alexametrics
Minggu, 19 September 2021
Minggu, 19 September 2021

Belajar Peduli dari Zulkifli, Petugas Linmas Kelurahan Ampenan Tengah

Hidup baginya adalah pengabdian terhadap Sang Maha Pencipta. Cara mengabdikan diri dimaknai Linmas Kelurahan Ampenan Tengah Zulkifli adalah dengan memberi manfaat bagi orang sekitarnya.

 

HAMDANI WATHONI, Mataram

 

Terik panas matahari menyelimuti wilayah Kelurahan Ampenan Tengah. Di salah satu rumah Lingkungan Melayu Bangsal terdengar suara anak-anak belajar mengaji. Teriakan mereka terdengar sampai gang di depannya.

Tepatnya di rumah aspirasi anggota DPRD Kota Mataram Dapil Ampenan Nyayu Ernawati. Rumah yang dijadikan multifungsi untuk berbagai kegiatan ini siang hari dimanfaatkan sebagai tempat mengaji.

Suara anak mengaji dari dalam rumah ini dibarengi riuh suara anak-anak yang sedang bermain. “Maklum anak-anak,” cetus guru ngaji anak-anak tersebut.

Namanya Zulkifli. Ia adalah guru ngaji anak-anak lingkungan sekitar. Di Lingkungan Melayu Bangsal, ia cukup dikenal oleh masyarakat. Bukan karena ia merupakan tokoh agama yang punya pondok pesantren atau semacamya. Ia dikenal karena kepeduliannya terhadap orang di sekitarnya.

Terlebih, sejak tujuh bulan terakhir, ia menjadi guru ngaji bagi anak yatim di beberapa lingkungan yang ada di Lingkungan Ampenan Tengah. “Rata-rata mereka anak yatim atau piatu yang berasal dari beberapa lingkungan di Keluarahan Ampenan tengah. Ada Melayu Timur, Melayu Bangsal dan lingkungan lain,” cetus Zulkifli.

Sejak pukul 14.00 Wita hingga menjelang waktu Ashar, ia mengajar anak-anak mengaji Iqra’ hingga belajar wudhu dan salat. “Harus dibina dari dasar. Karena ini menjadi modal dan bekal mereka kelak dewasa nanti,” imbuhnya.

Keseharian Zulkifli, ia adalah petugas Linmas di Kelurahan Melayu Bangsal. Namun karena pengetahuannya di bidang agama, ia diminta mengajar anak-anak yatim belajar mengaji. Zulkifli merasa sangat bersyukur ia bisa mengamalkan ilmu yang dimilikinya. Pengetahuannya bisa bermanfaat.

Pendidikan dasar pengetahuan agama seperti mengaji dan salat ini penting bagi anak-anak. Khususnya anak yatim piatu yang kekurangan kasih sayang kedua orang tuanya. Pendidikan agama akan membimbing mereka menjadi anak yang salih salihah.

“Kalau ada anak yatim atau piatu yang nakal, itu memang hal biasa. Justru itu peran kita orang di sekitarnya untuk memberinya kasih sayang, mendidik, dan mengajarinya. Agar anak-anak ini taat pada Allah dan Rasulnya. Kemudian mereka berbakti pada kedua orang tua yang telah meninggal,” jelasnya.

Ia berharap anak-anak ini kelak bisa mendoakan kedua orang tuanya. Berbakti dengan bermanfaat bagi masyarakat , agama, bangsa dan negara. Yang tak kalah penting anak-anak ini didoakannya sukses dunia akhirat.

“Saya tekankan ke mereka bagaiamana pun mereka ingin sukses di dunia, jangan sampai lupa salat,” ujar Zulkifli.

Zulkifli mengajari anak yatim di Kelurahan Ampenan Tengah dengan tulus dan ikhlas. Tak pernah memikirkan upah dan imbalan yang ia dapatkan. Ia percaya Allah SWT sebaik-baik pemberi balasan atas semua kebaikan yang dilakukan hambanya.

Semangat keikhlasan mengabdi sudah ia buktikan sejak menjadi Linmas Kelurahan Ampenan Tengah di tahun  2013 lalu. Honor yang didapatkan per bulan Rp 100 ribu. Namun ia tetap istiqomah menjalankan tugasnya menjadi Linmas.

“Alhamdulillah sekarang sudah naik Rp 300 ribu per bulan,” ucapnya ditanya berapa honor yang ia terima menjadi petugas Linmas.

Zulkifli menegaskan dalam setiap keadaan, siapapun harus tetap bersyukur. Apalagi kaitannya dengan honor. Berapapun yang diterima ia tetap bersyukur. Karena jika dihitung nikmat yang didapatkan, maka tak seorang pun mampu menghitung nikmat yang diberikan Allah SWT.

Dengan honor yang diterima saat ini, memang kebutuhan hidupnya sulit terpenuhi. Tetapi ada saja jalan rezeki yang dirasakannya diberikan untuknya. Sehingga ia selalu merasa bersyukur. “Selain jadi Linmas saya juga kerja jadi buruh serabutan. Alhamdulillah,” tutup pria 42 tahu ini tetap merasa penuh syukur. (ton/r3)

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks