alexametrics
Kamis, 6 Agustus 2020
Kamis, 6 Agustus 2020

Nikah Mahar Sandal Jepit : Pernah Gagal Berumah Tangga, Kini Ingin Rintis Keluarga Bahagia

 Helmi Susanti merupakan istri yang ketiga bagi Iwan Firman Wahyudi. Sementara, Iwan merupakan suami yang kedua bagi Helmi Susanti. Sama-sam pernah gagal berumah tangga kini mereka bertekad membangun keluarga bahagia.

—————————–

Pada 8 Februari 2017 lalu, Helmi Susanti berangkat menjadi pekerja migran Indonesia (PMI) ke Jeddah, Arab Saudi. Perempuan kelahiran 14 Januari 2000 tersebut meninggalkan anak kesayangannya, demi mencari sesuap nasi. Dia bercerai dengan suaminya saat anaknya tujuh bulan dalam kandungan. Menikah tahun 2014, atau saat duduk dibangku SMP.

Selama di luar negeri, Hel-sapaan akran Helmi Susanti- memanfaatkan Facebook untuk berkomunikasi dengan teman-temannya. Hingga dia menemukan teman baru yang sekarang menjadi suaminya. Komunikasi keduanya pun lancar, sampai saling tukar nomor telepon. Itu dimulai pertengahan tahun 2019.

Tepat 1 Januari 2020, Hel memutuskan pulang ke tanah kelahirannya. Itu karena, selama di luar negeri, dia tidak digaji dan mendapatkan kekerasan dari majikannya.

Sampai di Indonesia, Hel menghilang, nomor telepon sudah tidak aktif lagi. Begitu pula Facebook, jarang dibuka. Itu terhitung sejak November 2019 hingga April lalu.

BACA JUGA : Mahar Sandal Jepit, Pernikahan Helmi-Yudi Tak Dihadiri Orang Tua Istri

Selama di rumah, Hel menjaga anaknya. Dia tidak ingin, anak laki-lakinya itu, mengikuti jejak mantan suaminya. “Iseng-iseng saya buka Facebook, ternyata suami  saya ini (Yudi) membuat status,” ujar Hel didampingi suami tercinta Iwan Firman Wahyudi sembari tertawa malu.

Isinya, sedang mencari pemeran untuk video klip lagu lagu berjudul Dalam Mimpi. Dia pun membalas status Yudi. “Saya tidak menyangka, ternyata istri saya ini (Hel) masih hidup,” sambung Yudi diikuti dengan gelak tawa keduanya.

Komunikasi mereka akhirnya kembali seperti biasa. Tidak saja di Facebook, tapi melalui telepon genggam. Saat itu, Yudi sudah menduda dua kali. Perceraian istri pertama, karena diam-diam berangkat menjadi PMI ke Malaysia. Meninggalkan dirinya dan anaknya yang masih berumur enam bulan. Mereka menikah tahun 2015 lalu.

Kondisi seperti itu, membuat Yudi menjatuhkan talak. Pada 2019, Yudi kembali memutuskan menikah. Harapannya, bisa merawat anaknya. Sayangnya, pernikahan mereka hanya berumur tiga bulan. Yudi bercerai lantaran setiap kali bertengkar, istri pulang ke rumah orang tuanya.

“Saya merasa bersyukur, istri saya ini (Hel) bersedia menjadi pemeran lagu yang saya inginkan,” cerita Yudi.

Mereka berdua kemudian sepakat bertemu di Tetebatu, Kecamatan Sikur Lombok Timur. Di tempat itulah, awal mula mereka semakin dekat. Mereka menceritakan, pacaran selama dua minggu. Kemudian memutuskan untuk menikah. Itu dengan maskawin seperangkat sandal jepit dan segela air putih, dibayar tunai.

Pernikahan mereka kemudian, mendadak viral di dunia maya. “Karena tidak mendapat persetujuan dari orang tuanya, istri saya yang datang ke rumah,” tandas Yudi.

Awalnya, dia menawarkan akan membawa lari istrinya atau merariq. Namun, istri menolak. Lebih baik menunggu di rumah saja.

Lagi-lagi, dari cerita itu Hel berpesan, sebagai seorang perempuan, jangan terlalu mempersulit laki-laki yang ingin menjalin pernikahan. Kemudian, jangan menikah dini atau merariq kodeq. “Semoga menjadi pelajaran bagi perempuan-perempuan di luar sana,” harapnya. (dss/r5)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

2021, Pemkot Mataram Usulkan 400 Formasi CPNS

Pemkot Mataram mengusulkan 400 formasi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2021. Jumlah tersebut hasil kalkulasi dari kebutuhan pegawai daerah ini pada tahun 2020 dan 2021.

VIDEO : Pilwali Mataram Dianul-Badrun Maju ke Tahap Verfak

Bakal pasangan calon (Bapaslon) Wali Kota dan Wakil Wali Kota H Dianul Hayezi-H Badrun Nadianto yang maju melalui jalur perseorangan melaju ke tahap verifikasi faktual (Verfak). “Dari hasil Vermin (verifikasi administrasi) syarat dukungan pasangan DR (Dianul-Badrun) sudah melebih target. Lanjut ke tahap verfak,” kata Ketua KPU Kota Mataram M Husni Abidin, Selasa (4/8).

Kisah Baitul Askhiya Sekarbela (1) : Semua Berawal dari 12 Dermawan

Apa yang dilakukan 97 dermawan ini patut diteladani. Kehadiran mereka yang tergabung dalam Yayasan Peduli Umat Baitul Askhiya telah meringankan beban ratusan orang.

Libur Korona Semakin Panjang, Anak-anak Lupa Pelajaran Sekolah

"Kita sudah lupa (pelajaran)," kata Rio, salah satu anak di Pagutan, Kota Mataram saat ditanya, apakah ia masih ingat materi pelajarannya di sekolah.

Lulus 2018, Pelantikan 262 CPNS Mataram Tertunda Karena Korona

Sebanyak 262 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) yang lulus pada tahun 2018 lalu harus bersabar. Sebab, pelantikan mereka harus ditunda karena wabah Korona.

Di NTB, Keluarga Kini Boleh Ikut Pemulasaraan Jenazah Pasien Korona

Dirreskrimsus Polda NTB Kombes Pol I Gusti Putu Gede Ekawana Putra mendatangi RSUD Kota Mataram, Senin (3/8) lalu. Ia melihat bagaimana proses pemulasaran jenazah pasien Covid-19 yang dilakukan pihak rumah sakit.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Tertangkap di Bandara Lombok, Satpam Selundupkan Sabu dari Batam

Pria asal Batam berinisial AK, 47 tahun dibekuk tim khusus Ditresnarkoba Polda NTB, Minggu (2/8). Pria yang bekerja  sebagai satpam itu ditangkap setelah turun dari pesawat di Bandara Internasional Lombok (BIL).

NTB Waspada, Penularan Korona Terdeteksi di Usaha Rumahan

Penularan virus Korona di NTB kian tidak terkendali. Transmisi lokal kian merajalela. Hampir tidak ada ruang yang bebas dari penularan virus. Bahkan rumah pun mulai tidak aman. Terutama bagi mereka yang membuka usaha di rumah.

Tabrakan, Pengendara Terbakar di Sindu Cakranegara

Satlantas Polresta Mataram menelusuri penyebab kecelakaan sepeda motor yang terjadi di Jalan Gora, Sindu Cakranegara, Senin malam (3/8). Peristiwa itu menyebabkan pengendara, Gusti Gede Kumbang meninggal dunia dengan kondisi terbakar.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...
Enable Notifications.    Ok No thanks