruslah  manis dan renyah. Gula aren cukup kerasa. Sangat cocok menjadi camilan menemani waktu santai bersama keluarga. Ruslah mulai menjual kue kaliadem empat tahun lalu. Usaha kue khas Lombok datang ketika acara maulid.

Baca Juga :  Masuk Lombok tanpa Bawa Suket, Jalani Rapid Antigen di Pelabuhan Lembar

Waktu itu kenang dia, saat maulid teman-temannya selalu berpesan jangan sampai lupa membuat kue kaliadem. Bahkan tidak jarang banyak diantara mereka yang minta dibungkus untuk dibawa pulang.

“Setiap maulid teman-teman minta dibuatin kaliadem,” terang perempuan 40 tahun ini.

Dari sana Ruslah memiliki ide.  Dari kesukaan teman-teman-nya terhadap kue kaliadem dia mulai memproduksi untuk diperjualbelikan. Kue yang  bahan dasarnya tepung beras, gula merah, dan wijen pembuatannya cukup mudah. Semua bahan diaduk. Kemudian dibentuk kuenya menjadi angka delapan dan ditaburi wijen. Lalu digoreng.

“Proses pembuatannya sih gampang, tapi belum tentu  renyah,” katanya.

Kue kaliadem tidak diproduksi tiap hari. Kue khas Lombok dijajakan di Mataram Craft Centre (MCC) dengan kemasan menarik. Kedap udara. Sehingga tetap renyah saat dimakan. Ruslah memproduksi kue ketika ada pesanan.

Baca Juga :  Visi Kandidat (1) : HMR Bertekad Jadikan Mataram Kota Menyenangkan

Biasanya, pesanan jajanan tradisional tidak hanya datang dari warga suku Sasak, namun juga dari luar daerah. “Kemarin kita ngirim ke Surabaya dan Bali,” ucapnya.

Ruslah memanfaatkan media sosial (medsos) seperti facebook dan Instagram memasarkan jajanan tradisional yang satu ini. Bahkan banyak pelanggan yang datang langsung ke MCC membeli kue kaliadem karena mendapat cerita dari orang. “Pesanan tidak tentu, kadang ramai, kadang sepi,” cetusnya.

Tak hanya itu, dia juga  kerap mengikuti bazar dan pameran guna memperkenalkan kue khas Lombok ini. Pameran dan bazar  diadakan instansi pemerintah dan swasta kerap diikutinya. Apa yang dijajakan dengan mempromosikan kuliner khas Lombok mendapat dukungan pemerintah.

“Mudah-mudahan nanti kita dapat stand untuk promosikan kue ini pada event MotoGP,” harapnya.

Sejauh ini Ruslah memiliki kepuasan tersendiri memproduksi kue kaliadem. Dia bisa memfamiliarkan kembali jajanan khas Lombok yang kini mulai jarang terlihat pada saat begawe.

“Dulu, kue ini selalu ada pada saat orang begawe,” pungkasnya. (*/r3)

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks
/