alexametrics
Selasa, 11 Agustus 2020
Selasa, 11 Agustus 2020

Sereemm..!!! Kisah Ketut Arya, Warga Kuranji Lombok Barat Diculik Mahluk Gaib

 Ketut Arya alias Sinchan  pingsan. Itu terjadi setelah ditarik wanita cantik . Tapi, wanita itu bukan manusia. Melainkan dipercaya sebagai jin atau mahluk gaib. Berikut penuturannya.

 

HAMDANI WATHONI, Giri Menang.

 

Di era teknologi informasi seperti saat ini, tak banyak orang yang percaya terhadap hal gaib atau mistis. Tetapi tidak dengan warga Dusun Kuranji, Desa Lembar. Warga di sini, begitu yakin dengan hal gaib. Terlebih, Senin 29 Juni lalu, salah satu warga mereka, yakni Ketut Arya alias Shincan dipercaya telah diculik jin.

“Jam 7.15 Wita malam, Ketut Arya beli air aren di kampung sekitar. Setelah itu, dia kencing sebentar. Tiba-tiba dicari penjual air aren, dia sudah tidak ada,” ungkap Kepala Dusun Kuranji Nyoman Kantun kepada Lombok Post, kemarin (2/7).

Setelah dicari hampir sejam, Shincan tak kunjung ditemukan. Sementara kendaraannya dan air aren yang dibelinya, masih di tempat semula. Ini membuat pedagang air aren panik dan melaporkan ke masyarakat.

Setelah dicari ke beberapa rumah, Shincan tak juga ditemukan. Akhirnya mereka sepakat untuk mencarinya menggunakan alat gamelan atau yang biasa dikenal dengan istilah Beleganjur.

Ketut Arya, warga Dusun Kuranji, Desa Lembar

Ini adalah metode untuk mencari orang yang diyakini hilang diculik jin atau mahluk astral. “Karena orang hilang disembunyikan mahluk astral ini sudah sering terjadi di Kuranji. Bahkan anak saya saat berusia tujuh tahun juga pernah hilang seperti ini,” beber Kadus Kuranji, Nyoman Kantun.

Sambil menabuh gamelan, Kadus beserta ratusan warga berteriak mencari Ketut Arya. Namun tak ada respons sama sekali. Warga mencarinya ke semua sudut kampung, sawah, hingga kebun sekitar dusun. “Hampir tiga jam dicari,” tuturnya.

Setelah sampai di kebun pohon aren, kejadian aneh terjadi. Tangga yang terbuat dari bambu tiba-tiba jatuh dari pohon. Ini membuat warga curiga. Akhirnya warga yang membawa senter beramai-ramai mengarahkan lampu senter ke arah pohon aren yang diperkirakan memiliki tinggi delapan meter tersebut.

Dengan kondisi saat itu cukup gelap, di atas pohon aren ditemukan tubuh manusia menggunakan baju kuning yang dipercaya sebagi ciri-ciri Ketut Arya.

Warga akhirnya bergegas mengambil empat buah tangga untuk menurunkan pria 20 tahun tersebut. Saat di atas pohon, Ketut Arya ditemukan dalam kondisi tak sadarkan diri. Tubuhnya duduk di pohon aren dalam kondisi yang sangat aneh.

“Kondisinya duduk di pelepah pohon aren. Kalau orang normal duduk seperti itu harusnya dia jatuh,” tutur Kadus.

Namun tidak dengan Ketut Arya, ia tetap bertahan di atas pohon aren dengan kondisi tak sadarkan diri. Akhirnya proses evakuasi cukup alot hingga hampir setengah jam. “Baru berhasil diturunkan pelan-pelan. Setelah turun, Ketut Arya tak sadarkan diri beberapa jam,” timpal pamannya Tarbe.

“Saya juga awalnya tidak percaya dia hilang (disembunyikan mahluk astral), karena dia ini kan sudah dewasa,” bebernya. Namun setelah dilakukan ritual adat dan ditemukan di atas pohon aren, barulah Ketut Arya percaya.

Ketut Arya sendiri kepada Lombok Post mengaku tak tahu apa-apa. Ia tak sadar dirinya hilang dan dicari masyarakat menggunakan alat tabuh gamelan. “Saya nggak sadar saat saya mau kencing. Tiba-tiba ada wanita yang wajahnya nggak kelihatan hadap belakang,” tuturnya.

Setelah melihat perempuan yang dipikirnya cantik tersebut, ia memegang tangannya dan seketika tubunnya tak bisa digerakkan. Setelah itu ia tak ingat apa-apa. Termasuk ketika ia berada di atas pohon, alumni SMAN 1 Lembar ini mengaku tak sadarkan diri.

Setelah kejadian ini, ia hanya merasa sempat pegal-pegal di bagian tubuhnya. “Cuma memang beberapa hari sebelum kejadian ini, saya sering melamun,” tuturnya. (*/r3)

 

 

 

 

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

VIDEO : Dua Kali Masuk Bui, Papuk Jon Kembali Ditangkap Polisi

Sorang pria berinsial MB alias Papuk Jon tak juga kapok. Meski usia sudah memasuk 58 tahun, Papuk Jon masih saja mencuri. ”Kakek ini residivis. Sudah dua kali masuk penjara. Kasus sebelumnya juga mencuri,” kata Kapolsek Cakranegara AKP Zaky Maghfur, Senin malam (9/8).

Kapal Tenggelam di Tarakan, Satu Polisi Asal Lombok Tengah Meninggal

Kabar duka datang dari Ditpolairud Polda NTB. Satu anggotanya yang sedang bawah kendali operasi (BKO) di Ditpolairud Polda Kalimantan Utara (Kaltara) meninggal dunia.

Penjualan Mobil Toyota di NTB Masih Stagnan, Avanza Paling Diminati

”Dibanding saat kondisi normal, penjualan mobil baru pulih di angka 40-50 persennya saja. Kondisi ini bisa dibilang masih jauh dari situasi penjualan saat normal dulu,” kata Kepala Cabang Krida Toyota NTB Samsuri Prawiro Hakki, kepada Lombok Post, Senin (10/8/2020).

Data Kemiskinan NTB Belepotan, Verifikasi dan Validasi Sangat Lambat

Verifikasi dan validasi data kemiskinan atau data terpadu kesejahteraan sosial (DTSK) di NTB rupanya masih lambat. Hingga kemarin, baru lima daerah yang melaporkan hasil verifikasi dan validasi DTSK tersebut. Dari lima daerah itu, progres tiga daerah belum sampai 50 persen.

Kurikulum Darurat, Materi Belajar Siswa Dipangkas Hingga 70 Persen

LAMA DINANTI, Kurikulum darurat secara resmi telah diluncurkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Pada kurikulum ini, banyak materi yang dipangkas bahkan lebih dari separo.

Lale Sileng, Figur Pemimpin Perempuan Kaya Pengalaman Birokrasi

Kenyang pengalaman di dunia birokrasi, Hj Lale Prayatni punya modal mumpuni untuk memimpin daerah. Urusan mengelola birokrasi, anggaran, hingga perencanaan dan pelaksanaan pembangunan, sudah lekat dengan kesehariannya. ”Sudah khatam saya soal itu,” kata Prayatni.

Paling Sering Dibaca

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Cucu Bupati Pertama Loteng Siap Mengabdi untuk Lombok Tengah

Menjadi satu-satu sosok perempuan, Hj Lale Prayatni percaya diri maju menjadi calon bupati Lombok Tengah. Birokrat perempuan ini ingin membawa perubahan bagi Lombok Tengah ke arah lebih baik. ”Saya terpanggil untuk mengabdi di kampung halaman saya,” kata Hj Lale Prayatni, Minggu (9/8).

Digerebek Polisi, Doyok dan Tutik Gagal Nyabu di Karang Bagu

Terduga pengedar sabu berinisial H alias Doyok ditangkap tim khusus (Timsus) Ditresnarkoba Polda NTB. Dia diringkus bersama seorang perempuan berinisial HT alias Tutik, Jumat sore (7/8) lalu.

Lale Sileng Pilih Yusuf Saleh Sebagai Wakil di Pilbup Loteng

Lale Prayatni memutuskan untuk menggandeng HM Yusuf Saleh. “Ya,” kata Lale singkat saat dihubungi, Minggu (9/8).
Enable Notifications.    Ok No thanks