alexametrics
Kamis, 22 Oktober 2020
Kamis, 22 Oktober 2020

Kisah di Balik Kesembuhan Bupati Lotim HM Sukiman Azmy dari Korona

Saat harus dirujuk ke RSUD Provinsi NTB, HM Sukiman Azmy memilih tetap mendapat perawatan di RSUD dr Raden Soedjono Selong. Ia meyakini, dirawat di rumah sakit sendiri lebih baik dari rumah sakit yang lain. Kurang dari 28 hari, Bupati Lotim dua periode itu kini dinyatakan sembuh.

 

FATIH KUDUS JAELANI, Lombok Timur

 

SUARANYA terdengar belum normal. Sedikit serak. Tidak melengking tinggi dan jernih seperti biasanya. Tapi wajahnya terlihat segar. Tubuhnya juga bugar. Kemarin pagi (7/10), dari ruangan kerjanya di pendopo, sebagai penyintas Covid-19, Sukiman yang tengah dalam masa pemulihan memilih untuk segera bercerita pada media.

Purnawirawan TNI itu mulai merasakan gejala Covid-19 pada Kamis 17 September lalu.  Hari itu, ada beberapa tugas sebagai pimpinan daerah yang ia lakukan. Mulai dari menghadiri acara musyawarah Darma Wanita di auditorium Kantor Bupati Lotim. Menghadiri rapat OPD, dan menandatangani beberapa berkas. “Kamis sampai Senin, saya merasakan pusing, mual, dan selera makan sangat menurun,” kata Sukiman.

Pada hari itu ia menjalani uji usap dan mengetahui jika dirinya positif terinfeksi Covid-19. Saat itu, gejala yang ia rasakan belum sampai menyerang pernapasan. Hingga pada Kamis 24 September, ia dibawa ke RSUD dr Raden Soedjono Selong. Dari pengalaman sampai mendapat perawatan di rumah sakit, Sukiman menerangkan, isolasi mandiri bagi pasien Covid-19 ternyata hanya sekedar teori. Kata Sukiman, sebaiknya, pasien Covid-19 segera di bawa ke fasilitas kesehatan.

Ia menegaskan hal itu karena setelah berada di RSUD Selong, pernapasannya sudah mulai terganggu. “Rasanya sudah sulit sekali bernapas,” kenangnya sembari menghela napas mengingat kondisi kritis saat itu.

Melihat kondisinya saat itu, dengan alasan mendapat perawatan medis yang lebih baik, pihak RSUD Selong berencana merujuk Bupati Sukiman ke RSUD Provinsi NTB. Tapi ia menolak tawaran rujukan itu. Menurutnya, mendapat perawatan di tempat lain akan membuat merasa asing. Sementara dirawat di rumah sakit dengan teman sejawat sendiri akan membuatnya merasa lebih nyaman. “Di batin saya menolak. Rumah sakit provinsi itu tipe B. Rumah sakit kita juga tipe B,” katanya.

Senada dengan keyakinan atas perawatan terbaik yang bisa diberikan oleh rumah sakit di daerah yang dipimpinnya, semangat untuk sembuh pun meningkat kuat. Di luar dukungan juga doa dari keluarga, kerabat, dan masyarakat, motivasi terbesar dalam dirinya untuk sembuh juga datang dari ingatan akan janji-janji politiknya pada masyarakat.

Kata Sukiman, begitu banyak janji, begitu banyak program, dan juga harapan yang belum tercapai di dua tahun kepemimpinannya. “Saya harus tetap semangat dan yakin bisa sembuh karena masih banyak yang harus saya lakukan untuk daerah ini,” kata dia.

 

Riwayat Terpapar

 

Ia mengatakan, perjalanan ke luar daerah terakhir yang ia lakukan adalah ke Bali.  Saat itu ia terbang ke Pulau Dewata untuk meninjau bentuk jembatan yang telah ia janjikan pada warga Gili Re dan Gili Belek di Kecamatan Jerowaru. Namun siapa sangka, sepulang dari sana, ia harus terbaring lemas merasakan sesak akibat Covid-19.

Kemungkinan lain terpaparnya Sukiman juga bisa jadi dari transmisi lokal. Karena dari tingginya mobilitas yang ia dilakukan di bulan September. Mulai dari pembahasan APBD perubahan 2020 di DPRD Lotim sampai dengan kegiatan keliling ke 21 Kecamatan untuk meninjau proses pelaksanaan bantuan sosial. “Itu pun belum semua kecamatan dapat saya kunjungi,” ujarnya.

Sukiman sangat menyadari dirinya yang termasuk dalam kelompok rentan terpapar Covid-19. Ia menyebut beberapa pimpinan daerah di luar NTB yang meninggal akibat Covid-19. Rata-rata usia mereka berada di bawah usianya. Ia yang saat ini berusia 64 tahun tentu mengetahui resiko kematian yang sangat besar bisa terjadi padanya. Namun justru kesadaran itu memacunya untuk berupaya sekuat tenaga mencapai kesembuhan seperti saat ini.

Upaya tersebut terlihat dari berbagai pengobatan yang ia lakukan selama dalam proses penyembuhan di RSUD Selong. Direktur RSUD dr Raden Soedjono Selong dr Tantowi Jauhari mengatakan, ada 12 macam obat kimia yang harus dikonsumsi Bupati setiap hari. Selain itu, Sukiman juga sempat menjalani transfusi plasma darah untuk meningkatkan antibodinya yang saat itu sudah sangat lemah.

“Setelah melakukan tranfusi plasma, antibodi Bupati meningkat empat kali lipat dari sebelumnya,” kata Tantowi.

Tak hanya kimia, Bupati juga mengatakan obat herbal yang ia minum. Mulai dari meminum jeruk lemon, sampai dengan terapi minyak kayu putih yang dibaluri di sekujur tubuhnya. Jika melihat siklus perawatan pasien Covid-19, kata Tantowi, Bupati sembuh lebih cepat empat hari dari total proses pengobatan pasien Covid-19 pada umumnya yang berjumlah 28 hari.

Sebagai pimpinan daerah pertama yang terpapar Covid-19 di NTB, Sukiman kembali meminta kepada masyarakat untuk selalu menerapkan protokol kesehatan Covid-19. Di tengah ucapan syukur dan terima kasih kepada semua pihak atas kesembuhannya, Sukiman berharap dialah orang terakhir di Lotim yang terpapar Covid-19. (*)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Kenali La Nina, Waspadai Dampaknya

HUJAN dengan intensitas sedang hingga tinggi mengguyur sebagian wilayah Indonesia beberapa waktu belakangan ini. Tentu banyak pihak yang bertanya-tanya, apakah memang musim hujan telah datang ? Berdasarkan prakiraan awal musim kemarau tahun 2020/2021 oleh BMKG, musim kemarau tahun 2020 ini sifatnya memang tidak sekering tahun sebelumnya.

17 Ribu Tenaga Kesehatan NTB Bakal Divaksin Lebih Dulu

Pemprov NTB telah menyetor nama-nama tenaga kesehatan untuk diberikan vaksin anti Covid-19. ”Daftar tenaga medis sudah saya serahkan ke pusat,” kata Kepala Dinas Kesehatan NTB dr Hj Nurhandini Eka Dewi, kemarin (20/10).

Kampanye Sehat di Dompu Pasangan Eri-HI Bagi Masker untuk Para Lansia

PASANGAN Calon Bupati dan Wakil Bupati Dompu Eri Aryani-H Ichtiar (Eri-HI) terus menyuarakan kampanye sehat. Salah satunya dengan bagi-bagi masker saat ada kegiatan kampanye tertutup.

Juri Kampung Sehat NTB Mulai Menilai Pemenang di Sumbawa

Tim Penilai Lomba Kampung Sehat tingkat provinsi sedang berada di Sumbawa. Penilaian kini sedang dilakukan pada tiga pemenang Lomba Kampung Sehat tingkat kabupaten di wilayah tersebut. Yang sudah dinilai hingga kemarin Kelurahan Samapuin dan Desa Moyo Hilir.

XL Axiata, Pertama di Asia Tenggara yang Pakai SAP S/4HANA Cloud

“XL Axiata berhasil melakukan transformasi menjadi pemimpin dalam hal penyedia layanan digital dan data. Kami sangat percaya dan berkomitmen penuh terhadap transformasi digital sebagai bagian dari strategi bisnis perusahaan,” kata Yessie D. Yosetya, Director & Chief Information-Digital Officer XL Axiata.

Anggota DPR RI Ragukan NTB Siap Selenggarakan MotoGP

”Kami belum melihat ada promosi besar-besaran di tengah masyarakat,” katanya dalam keterangan pers di restoran Taliwang H Moerad, Rabu (20/10/2020).

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

52 Ribu UMKM NTB Bakal Dapat Bantuan Presiden Rp 2,4 Juta

Pemprov NTB mengusulkan 52.661 UMKM sebagai penerima bantuan presiden (banpres) produktif. ”Data ini terus kita perbarui sampai minggu kedua bulan September,” kata Kepala Dinas Koperasi dan UKM NTB H Wirajaya Kusuma, pada Lombok Post, kemarin (23/8).

Bantuan Presiden, Pedagang Kaki Lima Bakal Diberi Rp 2,4 Juta

Kucuran bantuan pemerintah dalam rangka stimulus ekonomi di tengah pandemi Covid-19 semakin beragam. Kemarin (19/8) sore di halaman tengah Istana Merdeka bersama sejumlah pedagang kecil, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memperkenalkan Bantuan Presiden (Banpres) Produktif.

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Pemerintah Janji Bantu UMKM NTB Terdampak Korona, Ini Syaratnya

encairan bantuan Rp 800 triliun bagi UMKM dan IKM masih menunggu petujuk pemerintah pusat. ”Kita tunggu petunjuk teknisnya dari kementerian koperasi UKM,” kata Kepala Dinas Koperasi dan UKM NTB Wirajaya Kusuma, Jumat (10/7
Enable Notifications    Ok No thanks