alexametrics
Senin, 18 Januari 2021
Senin, 18 Januari 2021

Ini Dia Persiapan SMPN 2 Mataram Menggelar Belajar Tatap Muka

SMPN 2 Mataram menjadi sekolah yang menyatakan kesiapannya melaksanakan pembelajaran tatap muka. Mereka berusaha meyakinkan semua pihak. Termasuk orang tua siswa.

HAMDANI WATHONI, Mataram

Siapa yang tak kenal sekolah ini. SMPN 2 Mataram menjadi salah satu sekolah favorit di Kota Mataram.

Namun kini, sekolah ini sepi. Sunyi. Tak ada pekikan suara anak-anak yang sedang belajar. Tak ada suara canda tawa dan riuh yang biasa dikeluarkan para siswa. Hanya dedaunan yang jatuh ke lapangan basket kala Lombok Post bertandang Senin (4/1) lalu ke sekolah ini.

Delapan bulan terakhir, prestasi membanggakan yang biasanya diukir sekolah ini jarang terdengar. Bukan karena tidak ada lagi siswa atau guru berprestasi. Tetapi karena aktivitas belajar mengajar di sekolah memang ditiadakan akibat pandemi Covid-19.

Biasanya, selalu ada prestasi membanggakan yang diraih sekolah ini. Entah di bidang akademik maupun ekstrakurikuler. Baik siswa maupun guru. Namun semenjak tak ada siswa yang datang ke sekolah, cerita manis itu kurang nyaring terdengar.

Siswanya lebih banyak belajar di rumah. Tetapi lebih banyak bermain. Begitu pun para guru, aktivitas mereka di sekolah terbatas. Tidak seperti sebelum pandemi melanda. Maklum, pemerintah pusat memfokuskan agar siswa belajar secara daring atau online. Ini dilakukan semua sekolah yang ada di Indonesia.

Kini peluang untuk belajar tatap muka terbuka. Semua tergantung Gugus Tugas Covid-19 kabupaten kota. Sayang, izin itu belum dikeluarkan oleh Gugus Tugas Covid-19 Kota Mataram.

“Aturan SK bersama empat menteri dan wacana pak Menteri Pendidikan, mulai semester II tahun ajaran 2020/2021, sekolah sudah boleh dibuka. Tetapi boleh itu tidak wajib, harus ada izin,” ungkap Kepala SMPN 2 Mataram M Nazuhi yang tengah duduk di Musala kepada wartawan Lombok Post yang menghampirinya.

Sekolah harus meminta izin kepada Dinas Pendidikan Kota Mataram. Kemudian dinas nanti meminta izin kepada Gugus Tugas Covid-19. Agar mendapatkan izin, pihak sekolah sudah menyiapkan berbagai persiapan. Mulai dari sarana prasarana protokoler Covid 19 seperti tempat cuci tangan, thermo gun, hand sanitizer, mewajibkan siswa menggunakan masker hingga menata meja belajar untuk menjaga jarak.

“Semua sudah kami siapkan. Bahkan di setiap kelas sudah ada tempat cuci tangan. Karena jauh sebelumnya kami memang sudah dinobatkan sebagai sekolah sehat,” tuturnya.

Tim dari Dinas Pendidikan Kota Mataram pun sudah memverifikasi kesiapan sekolah ini. SMPN 2 Mataram dinyatakan sudah layak melaksanakan belajar tatap muka. Tidak hanya dilihat dari sarana prasarana, tetapi secara teknis dan metode pembelajaran, pihak sekolah juga menyiapkan sistem khusus.

Misalnya dengan membagi siswa yang masuk belajar dengan sistem blok. “Senin-Selasa nanti yang masuk kelas 9, Rabu-Kamis kelas 8 dan Jumat Sabtu kelas 7. Jadi siswa masuk dua hari, itu pun sehari itu hanya dua jam atau 120 menit untuk tiga mata pelajaran,” paparnya.

Sisa empat hari di rumah, mereka bisa mengerjakan tugas yang diberikan guru saat masuk sekolah. Ini sebagai tahapan awal untuk memulai proses pembelajaran di tengah pandemi yang belum jelas kapan akan berakhir.

Selain itu, Nazuhi memaparkan metode pembelajaran di sekolah nanti tetap menggunakan sistem online atau daring. Dalam artian siswa membawa perangkat smartphone atau laptop ke sekolah. Menghindari penggunaan kertas agar tidak terjadi kontak.

“Bedanya dengan belajar daring dari rumah, siswa bisa komunikasi dengan gurunya. Pembelajaran lebih komunikatif dan interaktif,” paparnya.

Kemudian siswa yang tidak masuk ke sekolah atau belajar dari rumah akibat tidak diizinkan orang tuanya tetap bisa terlayani proses belajar mengajarnya secara daring. Mereka terhubung dengan jaringan internet. Sehingga, cara ini diyakini efektif mencegah siswa terpapar Covid-19. “70 persen orang tua mengizinkan pembelajaran tatap muka dilakukan di sekolah,” paparnya.

“Kalau dia masuk sekolah, siswa bisa bertanya langsung ke guru. Kalau di rumah, siswa bertanya lewat pesan. Karena kami belajar lewat aplikasi edmodo atau pesan whatsApp,” imbuhnya.

Sehingga ia menegaskan pada prinsipnya, SMPN 2 Mataram sudah siap melaksanakan pembelajaran tatap muka. (*/r3)

 

 

 

Berita Terbaru

Enable Notifications   OK No thanks