alexametrics
Senin, 21 September 2020
Senin, 21 September 2020

Kisah Baitul Askhiya Sekarbela (1) : Semua Berawal dari 12 Dermawan

Apa yang dilakukan 97 dermawan ini patut diteladani. Kehadiran mereka yang tergabung dalam Yayasan Peduli Umat Baitul Askhiya telah meringankan beban ratusan orang.

—————————————————

Kekuatan ekonomi umat Islam ada pada sedekah, zakat, dan wakaf. Saling tolong menolong antar sesama menjadi salah satu kewajiban dan sangat dianjurkan dalam Islam. Tidak hanya untuk meringankan beban orang yang membutuhkan bantuan. Tetapi juga untuk menguatkan persaudaraan dan silaturahmi antar sesama.

Inilah yang mendasari sejumlah orang membangun Yayasan Peduli Umat Baitul Askhiya. “Yayasan ini kami bentuk Oktober 2017 lalu,” jelas pendiri Yayasan Baitul Askhiya TGH Mujiburrahman kepada Lombok Post di Sekretariat yang ada di Kelurahan Sekarbela, Senin malam (3/8).

Berawal dari kerisauan anggota DPRD Kota Mataram empat periode tersebut dengan banyaknya warga yang membutuhkan uluran tangan. Sementara, kapasitasnya sebagai anggota dewan terbatas membantu orang di sekitarnya. Baik menggunakan dana pribadi atau pun melalui program aspirasi di DPRD Kota Mataram.

“Kalau pakai dana pribadi, kita bisa bantu. Tapi tentu jumlahnya terbatas. Sementara kalau mau bantu masyarakat lewat program aspirasi dewan, birokrasinya panjang dan ribet. Karena aturannya memang seperti itu,” bebernya.

Padahal, warga yang datang kepadanya membutuhkan bantuan yang cepat. Misalnya untuk biaya berobat keluarganya, biaya bayar sekolah anak, hingga biaya untuk makan minum warga yang kurang mampu. Khususnya kalangan anak yatim dan fakir miskin. Serta kegiatan sosial keagamaan.

Atas dasar inilah, TGH Mujibburahman memutar otak bagaimana bisa membantu masyarakat. TGH Mujib, sapaannya akhirnya mengajak 12 orang rekannya untuk berdonasi mengeluarkan sedekah rutin setiap bulan. Mereka yang diajak dinilainya warga yang mampu secara ekonomi.

“Awalnya 12 orang yang saya ajak mengeluarkan sedekah Rp 500 ribu. Sehingga per bulan terkumpul Rp 6 juta,” tuturnya.

Dengan anggaran yang terkumpul tersebut, TGH Mujib bersama para donatur membantu warga yang membutuhkan. Mereka yang datang meminta bantuan langsung diberikan. Tanpa perlu mengajukan proposal, surat permohonan bantuan, atau kwitansi.

Lambat laun, gerakan yang dilakukan 12 orang ini begitu dirasakan masyarakat. Gerakan ini pun menjadi buah bibir yang membuat banyak orang tertarik menjadi anggota. Setiap bulan, tiga sampai lima orang bergabung. Sehingga selama kurun waktu tiga tahun berjalan, jumlah anggotanya kini mencapai 97 orang.

“Per bulan minimal 45 juta sekarang terkumpul dari donasi anggota. Anggaran itu langsung bisa digunakan membantu warga yang membutuhkan tanpa syarat,” jelasnya.

Dengan banyaknya anggota, akhirya terbentuklah Yayasan Peduli Umat Baitul Askhiya secara kelembagaan formal. Namun mekanisme penyaluran bantuan masih tetap seperti semula. Yayasan ini membantu siapapun yang datang. “Anggaran ini juga harus habis jangan sampai ada sisa. Karena kita ini kan mau beramal bukan berusaha,” cetusnya.

Tak hanya dari donasi bulanan anggota Baitul Askhiya, setiap kajian subuh di Masjid Jamiq Ar-Raisiyah Sekarbela, warga juga berduyun-duyun sedekah. Per pekan, Rp 8-9 juta sedekah insidentil jamaah pengajian terkumpul. Akhirnya, tak kurang dari Rp 50-80 juta setiap bulan terkumpul di Yayasan Baitul Askhiya untuk membantu warga.

“Secara periodik kami berikan bantuan untuk anak yatim, dan warga kurang mampu. Bahkan, bukan hanya warga Sekarbela atau Kota Mataram yang kita bantu. Ada juga warga Lombok Tengah dan warga Lingsar Lombok Barat yang membutuhkan bantuan kami bantu,” jelasnya.

Yayasan Baitul Askhiya tak memandang latar belakang dan asal warga yang membutuhkan bantuan. Selama mereka memang membutuhkan, pasti dibantu. Tanpa persyaratan dan birokrasi yang panjang.

“Karena dalam membantu orang seperti itulah Rasulullah SAW mencontohkan. Beliau kalau membantu orang lebih cepat dari angin kencang,” paparnya. (bersambung/r3)

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Simulasi KBM Tatap Muka SMA Sederajat di NTB Pekan Kedua Dimulai

Simulasi KBM tatap muka untuk SMA sederajat di NTB memasuki pekan kedua. ”Sambil kami tetap memantau perkembangan penyebaran Pandemi Virus Korona,” kata Kepala Dinas Dikbud NTB H Aidy Furqan, pada Lombok Post, Minggu (20/9/2020).  

Mendikbud Pastikan Wacana Penghapusan Mapel Sejarah Hoaks

”Tidak ada sama sekali kebijakan regulasi atau perencanaan penghapusan mata pelajaran sejarah di kurikulum nasional,” tegas dia.

HARUM Goda Pemilih Millenial Lewat Lomba Film Pendek dan E-Sport

Bakal Calon Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana mencoba menggoda pemilih milenial. Caranya, dengan menggelar film pendek dan e-sport. "Orang yang menggeluti dunia film tidak banyak. Bagi sebagian orang ini ekslusif. Prosesnya panjang," kata Mohan Sabtu malam (19/9) lalu.

Cerita Shaina Babheer saat Memerankan Sosok Kikin dalam film MOHAN

Shaina Azizah Putri dipilih untuk memerankan sosok Kikin Roliskana dalam film pendek berjudul "Mohan". Ini menjadi tantangan baru bagi dara yang sudah membintangi beberapa sinetron dan FTV nasional ini.

“Menara Eiffel”di Desa Seruni Mumbul Lombok Timur Ramai Pengunjung

Pengelola wisata Denda Seruni, Desa Seruni Mumbul, Kecamatan Pringgabaya tak ingin puas dengan keberhasilannya menyedot wisatawan. Realisasi target PADes Rp 30 juta per bulan harus dapat bertambah.

Bale Mediasi Lotim Damaikan Delapan Perselisihan

SELONG-Permohonan mediasi terus berdatangan ke Bale Mediasi Lotim. “Sudah ada 36 permohonan yang masuk,” kata Koordinator Administrasi Bale Mediasi Lotim Lalu Dhodik Martha Sumarna pada Lombok Post, kemarin (18/9).

Paling Sering Dibaca

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.

Film MOHAN, Ini Dia Official Teasernya

Rumah Produksi Warna tengah merampungkan pembuatan film MOHAN. Film bergenre drama remaja tersebut tengah memasuki fase shooting. Namun demikian sebagai bocoran Warna telah meluncurkan cuplikan Official Teaser nya.
Enable Notifications    Ok No thanks