alexametrics
Sabtu, 28 Mei 2022
Sabtu, 28 Mei 2022

Berkah Libur Lebaran bagi Pelaku Usaha Taman Loang Baloq

Tahun Lalu Hanya Dapat Rp 25 Ribu Sehari, Sekarang Tembus Rp 800 Ribu

Libur Lebaran Idul Fitri tahun ini terasa istimewa bagi Ruslan, warga Lingkungan Sembalun Kelurahan Tanjung Karang. Pengusaha rental mobil mini yang ada di Taman Loang Baloq ini mendapatkan omzet berlipat-lipat atas usahanya selama libur lebaran.

 

HAMDANI WATHONI, Mataram

 

Seluruh masyarakat muslim yang ada di Kota Mataram merasakan suka cita saat perayaan Lebaran Idul Fitri tahun ini. Lebaran tahun ini tidak lagi diselimuti suasana mencekam seperti dua tahun terakhir akibat pandemi Covid-19. Mataram yang saat ini berstatus PPKM Level I membuat masyarakat bisa beraktivitas lebih longgar. Mulai dari pelaksanaan Salat Idul Fitri berjamaah di sejumlah masjid dan lapangan, silaturahmi ke rumah keluarga, hingga izin bagi warga berwisata.

Ini ternyata membawa berkah bagi sejumlah orang. Salah satunya adalah Ruslan, pengusaha rental mobil mini yang ada di Taman Loang Baloq. Pria ini tak bisa menyembunyikan kebahagiaan dan rasa syukurnya lebaran tahun ini membawa berkah baginya. Ramainya pengunjung ke Taman Loang Baloq selama libur lebaran membuat banyak pengunjung menyewa mobil mini miliknya.

Baca Juga :  Menyaksikan Pertunjukan Seni Siswa GSMS 2021 di SMPN 1 Sakra

“Alhamdulillah lebaran tahun ini warga yang datang ramai. Begitu terasa bedanya dengan lebaran dua tahun terakhir,” ungkapnya kepada Lombok Post, pekan lalu.

Ruslan ingat betul bagaimana suasana lebaran dua tahun terakhir akibat pandemic Covid-19. Di lebaran tahun 2020 dan 2021 lalu, semua tempat wisata nyaris tutup. Kalaupun ada yang dibuka, itu dibatasi dan dijaga ketat oleh aparat kepolisian. Karena saat itu kasus penularan virus korona masih tinggi. Akibatnya, tak banyak warga yang datang ke tempat wisata. Termasuk Loang Baloq.

“Tahun 2020 kita di sini tutup. Nggak bisa buka usaha. Tahun lalu itu juga gitu, dibatasi yang boleh datang. Tapi masih sepi juga,” kenangnya.

Sepekan libur lebaran tahun lalu, penghasilannya pun tak menentu. Kadang sehari ia mengaku hanya dapat pemasukan dari penyewaan mobil mini sekitar Rp 25 ribu. Kadang tidak ada sama sekali.

Namun sekarang ia merasa sangat bersyukur, suasana lebaran kembali seperti sediakala. Itu bisa dilihat dari pemasukan yang ia dapatkan per harinya dari jasa sewa mobil mini bagi anak-anak.

Baca Juga :  Mataram Raih WTP BPK 8 Kali Berturut-turut, TGH Mujib: Jangan Bikin Lalai

“Pas hari lebaran dapat Rp 300 ribu. Sehari setelahnya kemudian kadang dapat omzet Rp 600 bahkan sampai Rp 800 ribu. Jadinya saya juga bisa ajak sepupu dua orang bekerja buat jaga,” tuturnya.

Ia merasa nuansa lebaran hampir terasa normal. Lima mobil mini yang disewakannya diserbu anak-anak yang datang bersama orang tuanya. Masyarakat beramai-ramai datang berwisata ke Taman Loang Baloq.

Bahkan kondisi kunjungan saat ini bisa lebih ramai dari biasanya. Warga biasanya datang ke Loang Baloq untuk sekadar rekreasi menikmati wisata kuliner, mandi di pantai hingga ziarah makam. Mereka yang datang bersama anak-anakya inilah kemudian menyewa mobil mini miliknya. “Sekarang jadinya ada pemasukan buat cicilan,” ujarnya tersenyum syukur.

Ruslan berharap kondisi pandemi segera berakhir dan suasana kembali normal seperti sediakala. Karena geliat ekonomi sudah terasa membaik. Warga merasa optimistis lebaran Idul Fitri tahun ini akan menjadi titik balik kebangkitan ekonomi di Kota Mataram. (*/r3)

 

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks
/