alexametrics
Kamis, 22 Oktober 2020
Kamis, 22 Oktober 2020

Kisah Sandriani Permani dan Sensasi Memotret Pesawat TNI-AU di Udara

TIDAK dibutuhkan waktu lama bagi Sandriani Permani untuk lulus dari Darwis Triadi School of Photography. Membulatkan tekad belajar memotret 2010 silam, tahun itu pula dia menuntaskan kursus di sekolah tersebut.

Motivasi perempuan yang biasa dipanggil Sasan itu untuk belajar memotret juga sederhana. Tidak ingin tempat-tempat yang dia kunjungi lewat begitu saja. Dia memang hobi berkeliling banyak tempat, jalan-jalan.

Keterampilan memotret itu akhirnya membawa Sasan kini dikenal nyaris semua pimpinan satuan TNI-AU. Jepretannya membuat mereka terkagum-kagum sehingga terus dimintai tolong memotret berbagai kegiatan matra udara. ’’Pertama masuk lingkungan militer 2011,’’ kata perempuan yang berulang tahun tiap 14 November itu kepada koran ini.

Skuadron Udara 3 Pangkalan Udara TNI-AU Iswahyudi menjadi tempat perdana Sasan untuk memotret pesawat militer. Objeknya pesawat tempur F-16.

Hanya di darat memang. Namun, kesempatan itu benar-benar dimaksimalkan. Hasilnya, pimpinan skuadron tersebut suka. Tersebarlah foto-foto itu. Berikut nama fotografernya. Dari mulut ke mulut, nama Sasan disebut. Sejak itu, alumnus Politeknik Negeri Bandung tersebut dikenal jajaran TNI-AU.

Nyaris setiap TNI-AU punya acara, Sasan hadir. Mulai latihan sampai operasi-operasi tertentu. Belakangan, potret perempuan berdarah Sunda itu ramai menjadi bahan perbincangan di jagat maya.

Mengenakan setelan Dinas Penerangan TNI-AU, dia tampak duduk asyik di ekor pesawat Hercules. Lengkap dengan kamera di tangannya. Dari kejauhan, tampak pula pesawat Boeing milik Angkatan Udara terbang.

Sempat dikira personel TNI-AU, Sasan menegaskan bahwa dirinya fotografer sipil. Hanya karena bertahun-tahun memotret pesawat-pesawat tempur, Sasan diberi setelan Dinas Penerangan TNI-AU.

’’Akses aja sebenarnya, supaya nggak ribet,’’ kata dia.

Melihat potret Sasan di ekor pesawat Hercules, banyak orang yang memuji. Walau dengan pengamanan memadai, tidak banyak yang berani.

Bagi Sasan, itu biasa saja. Sebab, ketika memutuskan menjadikan pesawat-pesawat TNI sebagai objek spesial, dia harus siap.

Sampai-sampai sekarang malah ketagihan memotret dari ekor pesawat TNI-AU atau dari ujung pintu helikopter. Tantangan yang membuat dia kadang repot justru bukan ketinggian. Melainkan cuaca saat mengambil gambar.

Pertengahan Agustus lalu, misalnya, Federasi Aero Sport Indonesia (FASI) yang dibina TNI meminta Sasan untuk memotret mereka. Bukan untuk acara biasa: pemecahan rekor Muri pengibaran bendera Merah Putih di udara.

Momen itu istimewa karena dilaksanakan untuk menyambut HUT Ke-75 RI. Di ketinggian 2.020 dari atas permukaan laut, Sasan harus mengabadikan gambar paramotor terjun dari pesawat, kemudian mengibarkan bendera.

Memotret di ketinggian tersebut, kata Sasan, tidak cuma butuh pengalaman serta keberanian. Dibutuhkan pula ketangkasan dan kecepatan untuk membidik objek.

’’Karena paramotornya cepat banget,’’ imbuhnya.

Selain itu, suhu turut menjadi tantangan. ’’Ketinggian segitu dingin sekali,’’ tambah dia.

Belum lagi durasi penerjunan yang cepat. Tantangan-tantangan seperti itu, lanjut dia, lebih berat ketimbang mengambil gambar dari ujung ekor pesawat.

Meski begitu, tak berarti pula memotret pesawat yang tengah melesat dengan kecepatan ekstratinggi adalah perkara gampang. Walau sudah menjadi hal biasa bagi Sasan, tetap saja semua itu harus dilakukan dengan hati-hati.

Bukan hanya faktor keamanan, hasil jepretan pun tidak boleh sia-sia. Sebab, sekali pesawat TNI terbang, ada anggaran negara yang dipakai. Apalagi kalau urusannya sudah dengan pesawat tempur.

Perempuan yang pernah terpilih sebagai pasukan pengibar bendera di Bandung, Jawa Barat, itu mengakui bahwa memotret pesawat tempur tidaklah mudah.

Apalagi saat latihan atau operasi terbang malam. Kemampuan kamera dan fotografer benar-benar diuji. Kali terakhir dia dipanggil TNI-AU September lalu. Saat mereka melaksanakan latihan sikatan daya di Lumajang, Jawa Timur.

Dalam latihan itu, Sasan harus mengabadikan pesawat-pesawat TNI-AU beroperasi di malam hari. Tak cuma butuh kejelian, Sasan juga harus putar otak lantaran minim cahaya.

Ditambah pergerakan pesawat yang sangat cepat, dia tidak boleh lengah sedikit pun. Pengalaman-pengalaman itu, lanjut Sasan, membuat dirinya bisa terus belajar. Walau foto-fotonya sudah diakui Angkatan Udara, dia tidak cepat berpuas diri.

Sasan memang bukan tipikal orang yang senang mematok target. ’’Nanti nggak kesampaian, kecewa,’’ candanya.

Kini, selain memotret pesawat-pesawat TNI-AU, dia menjadi pengajar tetap Darwis Triadi School of Photography. Selain mengajar, di sana Sasan menambah pengalaman sebagai fotografer.

Kepala Dinas Penerangan TNI-AU Marsekal Pertama TNI Fajar Adriyanto mengungkapkan, Sasan sudah lama membantu TNI-AU. ’’Dia suka datang ke (Pangkalan Udara) Halim (Perdanakusuma) saat ada acara fly pass pesawat-pesawat tempur,’’ kata Fajar. Perwira tinggi bintang satu TNI-AU itu mengakui hasil jepretan Sasan memang memukau. ’’Lalu, 2011 Sasan mulai kami ajak untuk foto-foto beberapa kegiatan TNI-AU,’’ sambungnya.

Dari sana, hubungan Sasan dengan TNI-AU tidak pernah putus. Fajar menyebut Sasan termasuk fotografer yang berdedikasi tinggi. ’’Pemberani, foto-fotonya tajam, dan punya rasa seni tinggi dalam mengambil sudut pemotretan,’’ kata dia.

Untuk urusan pemotretan bersama presiden pun, TNI-AU memercayakan kepada Sasan. ’’Foto pesawat tempur, pesawat VIP, angkut, helikopter, kalender TNI-AU juga,’’ bebernya. (*/c19/ttg/JPG/r6)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Kenali La Nina, Waspadai Dampaknya

HUJAN dengan intensitas sedang hingga tinggi mengguyur sebagian wilayah Indonesia beberapa waktu belakangan ini. Tentu banyak pihak yang bertanya-tanya, apakah memang musim hujan telah datang ? Berdasarkan prakiraan awal musim kemarau tahun 2020/2021 oleh BMKG, musim kemarau tahun 2020 ini sifatnya memang tidak sekering tahun sebelumnya.

17 Ribu Tenaga Kesehatan NTB Bakal Divaksin Lebih Dulu

Pemprov NTB telah menyetor nama-nama tenaga kesehatan untuk diberikan vaksin anti Covid-19. ”Daftar tenaga medis sudah saya serahkan ke pusat,” kata Kepala Dinas Kesehatan NTB dr Hj Nurhandini Eka Dewi, kemarin (20/10).

Kampanye Sehat di Dompu Pasangan Eri-HI Bagi Masker untuk Para Lansia

PASANGAN Calon Bupati dan Wakil Bupati Dompu Eri Aryani-H Ichtiar (Eri-HI) terus menyuarakan kampanye sehat. Salah satunya dengan bagi-bagi masker saat ada kegiatan kampanye tertutup.

Juri Kampung Sehat NTB Mulai Menilai Pemenang di Sumbawa

Tim Penilai Lomba Kampung Sehat tingkat provinsi sedang berada di Sumbawa. Penilaian kini sedang dilakukan pada tiga pemenang Lomba Kampung Sehat tingkat kabupaten di wilayah tersebut. Yang sudah dinilai hingga kemarin Kelurahan Samapuin dan Desa Moyo Hilir.

XL Axiata, Pertama di Asia Tenggara yang Pakai SAP S/4HANA Cloud

“XL Axiata berhasil melakukan transformasi menjadi pemimpin dalam hal penyedia layanan digital dan data. Kami sangat percaya dan berkomitmen penuh terhadap transformasi digital sebagai bagian dari strategi bisnis perusahaan,” kata Yessie D. Yosetya, Director & Chief Information-Digital Officer XL Axiata.

Anggota DPR RI Ragukan NTB Siap Selenggarakan MotoGP

”Kami belum melihat ada promosi besar-besaran di tengah masyarakat,” katanya dalam keterangan pers di restoran Taliwang H Moerad, Rabu (20/10/2020).

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

52 Ribu UMKM NTB Bakal Dapat Bantuan Presiden Rp 2,4 Juta

Pemprov NTB mengusulkan 52.661 UMKM sebagai penerima bantuan presiden (banpres) produktif. ”Data ini terus kita perbarui sampai minggu kedua bulan September,” kata Kepala Dinas Koperasi dan UKM NTB H Wirajaya Kusuma, pada Lombok Post, kemarin (23/8).

Bantuan Presiden, Pedagang Kaki Lima Bakal Diberi Rp 2,4 Juta

Kucuran bantuan pemerintah dalam rangka stimulus ekonomi di tengah pandemi Covid-19 semakin beragam. Kemarin (19/8) sore di halaman tengah Istana Merdeka bersama sejumlah pedagang kecil, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memperkenalkan Bantuan Presiden (Banpres) Produktif.

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Pemerintah Janji Bantu UMKM NTB Terdampak Korona, Ini Syaratnya

encairan bantuan Rp 800 triliun bagi UMKM dan IKM masih menunggu petujuk pemerintah pusat. ”Kita tunggu petunjuk teknisnya dari kementerian koperasi UKM,” kata Kepala Dinas Koperasi dan UKM NTB Wirajaya Kusuma, Jumat (10/7
Enable Notifications    Ok No thanks