alexametrics
Jumat, 26 Februari 2021
Jumat, 26 Februari 2021

Kenalan di Facebook, Gadis Bogor Datang ke Mataram Minta Dinikahi

Sang Pacar Ternyata Sudah Punya Istri

MATARAM-Ini pelajaran bagi pria yang suka menggoda wanita di media sosial Facebook. SH (inisial, Red), warga Lingkungan Monjok Culik, Kelurahan Monjok, Mataram, didatangi HA (inisial, Red), warga asal Bogor yang dikenalnya di Facebook.

HA datang bersama ibunya meminta SH menikahinya sesuai janjinya melalui media sosial. “Semua ini berawal dari perkenalan di FB tahun 2018,” tutur Lurah Monjok Sunardi kepada Lombok Post, Senin (8/2).

SH kerap menghubungi HA melalui chat. Ia melancarkan rayuan maut dan menggoda HA. Bahkan, meski sudah beristeri, ia tak segan mengaku bahwa statusnya masih lajang. Entah rayuan apa yang dilancarkan SH, perempuan asal Bogor tersebut pun percaya begitu saja.

Sehingga komunikasi mereka terbangun tidak hanya lewat Facebook tetapi juga WhatsApp. Konon menurut lurah, SH menjanjikan akan menikahi HA. Janjinya inilah yang kemudian membuat HA datang beberapa hari lalu bersama ibunya.

“Mereka sudah empat hari di Lombok mengaku datang dari Bogor. Mereka menuntut SH memenuhi janjinya. Dia dijanjikan nikah setelah tiga tahun kenalan,” beber lurah.

Sayangnya, ketika HA sudah ada di Lombok, SH menyatakan tidak bisa memenuhi janji untuk menikahinya. Lantaran SH sudah punya istri. Hal ini yang tidak diterima HA hingga akhirnya ia memaksa menemui istri SH.

Namun beberapa kali SH menghindar sehingga persoalan ini akhirnya sampai ke pihak kelurahan. “Saya korek informasi dari perempuan dan laki-laki dan dipertemukan di kantor lurah. Saya tidak mau masalah ini berlarut-larut,” terang lurah.

Memanfaatkan bale mediasi yang ada, akhirnya titik terang masalah ini ketahuan. SH mengakui segala kesalahannya. Untuk mendapatkan perhatian HA, ia rela berbohong mengaku tidak punya istri. Karena awalnya ia berniat menjadikan HA istri kedua.

“Keduanya sekarang sudah membuat surat penyataan. SH tidak jadi menikahi HA. Saya harap ini menjadi kejadian yang pertama dan terakhir,” kata Sunardi.

Kepala Lingkungan Monjok Culik Suhaimi mengaku ini akan menjadi atensi baginya. Ia akan mensosialisasikan kepada warga agar menggunakan media sosial dengan bijak. “Jangan sampai menggunakan medsos terlalu banyak tidak pada peruntukannya,” terang Kepala Lingkungan yang baru di SK-kan pekan lalu ini.

Sementara SH kepada Lombok Post mengatakan, dirinya hanya sebatas iseng. Sama seperti laki-laki pada umumnya. Ia tidak menyangkan kejadiannya akan seperti ini. “Sebelumnya saya belum pernah ketemu. Saya cuma kenal di FB dan menggodanya, biasa laki-laki,” katanya.

Namun ketika HA meminta bertemu istrinya, SH mengaku tak bisa melakukan hal tersebut. Ia takut dimarahi istrinya dan membuat rumah tangga mereka berantakan. “Saya yang salah, tidak perlu ketemu istri saya,” ujarnya. (ton/r3)

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications   OK No thanks