alexametrics
Sabtu, 20 Agustus 2022
Sabtu, 20 Agustus 2022

Kampung Riyadhah Tempat Mengistirahatkan Hati dan Jiwa di Desa Sakra Lotim

Kampung Riyadhah adalah program dakwah yang digagas Ustad Abdul Syakur. Di tempat itu, pengunjung akan menjadi jamaah Riyadhah. Tujuan utamanya adalah mengajak jamaah melatih diri untuk memperbaiki ibadah wajib dan menghidupkan ibadah sunnah.

 

Fatih Kudus Jaelani, Lombok Timur

 

Kampung ini terletak di Dusun Pemurah, Desa Sakra, Kecamatan Sakra. Berdiri di atas lahan dengan luas sekitar 900 meter persegi tempat yang dibangun tahun 2019 lalu itu memiliki penginapan dan kolam pemancingan.

“Doain tahun depan ada kolam renang dan area berkudanya,” kata Ustad Abdul Syakur.

Kampung Riyadhah berdiri atas gagasan dari para jamaah Riyadhah yang sudah ada sejak 2017 lalu. Ustad Syakur menerangkan, riyadhah sendiri merupakan istilah untuk berlatih dengan sungguh-sungguh untuk mendekatkan diri pada Allah SWT. Latihannya adalah memperbaiki salat lima waktu dan memulai menjalankan salat dan ibadah sunnat lainnya.

Riyadhah sebagai ruang dan jalan untuk mengistirahatkan hati bermula dari latar belakang jamaah riyadhah itu sendiri. Ustad Syakur menceritakan, beberapa kawan yang diajak bergabung adalah mereka yang memiliki beban hidup. “Baik masalah utang, keluarga, perceraian, kerjaan, dan masalah hidup lainnya,” jelasnya.

Prinsipnya, dengan memperbaiki ibadah salat, maka hidup seseorang juga akan diperbaiki oleh sang maha pencipta. Empat tahun berjalan, banyak testimoni dari para jamaah yang merasakan perubahan sejak bergabung menjadi jamaah riyadhahnya.

Sebelum adanya kampung riyadhah, para jamaah berkumpul dan berkomunikasi melalui grup WhatsApp. Sesekali, mereka melakukan pertemuan langsung di beberapa lokasi yang ditentukan bersama.

Baca Juga :  Sepak Terjang HIPLA Lotim Mengembangkan Wisata Bahari di Lombok Timur

Dari sanalah tercetus ide untuk membuat satu wadah yang bisa menjadi tempat berkumpul jamaah. Tahun 2019 lalu, tercetuslah kampung riyadhah di Desa Sakra.

Belakangan, gagasan dakwah tersebut berkembang. Jamaah yang tadinya terdiri dari beberapa teman dekat saja, kini semakin terbuka untuk siapa saja yang ingin bergabung.

Kampung riyadhah pun membuka program dengan secara tematik atau paketan. Ada untuk single atau jomblo yang berharap segera mendapatkan jodoh. Ada juga untuk keluarga, pasangan, dan juga lansia.

Mereka yang ingin mengistirahatkan hati dan jiwanya dibukakan ruang untuk mengikuti program kampung riyadhah. Para pengunjung akan diajak untuk bermalam pada hari sabtu dan minggu.

“Sekarang ada enam pondok penginapan yang sudah tersedia,” jelas Ustad Syakur.

 

Suasana Nyaman Menyegarkan Pikiran

 

Suasana nyaman kampung riyadhah diwarnai santri tahfiz yang setiap hari membaca kitab suci Alquran. Setiap pengunjung yang ingin mengistirahatkan hatinya di sana akan disambut oleh santri penghafal Alquran.

“Salat lima waktu diimami santri senior yang telah menghafal 30 juz,” kata Ustad Abdul Syakur.

Secara rinci, Ustad Syakur menerangkan program apa saja yang bisa didapatkan pengunjung yang singgah di kampung riyadhah. Pertama-tama, setelah mendaftarkan diri, para pengunjung akan mendapatkan kamar menginap. Kamar ini ada untuk pasangan suami istri, keluarga, single, dan lansia.

Kemudian para pengunjung akan diajak membicarakan beban hidup yang tengah dirasakan. Hal ini lebih pada bincang-bincang ringan yang menjurus pada niatan jamaah riyadhah untuk mulai berlatih memperbaiki ibadah salatnya.

Baca Juga :  Museum NTB di Masa Pandemi, Kunjungan Warga Turun Drastis

Kata Ustad Syakur, amalan riyadhah yang diterapkan di kampung riyadhah adalah amalan yang ia dapatkan dari gurunya Ustad Yusuf Mansur. Sederhananya, di tempat itu, pengunjung akan belajar bagaimana caranya memperbaiki shalat. Menjaga ibadah wajib dan menghidupkan yang sunnah.

Setelah itu membaca Alquran, memperbanyak istigfar, salawat, puasa dan senantiasa mengingat kematian . “Insya Allah tidak ada yang aneh-aneh,” ujarnya sembari tersenyum saat penulis koran ini mempertanyakan aliran riyadhah itu sendiri.

Dari banyak hal yang ditawarkan, Ustad Syakur tidak memasang tarif untuk pengunjung. Ia mengatakan, fasilitas penginapan selama satu malam dan makan selama dua hari dibayar seikhlasnya. Ia menyediakan kotak sedekah yang hasilnya digunakan untuk kebutuhan operasional pondok.  “Makan minum ya seadanya. Ngikut menu santri di sana,” jelasnya.

Meskipun seperti itu, ia memastikan, pengunjung akan mendapat fasilitas yang dapat membuatnya nyaman. Tawaran tersebut tertuju pada siapapun yang berkenan mengistirahatkan hatinya di kampung riyadhah.

“Karena semua ini muncul dari semangat berjamaah. Dari jamaah, oleh jamaah, dan untuk jamaah. Insya Allah,” ujar Syakur dengan penuh senyuman.

Syakur juga menjelaskan, jika sejak awal, Pemerintah Kecamatan Sakra mendukung kegiatannya. Menurutnya, dukungan dan motivasi dari pemerintah kecamatan juga menguatkan langkahnya untuk berdakwah melalui kampung riyadhah. (*/r5)

 

 

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks
/