alexametrics
Senin, 21 September 2020
Senin, 21 September 2020

Kisah Baitul Askhiya Sekarbela (2): Sadakah Tidak Harus Menunggu Kaya

Para dermawan anggota Yayasan Baitul Askhiya sudah tiga tahun terakhir membuktikannya. Bersedekah tidak mengurangi rezeki sedikit pun. Justru, dengan bersedekah, mereka merasa selalu kaya. Kaya hati dan berkecukupan harta.

 

——————————————

Membangun keyakinan terhadap suatu perkara bukanlah persoalan mudah. Apalagi mengajak orang bersedekah menyisihkan hartanya. Namun dengan kesungguhannya, pendiri Yayasan Baitul Askhiya TGH Mujiburrahman mampu menghimpun para dermawan.

“Tidak bisa kita ujuk-ujuk mengajak orang bersedekah menyisihkan hartanya. Harus dibangun dulu pemahaman mereka bahwa bersedekah tidak hanya membawa kebaikan bagi orang lain, tetapi bagi diri sendiri,” kata TGH Mujib, sapaannya.

Melalui kajian agama mingguan, ia meyakinkan bahwa tidak ada orang yang miskin karena rajin bersedekah. Justru sedekah menjadi penarik atau magnet bagi rezeki yang berkah. Ibarat menangkap ayam, TGH Mujib mengatakan tidak perlu seseorang mengejar ayam tersebut untuk menangkapnya.

“Tapi berikan makanan, maka ayam akan mendatangi kita. Jangan kejar kupu-kupu untuk menangkapkapnya, tanamlah bunga maka kupu-kupu akan hinggap di bunga itu, ” jelasnya.

Begitu juga dengan bersedekah. Kebanyakan orang berpikir bersedekah akan mengurangi harta yang dimiliki karena berpikir dengan logika. Padalah, agama sudah menjelaskan justru sedekah menjadi pintu pembuka rezeki.

Inilah yang diyakini dan dijalani 97 anggota Yayasan Baitul Askhiya sejak 2017 lalu. Meski setiap bulan mereka mengeluarkan sedekah Rp 500 ribu per orang, mereka tak pernah merasa kekurangan harta benda. Padahal tidak semua anggotanya orang kaya.

“Ada yang anggota kami sebagai tukang catut (jual beli emas) di Cakra. Dia sisihkan Rp 20 ribu per hari untuk sedekah. Alhamdulillah istiqomah,” tutur TGH Mujib.

Sedekah anggota Baitul Askhiya yang berjumlah rata-rata Rp 50 juta lebih per bulan akhirnya membawa banyak manfaat bagi masyarakat. Warga yang membutuhkan untuk keperluan biaya berobat, biaya pendidikan, menyantuni anak yatim dan fakir miskin, serta kebutuhan lainnya dibantu tanpa syarat.

“Jika ini menjadi sebuah gerakan di Kota Mataram, saya tidak bisa membayangkan bagaimana manfaatnya bagi masyarakat,” ungkap anggota DPRD Kota Mataram asal Sekarbela tersebut.

Ia mempersilakan siapapun meniru atau mencontoh gerakan bersedekah ini untuk membantu sesama. Karena manfaat yang dirasakan oleh orang yang melakukan donasi dan masyarakat yang menerima bantuan sangat besar.

“Kita bisa memberikan bantuan sendirian tapi dampaknya tidak terlalu besar. Tapi ketika kita bersama-sama, SubhanaAllah manfaatnya akan terasa,” paparnya.

Mengamini apa yang disampaikan TGH Mujib, H Fatoni anggota Baitul Askiya membenarkan keajaiban bersedekah yang dialaminya. Pria yang menjadi perajin emas ini mengaku Allah SWT selalu mencukupkan rezekinya dari berbagai jalan. Sehingga ia tetap istiqomah mengeluarkan sedekah setiap bulan untuk membantu masyarakat yang membutuhkan.

“Alhamdulillah meski di tengah pendemi Korona, ada saja rezeki yang diberikan Allah SWT,” syukurnya.

H Fatoni mengatakan, secara lahiriah dengan sedekah ini terlihat para donatur membantu orang lain. Padahal, sedekah dirasakan justru membantu orang yang bersedekah itu sendiri. Dengan besedekah, orang akan selalu merasa bersyukur dilebihkan rezekinya oleh Allah SWT dibanding saudara yang lain.

“Makanya saya tetap merasa yakin untuk tetap bersedekah setiap bulan melalui yayasan Baitul Askhiya ini,” ucapnya.

H Hulaimi, Ketua Yayasan mengaku bersyukur setiap tahun anggota Baitul Askhiya bertambah. Artinya, masyarakat yang sadar pentingnya bersedekah semakin banyak di wilayah Sekarbela dan Kota Mataram umumnya. “Per bulan ada tiga sampai lima orang yang ikut bergabung,” tuturnya.

Bahkan, Wakil Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana menjadi anggota ke-85 dalam Yayasan Baitul Akhiya ini. Karena ia merasa tertarik dengan gerakan yang dirasakan besar manfaatnya bagi warga Kota Mataram tersebut. Meski tidak ada paksaan, anggota tetap istiqomah mengeluarkan sedekah setiap bulan. (ton/r3-HABIS)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Simulasi KBM Tatap Muka SMA Sederajat di NTB Pekan Kedua Dimulai

Simulasi KBM tatap muka untuk SMA sederajat di NTB memasuki pekan kedua. ”Sambil kami tetap memantau perkembangan penyebaran Pandemi Virus Korona,” kata Kepala Dinas Dikbud NTB H Aidy Furqan, pada Lombok Post, Minggu (20/9/2020).  

Mendikbud Pastikan Wacana Penghapusan Mapel Sejarah Hoaks

”Tidak ada sama sekali kebijakan regulasi atau perencanaan penghapusan mata pelajaran sejarah di kurikulum nasional,” tegas dia.

HARUM Goda Pemilih Millenial Lewat Lomba Film Pendek dan E-Sport

Bakal Calon Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana mencoba menggoda pemilih milenial. Caranya, dengan menggelar film pendek dan e-sport. "Orang yang menggeluti dunia film tidak banyak. Bagi sebagian orang ini ekslusif. Prosesnya panjang," kata Mohan Sabtu malam (19/9) lalu.

Cerita Shaina Babheer saat Memerankan Sosok Kikin dalam film MOHAN

Shaina Azizah Putri dipilih untuk memerankan sosok Kikin Roliskana dalam film pendek berjudul "Mohan". Ini menjadi tantangan baru bagi dara yang sudah membintangi beberapa sinetron dan FTV nasional ini.

“Menara Eiffel”di Desa Seruni Mumbul Lombok Timur Ramai Pengunjung

Pengelola wisata Denda Seruni, Desa Seruni Mumbul, Kecamatan Pringgabaya tak ingin puas dengan keberhasilannya menyedot wisatawan. Realisasi target PADes Rp 30 juta per bulan harus dapat bertambah.

Bale Mediasi Lotim Damaikan Delapan Perselisihan

SELONG-Permohonan mediasi terus berdatangan ke Bale Mediasi Lotim. “Sudah ada 36 permohonan yang masuk,” kata Koordinator Administrasi Bale Mediasi Lotim Lalu Dhodik Martha Sumarna pada Lombok Post, kemarin (18/9).

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.

Film MOHAN, Ini Dia Official Teasernya

Rumah Produksi Warna tengah merampungkan pembuatan film MOHAN. Film bergenre drama remaja tersebut tengah memasuki fase shooting. Namun demikian sebagai bocoran Warna telah meluncurkan cuplikan Official Teaser nya.
Enable Notifications    Ok No thanks