alexametrics
Jumat, 26 Februari 2021
Jumat, 26 Februari 2021

10 Tahun Ahyar-Mohan, Ekonomi Tumbuh, Warga Relatif Sejahtera (1)

Wali Kota Mataram H Ahyar Abduh dan Wakil Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana sudah hampir sepuluh tahun memimpin Kota Mataram. Di sisa jabatannya yang tinggal 10 hari lagi, Lombok Post merangkum sejumlah capaian yang dilakukan pasangan yang akrab dikenal dengan nama AMAN tersebut.

HAMDANI WATHONI, Mataram

 

Di bawah kepemimpinan pasangan AMAN, kemajuan Kota Mataram begitu pesat. Kota ini menjadi salah satu Kota Metropolis yang maju dalam berbagai aspek pembangunan.

“Saya kira sepuluh tahun terakhir pasangan AMAN tetap konsisten menjalankan kesepakatan dengan rakyat. Yakni RPJMD,” kata Pakar Ekonomi Universitas Mataram Dr. Iwan Harsono kepada Lombok Post.

Sejumlah target pembangunan bidang sosial ekonomi dan budaya telah dicapai. Semua dikatakan Iwan berkat keharmonisan selama menjalankan pemerintahan. Mereka berdua fokus pada target kerja dan visi misinya. Tak pernah ada intrik atau konflik yang membuat keretakan diantara keduanya. Ini yang menurut Iwan sangat penting.

“Tanpa keharmonisan kepala daerah, target tak bisa tercapai,” jelasnya.

Selama kepemimpinan AMAN, angka kemiskinan di Kota Mataram dilihatnya konsisten berada di angka satu digit. Sedangkan semua kabupaten di NTB berada di angka dua digit. Tingkat pengangguran pun dapat diminimalisir.

Pada aspek kesejahteraan masyarakat, sepuluh tahun terkahir capaian indikator pertumbuhan ekonomi Kota Mataram sangat membanggakan. Selalu berada di atas pertumbuhan nasional. “Kecuali pada tahun 2011 saat perpindahan Bandara Selaparang,” katanya.

Pada tahun 2016, pertumbuhan ekonomi berada pada angka 8,06 persen. Kemudian di tahun 2017 menjadi 8,07 persen. Namun akibat bencana gempa bumi, pada tahun 2018 laju pertumbuhan ekonomi sempat mengalami penurunan menjadi 4,98 persen. Meski kemudian pada tahun 2019 kembali mengalami kenaikan menjadi sebesar 5,58 persen.

Tahun 2020 ekonomi sangat terpuruk akibat Korona, bahkan negara resesi. “Tapi ekonomi Kota Mataram terus tumbuh berada di angka 2,39 persen,” papar lulusan Alumni School of Economics University of New England Australia ini.

Upaya menurunkan angka kemiskinan pun terus membuahkan hasil yang ditunjukkan dengan capaian pada tahun 2016 sebesar 9,8 persen, turun menjadi 8,47 persen pada tahun 2020.

Kemudian salah satu isu penting dalam aktivitas bisnis dan perekonomian suatu daerah adalah sektor ketenagakerjaan. Kondisi ketenagakerjaan di Kota Mataram terus mengalami perubahan ke arah yang positif, dimana target tahun 2020 sebesar 93,89. Seiring dengan nilai kebutuhan masyarakat pekerja yang terus meningkat, maka Pemerintah Kota Mataram menetapkan Upah Minimum Kota Mataram tahun 2020 sebesar Rp 2.184.485.

Angka-angka makro ekonomi tersebut memberikan gambaran bahwa harapan ke depan untuk pemulihan ekonomi akan lebih mudah untuk dicapai.

Data yang dicatat Iwan, pendapatan per kapita di Kota Mataram tahun 2020 sebesar Rp 27,8 juta per kepala keluarga. Ini artinya pendapatan rata-rata masyarakat Kota Mataram per tahun. Jika dibagi 12 artinya pendapatan itu lebih dari Rp 2,3 juta lebih atau masih di atas UMR.

“Dari semua angka ini maknanya capaian yang menonjol pasangan AMAN adalah keharmonisan,” kata Iwan. (bersambung/r3)

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications   OK No thanks