alexametrics
Senin, 18 Januari 2021
Senin, 18 Januari 2021

Kreasi Pengusaha Kuliner di Pantai Mapak Mataram, Desain Warung Layaknya Perahu Layar

Pelaku pariwisata di Kota Mataram berusaha bangkit di awal tahun 2021. Mereka melakukan berbagai inovasi setelah melihat secercah harapan untuk keluar dari keterpurukan akibat pandemi Covid-19.

HAMDANI WATHONI, Mataram

 

Udara segar berhembus di pesisir Pantai Mapak. Pantai yang dikenal sebagai tempat penangkaran penyu di Kota Mataram. Langit biru cerah dengan awan putih menghiasinya.

Garis cakrawala terlihat dari bibir pantai. Ombak yang tak terlalu besar membuat hati terasa tenang memandang.

Di bibir pantai, beberapa pelayan warung kuliner yang ada di Pantai Mapak terlihat sibuk melayani pengunjung yang datang. Ada yang sibuk menyiapkan makanan di dapur, ada juga yang menyajikan hidangan.

Para pelaku wisata di Pantai Mapak terlihat tak mau tinggal diam melihat keadaan. Mereka sadar, menunggu keadaan membaik tidak akan menyelesaikan masalah. Maka mereka pun harus bangkit untuk kembali menggeliatkan pariwisata ibu kota di tengah intaian pandemi virus korona.

Satu-satunya cara menggairahkan pariwisata saat ini adalah dengan mendorong geliat wisatawan lokal. Tak perlu mendatangkan wisatawan jauh-jauh. Wisatawan lokal juga cukup ampuh mengangkat pariwisata yang beberapa bulan terkahir mati suri.

Minggu (3/12) lalu, kunjungan ke area wisata kuliner ini terlihat cukup ramai. Ratusan kendaraan roda dua hingga roda empat bergiliran masuk ke lahan parkir. Tua muda, hingga anak-anak memadati bibir pantai. Mereka terlihat asik duduk bercengkerama dengan keluarga menikmati hidangan yang disediakan jejeran warung kuliner di lokasi pantai ini

Ada yang duduk di beanbag aneka warna, ada juga yang sibuk berfoto dengan latar aneka ornamen yang dibuat pemilik warung makan.

Desain seperti taman dengan background pantai, desain jendela rumah menghadap pantai, hingga desain perahu layar nampaknya sulit untuk dilewatkan pengunjung. Mereka mengabadikan momen dengan mengambil gambar menggunakan handphone miliknya.

Yang paling banyak diburu adalah warung makan dengan desain seperti perahu layar. Warung ini terlihat penuh. Pengunjung sampai menunggu giliran mengambil foto di tempat ini. Namanya Desir Cafe.

Hiasan seperti perahu layar ini ternyata cukup ampuh menarik kedatangan pengunjung. “Desain perahu ini kami buat sekitar 1,5 bulan lalu,” tutur Surya, pegawai Desir Cafe kepada Lombok Post.

Awalnya, hiasan desain dibuat dari bambu. Tidak berbentuk perahu. Namun ombak yang cukup besar merusak ornamen dari bambu. Sehingga pengelola pun berpikir bagaimana cara berinovasi untuk membuat desain yang unik. Maka tercetuslah ide untuk membuat perahu layar ini. “Alhamdulillah kalau Sabtu Minggu selalu ramai, ” ujarnya.

Selain perahu layar, ada juga warung yang membuat desain taman yang seolah berada di tengah laut. Karena taman ini berada di atas bibir pantai dengan latar pemandangan laut yang biru.

Cara yang dilakukan para pelaku wisata kuliner ini terbilang ampuh. Ratusan ribu hinggan jutaan omzet mereka dapatkan per hari. Hal ini tentu terbilang luar biasa di tengah keterpurukan ekonomi akibat pandemi.

“Ada yang Rp 700 ribu, ada yang sampai Rp 3 juta omzetnya per hari,” tutur Fauzi, salah satu pengelola warung kuliner di Pantai Mapak Indah.

Tak hanya soal tempat yang unik dan keren, hidangan istimewa dengan harga kaki lima juga menjadi daya tarik utama. Mulai dari aneka menu seafood seperti kepiting, cumi, udang dan ikan laut. Hingga menu hitz tongkrongan remaja seperti soziz dan kentang bakar. Ditambah jus buah segar membuat pengunjung merasa sangat nyaman.

Dengan demikian, pariwisata kini tak hanya lagi soal pengunjung dari luar daerah atau luar negeri. Justru potensi wisatawan lokal sangat besar. Peluang inilah yang ditangkap para pelaku wisata kuliner di Pantai Mapak. (*/r3)

Berita Terbaru

Enable Notifications   OK No thanks