alexametrics
Selasa, 22 September 2020
Selasa, 22 September 2020

Mahendra Irawan, Penggagas Konsersvasi Penyu di Pantai Mapak Mataram

Penyu salah satu hewan spesial. Karena hewan ini tidak akan pernah lupa dengan pesisir pantai tempatnya dilepas untuk pertama kalinya. Penyu kecil akan kembali setelah dewasa untuk bertelur.

 

ALI ROJAI, Mataram

 

“MAU kelaut mana pun. Pas dewasa (penyu) pasti kembali,” kata H Mahendra Irawan, Ketua Kelompok Pengawas Penangkaran Penyu Mapak, kemarin.

Sebanyak 300 tukik (anak penyu) terlihat di empat kolam berukuran satu meter kali satu meter di kawasan Pantai Mapak Indah. Anak penyu berumur dua bulan itu berenang di kolam yang dibuat Awan.

Dari ratusan tukik, terkadang hanya satu yang bertahan sampai menjadi penyu dewasa. Padahal, Awan tahu betul teknik penangkaran penyu. Ilmu ini didapatkan secara otodidak.

Menurutnya, tempat menetas telur tidak sembarang. Membutuhkan tempat yang tidak terlalu panas dan tidak terlalu dingin. Jadi ia membuat jaring di atas untuk menghalau matahari. “Pasir tempat menetas harus kering. Tidak mau yang basah,” ujarnya.

Penyelamatan telur menjadi hal yang penting. Dari telur hingga menjadi tukik membutuhkan waktu 45 sampai 60 hari.

Karena itu, penyelamatan telur penyu, bahkan sampai menetas jadi tukik merupakan bagian penting dari edukasi dan penyadaran terhadap masyarakat akan pentingnya kelestarian penyu. Sebab, kalau tidak ada upaya semacam ini, cepat atau lambat penyu bakal punah.

“Kami juga melakukan sosialisasi terhadap pengunjung mengenai kelestarian penyu sebagai satwa yang dilindungi,” katanya.

Penyu, kata Awan, mirip dinosaurus. Umurnya bisa mencapai 150 tahun. Namun jarang ada yang tumbuh sampai dewasa. Itu semua tidak lepas dari ulah manusia. Terutama sampah di buang ke sungai dan masuk ke laut, menjadi salah satu faktor membuat penyu mati.

“Jika memakan plastik atau sampah, maka penyu akan mati. Penyu ini makannya ubur-ubur dan ikan-ikan kecil. Kalau makan sedotan, pasti mati,” tutur dia.

Awan menganggap penyu merupakan hewan spesial. Karena tukik yang dilepas di Pantai Mapak ini akan kembali pada saat dewasa nanti. Karena itu, sebelum tukik ini masuk ke dalam laut, terlebih dahulu anak penyu diam beberapa menit. “Kalau sudah dewasa pasti kembali,” ujar dia.

Biasanya pada umur  30 tahun penyu sudah dewasa. Di usia ini penyu  mulai bertelur dan akan kembali ke tempatnya dilepas pertama kali.

“Satu penyu ini minimal meghasilkan 50 butir telur, maksimal 150. Tergantung panjangnya,” terang bapak tiga anak ini.

Jenis penyu ada ratusan. Sementara di Lombok ini, hanya ada lima. Yakni penyu hijau, lekang, sisik, belimbing, dan penyu tempayan. “Kalau bertelur, penyu tidak mau di bibir pantai. Pasti  mencari tempat yang agak jauh dari bibir pantai. Setelah betelur penyu kembali ke laut,” ungkapnya.

Kini, penangkaran penyu dikolaborasikan dengan pariwisata. Pengunjung atau warga yang memadu kasih bisa melepas anak tukik ke laut. “Biasanya kita juga minta anak sekolah melepas tukik ke laut,” kata Awan.

Berkat kejelian Awan, kini Pantai Mapak Indah menjadi ramai. Banyak kafe dan tempat selfi bagi pengunjung yang sudah berdiri. Bahkan tempat bermain anak seperti ayunan juga terlihat di pantai itu.

Pengunjung tidak hanya menikmati keindahan alam atau sunset. Namun juga edukasi terkait penangkaran penyu. Bahkan di pintu masuk pantai Mapak Indah, terdapat kolam dengan lebar satu meter dan panjang delapan meter yang isinya beberapa  penyu dewasa. “Di sini para pengunjung bisa melihat penyu dewasa,” katanya.

Sementara di sebelah utara terdapat tempat penangkaran penyu. Di lahan sekitar satu are itu, pengunjung bisa melihat tukik atau anak penyu. “Di sini pengunjung bisa melihat telur dan tukik,” ungkap pria asal Karang Genteng, Pagutan ini.

Di tempat ini, kata Awan, tidak semua pengunjung bisa masuk. Karena itu ia membuat pagar keliling di lahan tersebut. (*/r3)

 

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Tagih Piutang Rp 3 Miliar PT GNE Libatkan Kejaksaan

Sekitar Rp 3 miliar uang PT Gerbang NTB Emas (GNE) tercatat sebagai piutang. Sejumlah perusahaan masih berhutang pada perusahaan daerah milik Pemprov NTB ini. “Makanya kita akan menggunakan JPN (jaksa pengacara negara) untuk menagih,” kata Direktur PT GNE Samsul Hadi, Jumat (18/9).

VIDEO : Buron ke Kalimantan, Pulang, Saen Diringkus di Lingsar

Pelarian anggota komplotan pencurian dengan pemberatan berinisial SR alias Saen, berakhir. Pria 31 tahun, asal Dusun Bagek Nunggal, Desa Peteluan Indah, Lingsar, Lombok Barat, itu dibekuk setelah setahun buron. ”Pelaku pulang karena rindu keluarga,” kata Kapolsek Lingsar AKP Dewi Komalasari, Sabtu (19/9).

WCD, Warga Lobar Bebaskan Pantai Cemara dari Sampah

Ribuan orang di Lombok Barat (Lobar) memperingati World Cleanup Day (WCD), akhir pekan kemarin. Kegiatan ini dipusatkan di Pantai Cemara. ”Semuanya terlibat. OPD, kecamatan, desa, bahkan masyarakat juga ramai ikut,” kata Bupati Lobar H Fauzan Khalid, Sabtu (19/9).

Bawaslu Dorong Pendaftaran Sengketa Online

Penetapan pasangan calon Pilkada 2020 akan dilakukan pada lusa mendatang (23/9) di Kantor KPU masing-masing daerah. Bawaslu kini mulai mempersiapkan diri menghadapi sengketa pencalonan. Sebab diperkirakan, bapaslon yang dinyatakan tidak memenuhi syarat akan membawa kekecewaannya ke Bawaslu.

Ada Apa dengan Pulau-pulau Kecil?

SAYA diundang oleh Ketua LPPM Unram, Dr. Muhammad Ali dalam diskusi untuk merevisi Rencana Induk Penelitian Universitas Mataram lima tahun ke depan. Salah satu bagian yang cukup alot diskusinya adalah ketika mendiskusikan fokus penelitian di Unram. Mengapa harus ada fokus?

Penyuntikan Vaksin Korona Untuk Warga Dimulai Januari 2021

Pemerintah telah bekerja sama dengan Uni Emirat Arab dan mendapatkan vaksin untuk Covid-19 sebanyak 20 juta dosis. Rencananya, vaksin mulai didistribusikan pada Desember.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Dua Terduga Pengedar Ekstasi Tertangkap di Karang Kediri

Dua terduga pengedar ekstasi berinsial PAW alias Patrick, 28 tahun, dan AZP alias Agli, 25 tahun, dibekuk tim Satnarkoba Polresta Mataram, Kamis (17/9) malam. ”Kita tangkap mereka di Lingkungan Karang Kediri, Cakranegara,” kata Kasatnarkoba Polresta Mataram AKP Elyas Ericson, kemarin (18/9).

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...
Enable Notifications    Ok No thanks