alexametrics
Jumat, 26 Februari 2021
Jumat, 26 Februari 2021

10 Tahun Ahyar-Mohan, Satukan Monjok-Taliwang dan Petemon-Kr Genteng (2)

Tak ada kemajuan tanpa keamanan. Komitmen ini diyakini penuh oleh Wali Kota Mataram H Ahyar Abduh dan Wakil Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana. Sehingga rasa aman adalah satu hal yang selalu diutamakan dua figur tokoh ini selama memimpin Kota Mataram dua periode.

HAMDANI WATHONI, Mataram

Sebagai ibu kota Provinsi NTB, Mataram memiliki masyarakat yang heterogen. Berbagai suku, ras, agama dan budaya berkumpul di kota ini. Hal Ini bisa menimbulkan persoalan yang kompleks. Salah satunya kaitannya dengan kondusivitas daerah.

Terbukti bebagai persoalan Kamtibmas kerap terjadi di Kota Mataram. Mulai dari persoalan sosial, keagamaan, hingga perbedaan perselisihan pendapat menimbulkan sejumlah gesekan di Kota Mataram.

Beruntung, Mataram memiliki pemimpin yang responsif sekelaa H Ahyar Abduh dan H Mohan Roliskana. Mereka menjaminkan dirinya sepenuh hati untuk selalu menjaga kedamaian dan kondusivitas di Kota Mataram. Hal ini yang kemudian berdampak pada berbagai kemajuan.

“Kami rasakan beliau sangat responsif dan terukur. Terbukti dengan forum kewaspadaan dini masyarakat (FKDM),” kata Lurah Karang Taliwang Lalu Ahmad Cahyadi kepada Lombok Post, kemarin (8/2).

Cahyadi memang betul-betul merasakan kepemimpinan AMAN. Maklum, wilayah yang dipimpinnya selama ini dikenal rentan dengan berbagai rentetan masalah sosial. Mulia dari konflik internal hingga antar keluarahan terjadi di Karang Taliwang.

Namun berkat kesigapan pasangan AMAN yang selalu hadir di tengah masyarakat mengayomi, tindak preventif, represif dan solutif bisa dihadirkan. “Tindakan beliau berdua saat turun selalu terukur dan tidak merugikan semua pihak. Mengayomi masyrakat tanpa menimbulkan kecemburuan salah satu pihak,” nilainya.

Terbukti saat wali kota dan wakil wali kota menginisiasi membangun pos bersama Monjok-Taliwang (Monta). Koordinasi yang baik dengan tokoh masyarakat dan tokoh agama selalu dijaga. Bahkan, ia sering mendampingi baik Ahyar maupun Mohan langsung turun dan menyambangi warga.

Ia merasakan kepemimpinan yang responsif dan fokus menjaga keamanan daerah. “Jadi kami sangat merasakan AMAN itu bukan hanya jargon saja. Tapi beliau berdua berkomitmen penuh menjaga keamanan warga Kota Mataram,” tegasnya.

Seiring dengan kemananan yang terus membaik di Karang Taliwang, kelurahan ini pun berubah menjadi destinasi wisata kuliner. Ini seolah menjadi solusi atas masalah sosial ekonomi di tengah masyarakat.

Senada dengan Lurah Karang Taliwang, hal yang sama juga dirasakan Lurah Monjok Sunardi dan Camat Selaparang Lalu Muksan Jalaludin. “Beliau berdua sosok pemimpin yang mengayomi. Menyentuh warga dari hati ke hati,” kata Lurah Sunardi.

Kepemimpinan Ahyar-Mohan dinilai sebagai kepala daerah yang kehadirannya selalu mendamaikan. Dimanapun mereka berada, masyarakat begitu menaruh hormat dan patuh terhadap keduanya. Karena mereka menjaga keamanan Mataram penuh dengan keikhlasan dan ketulusan.

“Ketika mereka hadir, warga merasa terayomi dan mendengarkan arahan beliau. Tidak hanya di Monjok Taliwang tetapi di semua Kecamatan Selaparang dan Kota Mataram,” terang Camat Selaparang Muksan.

Perkataan Lurah Monjok dan Camat Selaparang diamini Camat Mataram Zarkasy. Ia merasakan betul bagaiamana kepemimpinan Ahyar Mohan berhasil menyatukan warga Karang Genteng dan Petemon yang rentan konflik. Keduanya hadir memberikan pemahaman kepada masyarakat bagaimana pentingnya menjaga persaudaraan. Beliau mengedepankan pendekatan keagamaan dan kemanusiaan.

“Itu berhasil. Makanya sekarang sulit kita membedakan mana warga Karang Genteng dan Petemon saking akurnya,” cetusnya.

Zarkasy mengatakan warga benar-benar merasakan kedamaian dengan kehadiran Ahyar dan Mohan.

Strategi pendekatan ke masyarakat dan cara menyelesaikan konflik dinilai elegan. Mereka memberikan pemahaman jika perseteruan dan perpecahan jauh dari nilai agama dan sosial budaya masyarakat Kota Mataram. “Akhirnya masyarakat yang malu sendiri,” tuturnya.

Menyadarkan masyarakat pentinnya persatuan dan persaudarana persoalan berat. Ini bukanlah hal mudah. Namun ia menilai pasangan ini mampu melanjutkan kepemimpinan Almarhum HM Ruslan yang begitu mencintai warganya. Selalu berupaya sekuat tenaga mencegah segala konflik yang memecah masyarakar Karang Genteng dan Petemon.

“Jasa Almarhum pak Ruslan juga tidak pernah dilupakan masyarakat Karang Genteng dan Petemon. Apa yang telah dilakukan pak Ruslan ini mampu dilanjutkan pak Ahyar dan pak Mohan,” ungkap Zarkasy.

“Kedamaian dan persatuan yang kami rasakan di Karang Genteng-Petemon dan di Kota Mataram ini karena beliau berdua sigap dan langsung turun ke masyarakat begitu ada permasalahan,” apresiasinya. (bersambung/r3)

 

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications   OK No thanks