alexametrics
Minggu, 27 September 2020
Minggu, 27 September 2020

Inovasi Pengusaha Kuliner Mataram Gaet Pengunjung di Masa Pandemi

Di ibu kota NTB ini, wisata kuliner bisa jadi andalan. Menarik pelancong untuk pelesir ke Kota Mataram. Dengan sedikit sentuhan inovasi teknologi, eksistensi wisata kuliner akan tetap terjadi. Meski di masa pandemi covid sekarang ini. Salah satunya melalui pembuatan peta digital kuliner.

 

WAHIDI AKBAR SIRINAWA, Mataram

 

Kamis malam, warung Sate Rembiga Hj Sinnaseh tak seramai biasanya. Terlihat dari lengangnya halaman parkir. Hanya ada dua mobil berpelat nomor luar daerah. Bersisian dengan lima motor yang lebih dulu tiba.

Tiga berugak di areal yang sama juga tak terisi semuanya. Hanya terlihat satu keluarga yang sedang asyik bersantap malam. ”Kalau lagi ramai-ramai sekali. Sampai full. Tapi, pandemi ini bikin sepi,” kata Sinnaseh.

Meski sepi pengunjung, kesibukan terlihat dari tempat pembakaran sate. Aroma sedap menguar. Dari asap putih yang terbang terbawa angin. Bau nan gurih ini berasal dari potongan kecil daging sapi yang terbakar di atas tumpukan arang.

Di Kota Mataram, nama Sate Rembiga sudah termasyhur. Jadi salah satu ikon kuliner di Kota Mataram. Eksistensinya begitu lama. Sudah ada sejak 1988 atau 32 tahun lalu. Kerap menjadi rujukan wisatawan untuk wisata kulinernya.

Sinnaseh tak menampik itu. Kebanyakan pengunjung yang datang ke warung sate miliknya merupakan wisatawan. Datang dari luar daerah. Jakarta, Bali, Surabaya, hingga Makassar. Pelancong bule juga kerap mampir.

”Ada yang dari Singapura. Malaysia juga. Kalau datang ke Mataram, pasti makan di sini,” ujar ibu empat anak ini.

Sinnaseh mengatakan, pemandangan berugak dan kursi kosong tak akan terjadi. Jika saja tidak ada pandemi covid. Selama pandemi ini, omzet warung satenya anjlok hingga 75 persen. Bahkan di awal-awal covid muncul, penjualannya turun sampai 90 persen.

”Kalau sekarang ada kenaikan, walaupun tidak seramai dulu. Sudah ada beberapa tamu juga yang datang untuk makan atau dibawa pulang sebagai oleh-oleh,” tuturnya.

Bukan saja penjualan secara offline yang anjlok. Pemesanan secara daring, dari pelanggannya di luar daerah juga turun drastis.

Sambil menyesap kopi hitam di depannya, Sinnaseh berharap pandemi ini bisa berakhir. Jikapun lama, dia sudah menyiapkan sejumlah cara. Termasuk mengenai penerapan protokol kesehatan di warungnya. Menyediakan tempat cuci tangan dan penggunaan masker untuk karyawannya.

Metode penjualannya juga akan sedikit berubah. Ketika penjualan offline turun akibat sepinya kedatangan wisatawan, jalur daring akan digenjot. Ini bukan hal baru bagi Sinnaseh. Sebab, warung Sate Rembiga Hj Sinnaseh sudah memiliki akun di platform media sosial seperti facebook dan instagram.

Apa yang dilakukan Hj Sinnaseh perlu mendapat dukungan pemerintah. Terutama dari Dinas Pariwisata (Dispar) Kota Mataram. Soal promosi wisata kuliner di ibu kota. Yang memudahkan informasi untuk pelancong di masa pandemi.

Di era kiwari, informasi mengenai kuliner Kota Mataram mudah ditemui lewat internet. Sayangnya ini masih bersifat sporadis. Hanya informasi highlight. Kelemahan ini bisa ditutup dengan membuat peta digital kuliner.

Isinya tentu lokasi wisata kuliner. Dispar maupun otoritas terkait bisa merangkum tempat kuliner di Kota Mataram. Yang menjadi andalan untuk menarik wisatawan. Di sana bisa ditambahkan foto maupun video serta artikel singkat mengenai sejarah tempat kuliner maupun lokasi di sekitarnya.

Peta digital kuliner ini bisa menyasar solo traveler atau wisatawan dalam grup kecil. Biasanya solo traveler akan melakukan riset sebelum bepergian. Mencari tahu informasi tentang destinasi yang akan dikunjungi.

Pengenalan peta digital kuliner ini bisa dilakukan melalui akun medsos hingga website. Milik Dispar maupun Pemkot Mataram. Keduanya juga bisa menggandeng influencer agar sosialisasi peta digital bisa semakin masif.

Kota Mataram tidak saja menyimpan keragaman kuliner. Ada sejarah juga dibalik eksistensi mereka hingga sekarang. Beberapa tempat kuliner bahkan bertahan hingga puluhan tahun. Seperti Rumah Makan Ramayana dan Warung Nasi Campur Sukaraja di Kota Tua Ampenan. Keduanya menjadi saksi sejarah bagaimana perjalanan Kota Tua Ampenan.

Kadispar Kota Mataram H Nizar Denny Cahyadi mengatakan, peta digital kuliner bisa menjadi salah satu inovasi yang harus dilakukan. ”Bagus itu. Nantinya ini pasti mempermudah wisatawan. Mereka sudah ada pilihan untuk kuliner sebelum datang ke sini,” kata Denny.

Dengan luas Kota Mataram yang hanya 61,3 kilometer persegi, tentu tak sulit bagi wisatawan untuk menjangkau setiap tempat kuliner.

Kata Denny, wisata kuliner di Kota Mataram memang harus digenjot. Mataram akan kalah bersaing dengan dua kabupaten yang mengapitnya, Lombok Barat serta Lombok Utara, soal wisata alam.

”Potensi terbesar kita memang dari wisata kuliner ini,” tuturnya. (*/r3)

 

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Penataan Kawasan Wisata Senggigi Dimulai

Penataan kawasan wisata Senggigi direalisasikan Dinas Pariwisata (Dispar) Lombok Barat (Lobar). Sayang, dari tujuh proyek dalam perencanaan, hanya lima yang bisa dieksekusi.

LPPOM MUI NTB Target Sertifikasi Halal 125 Usaha Rampung Tahun Ini

”Rinciannya, dari Dinas Perindustrian NTB dan pusat sebanyak 75 usaha, serta Dinas Koperasi Lombok Barat sebanyak 50 usaha,” katanya, kepada Lombok Post, Rabu (23/9/2020).

Solusi BDR Daring, Sekolah Diminta Maksimalkan Peran Guru BK

Jika terkendala akses dan jaringan internet, layanan dilaksanakan dengan pola guru kunjung atau home visit. ”Di sanalah mereka akan bertemu dengan siswa, orang tua, keluarga. Apa permasalahan yang dihadapi, kemudiann dibantu memecahkan masalah,” pungkas Sugeng.

Subsidi Kuota Internet, Daerah Blank Spot di NTB Pertanyakan Manfaat

”Kalau jangkauan towernya luas, tentu ini sangat menunjang sekaligus mendukung pemanfaatan kebijakan pusat,” tandasnya.

Anugerah Pewarta Astra 2020 Kembali Digelar

Astra mengajak setiap anak bangsa untuk menebar inspirasi dengan mengikuti Anugerah Pewarta Astra 2020. ”Di NTB sendiri kami membina warga Kelurahan Dasan Cermen yang merupakan wilayah Kampung Berseri Astra. Harapannya, masyarakat dapat menggambarkan dukungan Astra untuk mewujudkan masyarakat Indonesia yang lebih optimis demi kemajuan dan kesejahteraan bangsa,” ujar Gusti Ayu.

Pilwali Mataram, HARUM satu SALAM dua MUDA tiga BARU empat

Pengundian nomor Pasangan Calon (Paslon) Wali Kota Mataram dan Wakil Wali Kota Mataram berjalan di bawah protokol Pandemi Covid-19 dengan ketat, pukul 19.00 wita-selesai semalam.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Trailer Film MOHAN Bikin Baper

Kreativitas sineas Kota Mataram terasa bergairah. Ditandai dengan garapan film bergenre drama romantic berjudul ‘Mohan’ yang disutradai Trish Pradana. Film yang direncanakan berdurasi sekitar 35 menit ini mengisahkan perjalanan asmara Wakil Wali Kota Mataram H Mohan Roliskan dengan istrinya Hj Kinastri Roliskana. Film Mohan dijadwalkan mulai tayang Bulan Oktober mendatang.

Bantuan Presiden, Pedagang Kaki Lima Bakal Diberi Rp 2,4 Juta

Kucuran bantuan pemerintah dalam rangka stimulus ekonomi di tengah pandemi Covid-19 semakin beragam. Kemarin (19/8) sore di halaman tengah Istana Merdeka bersama sejumlah pedagang kecil, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memperkenalkan Bantuan Presiden (Banpres) Produktif.
Enable Notifications    Ok No thanks